SUMENEP, nusainsider.com — Isu dugaan adanya permintaan fee proyek dalam pelaksanaan Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di wilayah Kepulauan Sapeken mencuat ke publik.
Dugaan tersebut disampaikan oleh aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM), Andriyadi, berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat.
Andriyadi menyebut, pihaknya menerima laporan bahwa terdapat oknum pendamping yang diduga meminta fee sebesar 20 persen dari total anggaran proyek melalui kontraktor yang mengelola program tersebut.
“Informasi yang kami terima dari masyarakat menyebutkan adanya permintaan fee proyek sebesar 20 persen dari total anggaran. Ini tentu harus dikroscek secara serius oleh aparat penegak hukum,” ujar Andriyadi, Selasa (24/2/2026).
Ia menambahkan, kontraktor yang disebut-sebut mengelola program Kopdes Merah Putih di Kepulauan Sapeken tersebut bukanlah sosok baru. Menurutnya, yang bersangkutan pernah terseret persoalan proyek beberapa tahun lalu.
“Kami khawatir jika dugaan ini benar dan dibiarkan, maka akan menjadi preseden buruk bagi pelaksanaan program pemerintah, khususnya program strategis Presiden Prabowo Subianto di wilayah kepulauan di sumenep,” tegasnya.
ALARM mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun langsung ke Sapeken untuk melakukan kroscek dan penelusuran mendalam atas dugaan tersebut.
Andriyadi menilai, pengawasan ketat diperlukan agar program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa itu tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.
“APH harus turun langsung ke lapangan. Jangan sampai program yang baik justru menjadi boomerang karena ulah segelintir oknum. Presiden tentu tidak sembarangan memberikan tanggung jawab program kepada pihak yang memiliki rekam jejak buruk,” lanjutnya.
Selain itu, ALARM menyatakan akan terus melakukan pengumpulan data dan penelusuran terkait pelaksanaan program Kopdes Merah Putih di Kepulauan Sapeken.
Pihaknya juga menyinggung adanya dugaan keterkaitan oknum kontraktor dengan pihak oknum Dewan di daerah pemilihan setempat, yang saat ini masih dalam tahap pendalaman.
Hingga berita ini diterbitkan, pewarta telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kontraktor melalui sambungan telepon WhatsApp. Namun, meski panggilan terhubung dan berdering, yang bersangkutan belum memberikan respon.
![]()
Penulis : Wafa
















