Ambulans Laut Cuma Satu, Abd Halim: Tagline “Bismillah Melayani” Dipertanyakan

Rabu, 31 Desember 2025 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kritik Ambulance Laut Pemkab Sumenep oleh Aktivis PMII Sumenep Abd Halim

Foto. Kritik Ambulance Laut Pemkab Sumenep oleh Aktivis PMII Sumenep Abd Halim

SUMENEP, nusainsider.com Minimnya armada ambulans laut di Kabupaten Sumenep kembali menuai kritik keras dari kalangan aktivis.

Hingga kini, wilayah kepulauan dengan ratusan pulau itu hanya memiliki satu unit ambulans laut, kondisi yang dinilai jauh dari kata layak untuk menjamin keselamatan warga kepulauan, terutama pasien kritis.

Aktivis PMII Sumenep, Abd Halim, menilai keterbatasan tersebut sebagai bentuk kegagalan daerah dalam memenuhi hak dasar masyarakat atas pelayanan kesehatan yang adil dan merata.

“Sumenep ini daerah kepulauan. Tapi ironisnya, ambulans laut hanya satu. Ini jelas tidak sebanding dengan luas wilayah dan jumlah pulau yang ada,” tegas Abd Halim kepada media nusainsider.com, Rabu 31 Desember 2025.

Ia mempertanyakan skema penanganan darurat ketika ambulans laut tengah beroperasi di laut membawa pasien kritis, sementara di pulau lain terdapat pasien dengan kondisi sama gentingnya.

“Kalau ambulans laut sedang di tengah laut membawa pasien kritis, lalu ada panggilan darurat dari pulau lain yang juga kritis, apa solusinya? Apakah ambulans itu harus putar balik? Kalau putar balik, bagaimana nasib pasien pertama? Ini situasi yang tidak manusiawi,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya perencanaan dan prioritas anggaran pemerintah daerah.

Baca Juga :  Pujasera Pasar Bangkal Sumenep Akan Gelar Lomba Karaoke Dangdut, Berikut Hadiah dan Jadwalnya

Ia menegaskan bahwa sektor kesehatan, khususnya transportasi medis laut, seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap kebijakan.

“Kami memandang anggaran kesehatan seharusnya diprioritaskan untuk pengadaan dan pemeliharaan alat transportasi medis laut yang memadai dan canggih. Tidak adanya jaminan keamanan bagi ibu hamil yang hendak melahirkan atau pasien kritis di kepulauan adalah bentuk nyata pengabaian hak dasar warga negara,” katanya.

Halim sapaan akrabnya juga mengingatkan bahwa persoalan ini memiliki dasar hukum yang kuat.

Baca Juga :  Literasi Energi Dimulai dari Perpustakaan: ITS dan SKK Migas Bangun Kesadaran Baru

Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, khususnya Pasal 20, yang menegaskan bahwa fasilitas dan pelayanan kesehatan merupakan dua hal yang wajib diprioritaskan oleh negara.

“Undang-undangnya jelas. Fasilitas dan pelayanan kesehatan itu prioritas. Kalau ambulans laut saja tidak mencukupi, berarti pemerintah daerah belum serius menjalankan amanat undang-undang,” tambahnya.

Ia menilai persoalan minimnya ambulans laut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep, terutama untuk membuktikan komitmen pelayanan publik yang selama ini digaungkan.

Baca Juga :  Bank Jatim 64 Tahun, Bupati Fauzi: Mitra Strategis Perkuat Ekonomi Lokal

Tagline BISMILLAH MELAYANI jangan hanya jadi slogan. Harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, selama ini masyarakat kepulauan yang paling rentan dan sering ter-abaikan,” pungkas Abd Halim.

Minimnya armada ambulans laut ini pun menegaskan kembali kesenjangan pelayanan kesehatan antara daratan dan kepulauan di Sumenep dan ini menjadi sebuah ironi di wilayah yang dikenal sebagai kabupaten dengan pulau terbanyak di Jawa Timur, “Tutupnya menambahkan.

Hingga berita ini dinaikkan pihak pewarta masih menunggu hak jawab dari Instansi terkait .

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”
Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah
Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:50 WIB

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”

Sabtu, 18 April 2026 - 11:19 WIB

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Berita Terbaru

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Berita

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:45 WIB