SUMENEP, nusainsider.com — Geliat ekonomi masyarakat dari ujung timur Kabupaten Sumenep tampak semakin hidup. Di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, ratusan warga tumpah ruah menghadiri gelaran hiburan khas Madura yang diinisiasi Komunitas Pemuda TROBES.
Kegiatan yang berlokasi di Kampung Kasur Pasir Putih itu menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. Selain menampilkan kesenian tradisional Ketoprak Rukun Karya, acara ini juga menghadirkan geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang memamerkan produk kebanggaan daerah.
Pantauan media di lokasi memperlihatkan suasana yang meriah. Deretan stan UMKM berjajar rapi menampilkan jajanan khas masyarakat setempat seperti kocor, tapai, bakso ikan, lontong, serta aneka camilan dan mainan anak-anak yang menarik perhatian pengunjung.
Tak hanya warga Desa Legung Timur, masyarakat dari kecamatan sekitar seperti Batuputih dan Dungkek juga tampak antusias hadir. Mereka berbondong-bondong menyaksikan penampilan Ketoprak Rukun Karya yang menjadi ikon hiburan tradisional Madura.
Salah satu panitia kegiatan menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun Komunitas TROBES.
Persiapan kegiatan ini, katanya, telah dilakukan sejak tahun sebelumnya dengan tujuan melestarikan kesenian Madura, khususnya hiburan ludruk dan ketoprak.
“Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kami ingin kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk bangkit secara ekonomi. UMKM lokal bisa memamerkan dan menjual produk khas daerah kepada pengunjung yang datang,” ujarnya kepada nusainsider.com.
Menurutnya, TROBES tidak hanya ingin menghibur masyarakat, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kebanggaan lokal.
“Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus ajang silaturahmi dan pelestarian budaya,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya sinergi antara komunitas, pelaku usaha kecil, dan pemerintah desa dalam mendukung kegiatan berbasis budaya.
“Jika masyarakat terlibat langsung, maka dampaknya akan lebih luas. Tidak hanya ekonomi yang tumbuh, tetapi juga identitas lokal yang semakin kuat,” ujarnya.
Acara yang digelar hingga larut malam itu berlangsung tertib dan penuh keceriaan. Proses persiapan Lantunan musik gamelan, candaan khas pemain ketoprak, serta tawa penonton yang pecah di tengah malam menciptakan suasana nostalgia akan hiburan rakyat tempo dulu.
Sementara itu, salah satu penjual makanan di lokasi mengaku sangat bersyukur dengan adanya kegiatan tersebut. Ia menuturkan, acara ini memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan harian para pelaku UMKM.
“Biasanya dalam sehari kami hanya bisa mendapat sekitar tiga ratus ribu rupiah. Tapi saat ada acara seperti ini, penghasilan kami bisa mencapai satu setengah juta bahkan lebih,” ungkapnya sambil tersenyum.
Ia berharap pemerintah daerah turut memberi perhatian terhadap kegiatan semacam ini dengan menjadikannya sebagai bagian dari kalender wisata dan event budaya Sumenep.
“Kalau bisa kegiatan seperti ini diadakan rutin setiap tahun, bahkan dijadikan agenda resmi kabupaten. Kami siap mendukung dengan konsep yang lebih meriah dan kreatif,” ujarnya penuh harap.
Kemeriahan acara tidak hanya terasa di panggung hiburan, tetapi juga di sepanjang area kuliner rakyat. Anak-anak berlarian sambil membawa balon, para ibu sibuk melayani pembeli, dan kaum muda sibuk mengabadikan momen dengan ponsel mereka.
Dari sisi budaya, kegiatan ini juga menjadi simbol kebangkitan seni tradisi Madura yang mulai jarang ditampilkan di pedesaan. Ketoprak Rukun Karya menjadi pengingat bahwa warisan budaya harus terus dirawat agar tidak punah tergerus zaman.
Salah satu tokoh masyarakat setempat menilai inisiatif komunitas TROBES patut diapresiasi. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menghibur, tapi juga memiliki nilai ekonomi dan sosial yang tinggi.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Masyarakat senang, ekonomi bergerak, budaya juga hidup kembali. Semoga pemerintah bisa melihat potensi besar dari acara seperti ini,” katanya.
Hingga berita ini dinaikkan, para personel dan atau pemain musik Ketoprak tampak mempersiapkan diri guna menghibur masyarakat setempat.
![]()
Penulis : Wafa
















