JAKARTA, nusainsider.com — Ratusan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senin (25/8/2025). Massa mulai berdatangan sekitar pukul 11.00 WIB dan memadati Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Ketegangan meningkat ketika sekitar pukul 12.40 WIB aparat kepolisian terpaksa memukul mundur massa dengan water cannon.

Tindakan itu dilakukan setelah demonstran bergeser dari gerbang utama DPR di Jalan Gatot Subroto menuju gerbang Pancasila di belakang kompleks parlemen.
Dalam siaran pers yang diunggah akun @gejayanmemanggil, demonstran menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya.
- Mendesak agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diturunkan
- Membubarkan Kabinet Merah-Putih, serta membubarkan DPR RI.
- Menolak proyek penulisan ulang sejarah Indonesia.
- Menuntut penangkapan dan pengadilan terhadap politisi Fadli Zon atas pernyataannya terkait tragedi pemerkosaan massal 1998
- Menolak Rancangan Kitab Hukum Undang-Undang Anti-Pemerasan (RKHUAP).
- Menuntut keterbukaan gaji anggota DPR, pembatalan tunjangan rumah
- Gagalkan rencana kenaikan gaji anggota dewan.
Isu kenaikan gaji itu kemudian dibantah oleh Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir. Ia menegaskan, yang disesuaikan bukan gaji pokok, melainkan tunjangan perumahan.
“Anggota DPR tidak lagi difasilitasi rumah dinas, sehingga akan diganti tunjangan perumahan Rp50 juta per bulan,” ujarnya.
Menanggapi protes publik, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, memilih santai. Ia meminta masyarakat melihat peran DPR secara utuh.
“Jangan hanya melihat gaji. DPR punya fungsi penting dalam negara,” kata Sahroni.
Demonstrasi ini menjadi salah satu aksi besar yang menyoroti berbagai kebijakan DPR dan pemerintah dalam beberapa pekan terakhir.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih bersiaga di sekitar Gedung DPR untuk mengantisipasi adanya gelombang aksi susulan.
![]()
Penulis : Wafa

















