Arita Aprilicyana Sebutkan Antisipasi Tekan Angka Pelecehan Seksual di Sumenep, Begini

Kamis, 5 September 2024 - 02:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Arita Aprilicyana, Aktivis Perempuan Cantik asal Sumenep Sebutkan Antisipasi Maraknya Kasus tindak pidana asusila terhadap anak dibawah umur yang Akhir-akhir ini mengundang ke-geraman di tengah-tengah Masyarakat kabupaten Sumenep.

Menurutnya, Faktor-faktor yang dapat menyebabkan maraknya pelecehan seksual di dunia pendidikan, termasuk di Kabupaten Sumenep, bisa sangat kompleks.

Pertama, Kurangnya Pendidikan dan Kesadaran. Banyak individu, baik pelajar maupun tenaga pengajar, mungkin tidak sepenuhnya memahami batasan-batasan yang harus dijaga dalam interaksi mereka. Kurangnya pendidikan tentang consent dan hak-hak individu bisa menjadi penyebab utama maraknya pelecehan Seksual di Kota keris ini, “Katanya saat dikonfirmasi media nusainsider.com melalui Media sosialnya, Rabu 4 September 2024.

Ketidakseimbangan Kekuatan Dalam lingkungan pendidikan, ada hierarki kekuasaan yang jelas antara guru dan murid. Ketidakseimbangan ini bisa disalahgunakan oleh pihak yang berkuasa untuk melakukan pelecehan.

Baca Juga :  Mencekam! 26 PPK di Kabupaten Sumenep akan Berurusan dengan Hukum, Ini Daftar Orangnya

Dan Bahkan Budaya Patriarki Dalam masyarakat yang cenderung patriarkal, seperti banyak daerah di Indonesia, pelecehan seksual sering kali dianggap sebagai hal yang biasa atau bahkan dipahami Salah. Ini memperkuat perilaku tidak pantas tanpa adanya sanksi yang tegas.

Ditambah Minimnya Pengawasan dan Penegakan Hukum, Jika kasus-kasus pelecehan tidak ditindak dengan tegas, maka pelaku akan merasa tidak ada konsekuensi atas tindakan mereka, dan ini mendorong terjadinya kasus-kasus baru, “Jelasnya.

Arita sapaan Akrabnya menjelaskan bahwa Untuk mengantisipasi dan mengurangi terjadinya pelecehan seksual yang terjadi belakang ini, salahsatunya misalnya adalah dengan cara Memberikan pendidikan tentang pentingnya saling menghormati, hak-hak seksual, dan batasan pribadi sejak dini di sekolah.

Kebijakan yang Tegas dan Jelas, Membuat dan menerapkan kebijakan yang jelas tentang pelecehan seksual di lingkungan sekolah, termasuk sanksi yang tegas bagi pelaku serta Membuat saluran pengaduan yang mudah diakses dan menjaga kerahasiaan serta keamanan bagi korban untuk melapor tanpa takut akan dampak negatif, “Pungkasnya.

Selain itu juga, Kolaborasi dengan Pihak Eksternal Sekolah dan institusi pendidikan bisa bekerja sama dengan organisasi yang bergerak di bidang perlindungan anak dan perempuan untuk mendapatkan dukungan dan pendampingan dalam menangani kasus-kasus pelecehan.

Baca Juga :  Terkuak! Motif Dinsos Sumenep Hanguskan Bantuan DBHCHT Karena Ini

Dalam berita yang cukup marak ini, pihaknya menekankan beberapa hal terkait hak-hak anak yang perlu dijaga dan dilindungi:

  • Hak atas Perlindungan dari Kekerasan dan Eksploitasi, Setiap anak memiliki hak untuk dilindungi dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, dan perlakuan buruk, baik dari orang tua, guru, atau pihak lainnya.
  • Hak atas Keamanan dan Kesejahteraan
    Anak-anak harus hidup dalam lingkungan yang aman dan sejahtera, di mana mereka tidak hanya merasa aman secara fisik tetapi juga secara emosional dan psikologis.
  • Hak atas Pendidikan yang Berkualitas
    Guru dan tenaga pendidik seharusnya menjadi panutan yang baik, memastikan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan anak secara optimal, bukan sebaliknya.
  • Hak atas Perawatan dan Pemulihan Setelah mengalami trauma, anak berhak mendapatkan perawatan medis, psikologis, dan dukungan sosial yang diperlukan untuk pulih dan berkembang dengan baik, “Tutupnya.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Ribuan Penonton Diprediksi Padati Stadion A. Yani, Madura Fest 2026 Digelar Malam Ini
112 Sumenep Terintegrasi dengan Damkar dan Fasilitas Kesehatan, Siaga Nonstop Saat Liburan
Pengusaha Rokok Madura Tolak SKM Golongan III Nasional, Minta Perlakuan Khusus untuk Madura
Perkuat Kolaborasi Antarinstansi, Polres dan BPS Sumenep Bahas Strategi Ketahanan Pangan
“Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, Dinkes P2KB Sumenep Gaungkan Semangat HLUN 2026
Iduladha 1447 H, PAC PDI Perjuangan Nonggunong Perkuat Solidaritas Lewat Kurban
Kepala Dinkes P2KB Sumenep Ajak Masyarakat Jadikan Iduladha Sebagai Momentum Kebaikan
Kepala Bappeda Sumenep: Nilai Pengorbanan Idul Adha Jadi Inspirasi Membangun Daerah

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:35 WIB

Ribuan Penonton Diprediksi Padati Stadion A. Yani, Madura Fest 2026 Digelar Malam Ini

Minggu, 31 Mei 2026 - 02:44 WIB

112 Sumenep Terintegrasi dengan Damkar dan Fasilitas Kesehatan, Siaga Nonstop Saat Liburan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:46 WIB

Pengusaha Rokok Madura Tolak SKM Golongan III Nasional, Minta Perlakuan Khusus untuk Madura

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:37 WIB

Perkuat Kolaborasi Antarinstansi, Polres dan BPS Sumenep Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:45 WIB

Iduladha 1447 H, PAC PDI Perjuangan Nonggunong Perkuat Solidaritas Lewat Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:34 WIB

Kepala Dinkes P2KB Sumenep Ajak Masyarakat Jadikan Iduladha Sebagai Momentum Kebaikan

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:32 WIB

Kepala Bappeda Sumenep: Nilai Pengorbanan Idul Adha Jadi Inspirasi Membangun Daerah

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:54 WIB

Malam Takbir di Pendopo Keraton Sumenep, Iduladha Dijadikan Momentum Perkuat Harmoni Sosial

Berita Terbaru

Foto. Ilustrasi

Hukum

Fauzi As : Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:26 WIB