Mencekam! 26 PPK di Kabupaten Sumenep akan Berurusan dengan Hukum, Ini Daftar Orangnya

Rabu, 4 September 2024 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pelantikan PPK di kabupaten Sumenep. (Ist/nusainsider.com)

Foto. Pelantikan PPK di kabupaten Sumenep. (Ist/nusainsider.com)

SUMENEP, nusainsider.com polemik penerimaan titipan uang dari Calon legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dapil XI (Madura) kepada Panitia penyelenggara kabupaten, kecamatan hingga desa menyeruak di kabupaten sumenep, Madura Jawa Timur.

Hal itu dimulai dengan pemberitaan Suaramadura.id tertanggal 2 September lalu yang menyatakan bahwa ada 26 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) menerima uang bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Jumlah keseluruhan uang yang diterima 26 orang PPK se kabupaten Sumenep mencapai hingga hampir Rp 7 Miliar yang rata-rata terbagi dalam dua tahap penerimaan berbentuk Kwitansi bahkan ada yang masuk ke rekening pribadi.

Dari 26 orang PPK yang terindikasi kuat terlibat dalam money politics itu, mayoritas diantaranya kembali menjabat sebagai Penyelenggara dalam tahapan Pemilukada 2024,”kata Fauzi As kapada media nusainsider.com, Rabu 4 September 2024.

Baca Juga :  Terkuak! Motif Dinsos Sumenep Hanguskan Bantuan DBHCHT Karena Ini

Fauzi sapaan akrabnya menyebutkan Salahsatunya yang melalui Kwitansi adalah PPK Dungkek berinisial SY menerima uang Rp 300Jt, PPK Dasuk Inisial DT menerima uang Rp 224Jt dan banyak lagi PPK lain Mas.

Bahkan juga yang menerima transferan di rekening Pribadinya. Seperti PPK Talango, PPK Gapura, PPK Manding dan beberapa lainnya.

Jumlah dana yang masuk ke rekening BCA atas nama PPK Talango berinisial AK mencapai hampir Rp 200 juta dan ND PPK Gapura Rp 100 juta lebih. Serta MY PPK Manding menerima Rp 150 juta di rekening BRI pribadinya, “Pungkasnya.

Kepentingan saya hanya satu dalam hal ini mas, yakni untuk memberitahukan kepada masyarakat Sumenep bahwa isi panitia pelaksana pada Pileg kemarin itu kebanyakan pedagang Suara bukan pelaksana. Artinya Lebih kepada kepentingan pribadi dan atau bisnis pribadi di dalamnya.

Sehingga, kedepan Pihaknya tidak ingin suara masyarakat kembali ditransaksikan oleh oknum pelaksana didalam untuk diperjualbelikan.

Baca Juga :  Terdeteksi Terima Uang Puluhan Juta, PPS Kecamatan Rubaru Terancam Dilaporkan

Dan yang paling penting, Publik harus di Edukasi bahwa Jangan sampai suara mereka pada Pilkada mendatang ini menjadi suara yang diperjualbelikan oleh oknum pelaksana”, Imbuhnya.

Ditambahkan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar menjaga suara masing-masing pada Pilkada dan Pemilihan lain ke depannya.

Bayangkan kalau 1 (satu) orang penyelenggara menjanjikan 15rb suara misalnya, kan tidak mungkin mereka bagi-bagi uang ke Masing-masing orang. Dan dugaannya disitu adalah pada penggelembungan suara dan itu yang harus di Antisipasi”, Tambahnya.

Mengenai polemik itu akan dilaporkan atau tidak, itu hak Lawyer. Saya hanya pemilik data, tapi infonya akan segera dilaporkan oleh Lawyernya ketika hingga batas yang ditentukan tidak ada niat baik dari PPK atau PPS penerima uang titipan tersebut, ” Tutupnya.

Hingga berita ini dinaikkan, pihak pewarta berupaya konfirmasi ke Masing-masing PPK terlibat. Namun ada yang belum merespon meski chat Whatsapp Pewarta terlihat Centang, bahkan ada yang mulai memblokir Akun Whatsapp Pewarta.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah
Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor
KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:19 WIB

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Jumat, 17 April 2026 - 06:34 WIB

Tabir Skandal Cukai Mulai Terbuka, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Madura

Berita Terbaru

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Berita

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:45 WIB