SUMENEP, nusainsider.com — Karnaval Budaya dan Kreativitas Dunia yang digelar Lembaga Pendidikan Lughatul Islamiyah (Lughis) berlangsung meriah dan sukses menyedot perhatian masyarakat.
Ribuan warga dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Batang-Batang dan sekitarnya memadati sepanjang jalur karnaval, Sabtu (27/6/2026).
Lautan manusia tampak memenuhi sisi jalan mulai dari sebelah timur Balai Desa Dapenda hingga garis finis di Lembaga Pendidikan Lughatul Islamiyah. Antusiasme masyarakat tidak pernah surut sepanjang kegiatan berlangsung.
Pantauan nusainsider.com dilokasi, masyarakat berjejer di sepanjang rute sejauh kurang lebih 1,5 kilometer untuk menyaksikan berbagai penampilan seni, budaya, dan kreativitas yang ditampilkan para siswa-siswi Lughis.
Beragam karya seni anak negeri dipertontonkan dalam pagelaran tersebut, mulai dari atraksi budaya, sejarah peradaban masa lampau, hingga penampilan kesenian tradisional yang berhasil memukau para penonton.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kagum dengan kemegahan karnaval tersebut.
Menurutnya, Karnaval Budaya dan Kreativitas Dunia Lughis merupakan salah satu pagelaran budaya paling panjang dan paling menarik di Kabupaten Sumenep.
“Iya mas, saya lihat sepanjang karnaval budaya yang diselenggarakan lembaga pendidikan ini paling panjang dan menyuguhkan berbagai kesenian, kebudayaan serta sejarah masa lalu,” ujarnya kepada nusainsider.com, Sabtu (27/6/2026).
Di tempat berbeda, salah satu wali murid bernama Raudhatul mengaku haru karena putra-putrinya dapat terlibat langsung dalam pagelaran budaya yang disebutnya sebagai salah satu karnaval paling spektakuler di Kabupaten Sumenep.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dewan guru Lembaga Pendidikan Lughatul Islamiyah yang telah bekerja keras mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan serta mendampingi para siswa selama perjalanan dengan penuh ketulusan dan kasih sayang.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan karnaval tersebut tidak terlepas dari dedikasi para guru yang tidak hanya mempersiapkan penampilan peserta, tetapi juga memastikan seluruh siswa tetap aman, nyaman, dan bersemangat selama mengikuti kegiatan.
“Tidak ada yang mampu membalas kebaikan para guru. Semoga seluruh kebaikannya diberikan balasan terbaik kelak di hadapan Allah SWT,” kata Raudhatul kepada nusainsider.com.
Lebih lanjut, Raudhatul menilai bahwa kegiatan budaya seperti ini menjadi sarana penting dalam menanamkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya bangsa, sekaligus membentuk karakter anak didik agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi, kebersamaan, dan kreativitas.
Diketahui, Karnaval Budaya dan Kreativitas Dunia Lembaga Pendidikan Lughatul Islamiyah tahun ini turut menghadirkan sejumlah kesenian khas Madura, di antaranya Tong-Tong Madura Mega Remmeng, Singo Ireng, Peccot Ngamox, serta penampilan drumband dari berbagai lembaga pendidikan di kecamatan setempat.
Kemegahan karnaval tersebut semakin menegaskan posisi Lembaga Pendidikan Lughatul Islamiyah sebagai salah satu institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga aktif melestarikan seni, budaya, serta tradisi lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat Madura.
![]()
Penulis : Wafa
















