SUMENEP, nusainsider.com — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali menuai keluhan dari para penerima manfaat.
Kali ini, sorotan datang dari siswa salahsatu lembaga pendidikan di Desa Pordapor, Kecamatan Guluk-Guluk.
Keluhan tersebut berkaitan dengan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pordapor yang berada di bawah naungan Yayasan Darul Arqom Batukerbuy.
Sajian makanan yang diberikan kepada siswa disebut-sebut tidak layak konsumsi, khususnya pada menu ayam yang diduga berbau menyengat.
Dalam sebuah video berdurasi 34 detik yang diterima media nusainsider.com pada Sabtu (11/4/2026), seorang penerima manfaat mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas makanan tersebut.
“Ini MBG Pordapor, ada kubis, jagung, dan ayam yang berbau. Mungkin karena gorengannya kurang kering atau seperti apa. Kalau perlu, saya yang mau komentar MBG Pordapor ini, dan sampaikan ke Bapak Bupati biar ada gunanya. Terlalu ini,” ujarnya singkat, Sabtu 11 April 2026.
Ia menilai pihak SPPG seharusnya lebih berhati-hati dalam menyajikan makanan kepada siswa. Program yang bertujuan meningkatkan gizi justru dikhawatirkan berdampak sebaliknya jika kualitas makanan tidak terjaga.
“SPPG harus lebih ekstra memberikan sajian yang benar-benar menambah gizi siswa, bukan justru seperti ini. Jangan sampai anak-anak kami menjadi korban,” tegasnya.
Keluhan tersebut juga disertai harapan agar Bupati Sumenep segera melakukan evaluasi terhadap kinerja SPPG Pordapor, guna memastikan program MBG berjalan sesuai standar dan tujuan awalnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Pordapor, Maskiyatun, yang juga Koordinator SPPG kecamatan Ganding itu saat dikonfirmasi terkait dugaan makanan berbau tersebut belum memberikan penjelasan secara rinci.
Ia hanya mengirimkan informasi kandungan gizi dalam bentuk gambar dan memberikan tanggapan singkat.

“Ayak tidak bahu Pak,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Maskiyatun belum memberikan klarifikasi lanjutan terkait keluhan tersebut.
![]()
Penulis : Wafa
















