Bahaya! Abdul Mahmud Serukan Perlawanan Terbuka terhadap Kebijakan Pemkab

Sabtu, 20 Desember 2025 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Abdul Mahmud M.AP Beberapa Tahun Lalu saat suarakan Perlawanan di Kantor Pemkab Sumenep.

Foto. Abdul Mahmud M.AP Beberapa Tahun Lalu saat suarakan Perlawanan di Kantor Pemkab Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.com — Kondusivitas Kabupaten Sumenep dinilai berada dalam ancaman serius. Setelah lama memilih diam di tengah pusaran konflik sosial, ekonomi, dan pembangunan.

Aktivis senior asal kepulauan, Abdul Mahmud, M.Ap, kembali muncul ke ruang publik dengan sikap tegas dan kritis terhadap arah kebijakan pemerintah daerah.

Sosok yang dikenal dengan julukan “Peroboh Pagar Pemkab” itu menyatakan kesiapannya kembali mengibarkan bendera perlawanan, demi menegakkan keadilan serta menjaga marwah demokrasi di Kabupaten Sumenep.

Dalam perbincangannya dengan nusainsider.com, Sabtu (20/12/2025) pukul 17.53 WIB, Abdul Mahmud mengungkapkan kegelisahannya terhadap kondisi aktivisme di Sumenep yang menurutnya telah mengalami pembungkaman sistematis oleh kekuasaan.

“Saat ini, aktivis di Sumenep dihadapkan pada persoalan serius yang merusak tatanan demokrasi, supremasi hukum, dan kebebasan sipil,” tegasnya dengan nada geram kepada media nusainsider.com.

Ia menilai kondisi tersebut bertentangan dengan amanat undang-undang dan telah melumpuhkan peran strategis mahasiswa serta aktivis sebagai kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

Baca Juga :  Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat

Kemunculan kembali Abdul Mahmud di tengah menguatnya konflik horizontal memantik beragam spekulasi publik.

Terlebih, status WhatsApp miliknya yang belakangan beredar menampilkan simbol pengibaran bendera perlawanan, seolah menjadi penanda dimulainya kembali babak baru gerakan aktivisme di Sumenep.

Pertanyaan pun mencuat, akankah genderang perlawanan kembali menggema di langit Sumenep? Ataukah pemerintah justru akan kehilangan legitimasi akibat strategi pembangunan yang selama ini dikemas atas nama kesejahteraan rakyat?

Menurut Abdul Mahmud, kritik dan perlawanan merupakan dosis sehat bagi kekuasaan.

“Cara yang benar untuk menyuplai dosis kepada kekuasaan adalah dengan menyampaikan kritik dan menyalakan suara perlawanan,” ujarnya.

Ia mengaku kembali tergerak turun ke gelanggang perjuangan karena melihat semakin banyaknya ketidakadilan dan ketimpangan sosial.

Aktivis dibungkam, ruang demokrasi menyempit, dan negara menurutnya sedang tidak berada dalam kondisi baik-baik saja.

Abdul Mahmud menilai pemerintahan saat ini telah keluar dari rel kerakyatan yang seharusnya menjadi pijakan utama.

Baca Juga :  Berani Bicara, Berani Berdampak: Kolaborasi HAMD dan BEM FKIP UNISMA Cetak Komunikator Muda

Karena itu, ia menyerukan agar aktivis dan masyarakat kembali berani bersuara serta membangun gerakan kerakyatan yang selama ini dibatasi dan ditekan.

Dalam pernyataan penutupnya, aktivis yang akrab disapa “Singa Jalanan” itu menyerukan kebangkitan kembali tangan terkepal dan suara lantang rakyat, bahkan “Dari Dalam Kubur Sekalipun”, untuk terus menyoal kekuasaan dengan semangat “Bismillah Melayani”.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru