Bangun Generasi Sehat dan Cerdas, Lia Istifhama Galang Gerakan Stop Pernikahan Dini

Senin, 10 November 2025 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I Senator DPD/MPR RI

Foto. Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I Senator DPD/MPR RI

SURABAYA, nusainsider.com Senator asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyerukan pentingnya sinergi lintas instansi untuk menekan angka pernikahan dini yang masih tinggi di Indonesia.

Ia menilai, pencegahan masalah ini tidak cukup dilakukan oleh satu lembaga saja seperti BKKBN.

Menurut Lia, upaya edukasi harus dilakukan secara kolaboratif oleh berbagai pihak, mulai dari sekolah, organisasi masyarakat, lembaga keagamaan, hingga instansi pemerintahan agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan.

“Pencegahan pernikahan dini sangat penting karena tidak semua pihak memberi perhatian serius pada hal ini. Padahal, kasus seperti ini nyata terjadi di sekitar kita,” ujarnya saat menjadi narasumber kegiatan bertajuk “Stop Pernikahan Dini agar Tidak Menjadi JUS (Janda Usia Sekolah)”, Senin (10/11/2025).

Dalam kegiatan yang dihadiri pelajar, guru, dan tokoh masyarakat itu, Lia menyoroti masih tingginya angka pernikahan dini di Indonesia yang mencapai 11 persen. Angka tersebut, menurutnya, menggambarkan masih banyak anak usia sekolah yang kehilangan masa tumbuh dan belajar secara wajar.

“Angka 11 persen ini bukan sekadar data, tapi realitas bahwa anak-anak kita banyak yang terjebak dalam pernikahan dini. Dampaknya bisa sangat panjang, dari putus sekolah hingga munculnya fenomena Janda Usia Sekolah,” jelas Ning Lia, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, pernikahan dini juga memiliki kaitan erat dengan stunting dan kemiskinan struktural. Anak yang menikah di usia muda rentan mengalami masalah gizi dan kesehatan reproduksi, sehingga berpotensi melahirkan generasi yang tidak tumbuh optimal.

“Maka dari itu, sosialisasi seperti ini harus terus diperluas, bahkan diadopsi oleh kementerian dan lembaga lain agar pesan edukasinya menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat,” tegas lulusan doktoral Ilmu Ekonomi Islam UINSA Surabaya itu.

Dalam kesempatan yang sama, Lia menyampaikan apresiasinya terhadap SMAN 19 Surabaya yang menjadi tuan rumah kegiatan edukatif tersebut.

Baca Juga :  Caleg DPD RI Melanggar UU ITE, Lia Istifhama : Dalam Proses Konsultasi Hukum

Menurutnya, peran sekolah dalam membangun kesadaran remaja sangat penting, terutama melalui pendidikan karakter dan ruang ekspresi yang sehat.

“Saya sangat mengapresiasi semangat para siswa di sini. Mereka memperhatikan dengan antusias dan berani berekspresi secara positif. Ini menunjukkan pendidikan karakter berjalan baik di sekolah ini,” tuturnya.

Legislator yang dikenal dekat dengan kalangan akar rumput itu menilai, dukungan guru dalam memberi ruang berekspresi kepada siswa menjadi contoh nyata lingkungan pendidikan yang sehat dan inspiratif.

Baca Juga :  Senator Lia Istifhama Dorong Konten Kreator 2025 Terus Berinovasi

Ia juga mencontohkan program kreatif di sekolah yang memberi kesempatan siswa membuat video edukatif, karya kolaboratif, hingga kampanye sosial bertema pembangunan karakter.

“Anak-anak diberi ruang untuk membuat karya positif seperti video edukatif atau proyek kelompok. Saya berharap sekolah dan orang tua terus mendukung mereka agar produktif dan mampu membangun hal-hal baik,” ujar Lia penuh harap.

Lebih jauh, Lia menegaskan bahwa pencegahan pernikahan dini bukan sekadar kampanye moral atau isu perempuan semata. Lebih dari itu, langkah ini merupakan strategi besar bangsa untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Anak-anak adalah aset bangsa. Jika sejak dini kita menjaga mereka agar tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya, maka kita sedang menanam investasi besar bagi masa depan Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya, membangun kesadaran bersama tentang bahaya pernikahan dini perlu dilakukan secara simultan melalui pendekatan budaya, pendidikan, dan agama.

Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa menunda pernikahan hingga usia matang bukan berarti menentang tradisi, melainkan melindungi masa depan generasi muda.

“Di Madura, misalnya, masih ada pandangan bahwa menikahkan anak di usia muda adalah solusi untuk menjaga kehormatan keluarga. Padahal, banyak anak perempuan yang akhirnya tidak bisa melanjutkan sekolah dan menjadi korban kemiskinan struktural,” ungkapnya.

Karena itu, Lia mendorong peran aktif para tokoh agama, organisasi perempuan, dan perangkat desa untuk turut menyuarakan pentingnya pendidikan dan kesehatan remaja dalam setiap forum masyarakat.

“Jika pesan ini datang dari tokoh yang dihormati di lingkungan mereka, maka dampaknya akan lebih kuat. Edukasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggung jawab sosial kita bersama,” imbuhnya.

Edukasi pencegahan pernikahan dini yang digagas Lia Istifhama menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi muda yang sehat, berpendidikan, dan berdaya saing tinggi.

Baca Juga :  Di Hadapan Kader Kopri PMII Bondowoso, Ning Lia Tanamkan Semangat Kolaborasi dan Kemandirian Sosial

Ia berharap, gerakan ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk memperkuat komitmen terhadap perlindungan anak.

“Semua pihak harus bersinergi, karena masa depan bangsa ini bergantung pada kualitas generasi mudanya,” pungkas Lia.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU
Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat
KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa
PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah
Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern
Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim
Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment
JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:42 WIB

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:39 WIB

KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:29 WIB

PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:52 WIB

JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Eduwisata ke Markas TNI, Siswa SLBN Bugih Dapat Pengalaman Belajar Penuh Makna

Berita Terbaru