Bukti Implementasi Jatim CETTAR, Ning Lia Sebut Bus Jatim Multiplier Effect

- Pewarta

Selasa, 4 Juni 2024 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIM, nusainsider.com Jatim Cettar (red. Cepat, Efektif Efisien, Tanggap, Transparan, Akuntabel, dan Responsif) bukan hanya isapan jempol, hal ini terbukti dengan ragamnya gebrakan propinsi yang pernah dipimpin oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa tersebut.

Inovasipun terus berkembang sekalipun kini tengah dilanjutkan oleh PJ Gubernur Adhy Karyono.

Salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Jatim yang tak lelah menunjukkan komitmen pelayanan terbaik bagi masyarakat adalah Dinas Perhubungan Jawa Timur.

Inovasi dan perbaikan trans Jatim yang menjadi ‘catatan sejarah’ dalam kepemimpinan Dr. Nyono sebagai Kadishub pun menuai apresiasi banyak pihak, tak kaleng-kaleng, bahkan dari Senator Terpilih Dr. Lia Istifhama.

Secara gamblang, anggota DPD RI yang meraih suara tertinggi nasional kategori perempuan non petahana tersebut menyampaikan apresiasi atas persiapan launchingnya Bus Trans Jatim Koridor IV rute Gresik – Paciran, Lamongan dan sebaliknya.

Baca Juga :  45 Kader Digital Sumenep Ikuti Bimbingan Kader Digital Desa di Jakarta

“Dengan adanya persiapan rute Gresik Pacitan dan sebaliknya, ini merupakan bukti komitmen nyata jatim Cettar, yaitu gercep (gerak cepat) dan responsive sesuai kebutuhan masyarakat,” terang ning Lia, Selasa (4/6/24).

Tak tanggung-tanggung, Ning Lia bahkan menyebut skema Trans Jatim tersebut merupakan bentuk pemerintah menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru.

“Sesuai informasi yang disampaikan Kepala Dishub Pemkab Gresik Chusaini, bahwa pihaknya juga sudah memikirkan akibat yang bisa muncul, yaitu potensi kemacetan. Sehingga pada pemberlakuan Bus Trans Jatim koridor IV, sekaligus akan ada aturan pembatasan bagi truk muatan untuk beroperasi pada pukul 05.00-08.00 pagi dan 15.00-18.00 petang melalui jalur Sidayu hingga Manyar,” ujarnya.

Ini namanya menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru. Melainkan solusi yang pas pada titik masalah.

“Ibarat dokter, trans jatim ini cara ngobati masalah moda transportasi pada titik sumber penyakitnya. Jadi sangat efektif efisien,” tegas ning Lia.

Ning Lia, yang pernah bekerja sebagai karyawan di lingkungan pabrik, menyampaikan alasan kuat apresiasinya atas Bus Trans Jatim.

“Saya kan pernah sekian tahun kerja sebagai HRD pabrik yang isinya ribuan karyawan. Jadi tahu sekali gimana macetnya jam masuk dan jam pulang di depan pabrik. Maka itu, sangat tepat sekali keberadaan bus trans Jatim. apalagi sudah dipikirkan aturan agar tidak ada penumpukan kendaraan lain ketika ada bus lewat pada jam berangkat dan pulang pabrik,” ungkapnya.

Namun tentu, aturan pembatasan truk, bukan satu-satunya cara yang bisa ditempuh. Melainkan, semoga kelak ada tambahan solusi strategis mengurai kemacetan. Di antaranya dari satlantas setempat yang turut mengantisipasi potensi kecelakaan di area rawan kemacetan dan kerjasama dari pabrik atau perusahaan di sekitar lokasi agar penjemputan bisa terbagi di dalam area pabrik.” Ujarnya.

Ning Lia juga menyampaikan multiplier effect positif yang akan timbul dengan adanya Bus Trans Jatim tersebut.

Baca Juga :  Sah! Secara Aklamasi Rio Syahdian Lubis Pimpin IWO Deli Serdang 5 Tahun ke Depan

“Saya sih sangat yakin adanya Bus Trans Jatim ini akan menjadi multiplier effect yang positif. Masyarakat apalagi pekerja tidak harus menggunakan kendaraan pribadi, melainkan memanfaatkan moda transportasi publik yang sudah sesuai disiplinnya jam kerja mereka. Masyarakat menerima dampak positif lebih efisien biaya dan tentunya lebih semangat bekerja.” ungkap Ning Lia.

Jika sudah meningkat gairah kerja, maka InsyaAllah produktivitas masyarakat semakin meningkat dan sekaligus meningkatkan investasi wilayah terkait,” pungkas politisi cantik itu.

Bukan hanya Lia Istifhama, Bus Trans Jatim Koridor IV yang merupakan Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) serta DPRD Jatim tersebut, juga memantik antusiasme masyarakat setempat, khususnya para pekerja.

Salah satu warga Bungah, Gresik utara, Nur Laili berharap dengan adanya bus Trans Jatim terjadi pengurangan kemacetan di wilayah Gresik utara. “Saya dari Bungah ke Manyar bisa sampai 40 menit kalau sudah jam-jam masuk kerja. Kecapekan di jalan dan berharap sekali terbantu dari Bus Trans Jatim,” katanya.

Sedangkan salah satu pekerja Maspion Gresik, Aminullah berharap dengan adanya Bus Trans Jatim bisa mengurangi kepadatan di Gresik utara. “Ada beberapa shelter yang dipersiapkan, nanti kami para pekerja langsung ke shelter jika ingin naik Bus Trans Jatim, jadi sangat manfaat,” kata Aminullah.

Sedangkan secara terpisah, Nyono menyampaikan tahapan persiapan dari Bus Trans Jatim Koridor IV yang memiliki 23 tempat pemberhentian (shelter) tersebut.

“Koridor IV akan dilaunching Agustus mendatang dengan rutenya melalui Terminal Bunder Gresik hingga Terminal Paciran Lamongan. Jarak tempuhnya 52 KM dengan waktu tempuh 1 jam 50 menit terdapat 23 shelter dari Gresik – Paciran dan 23 shelter dari Paciran – Gresik. Biaya hanya Rp 5 ribu tapi layanan tepat waktu, aman dan nyaman, ” lanjutnya.

Jumlah armada bus Trans Jatim koridor IV yang disediakan, lanjut Nyono ada sebanyak 15 unit, dengan pembagian 7 unit dari Gresik – Paciran, dan 7 unit dari Paciran -Gresik. Sedangkan 1 unit untuk cadangan.

“Koridor IV ini juga terdapat shulte di dermaga kapal di Brondong yang melayani rute menuju Bawean, Kalimantan dan Sulawesi sehingga bisa mempermudah transportasi penumpang kapal,” ungkapnya.

Loading

Penulis : Mam

Berita Terkait

Geger! Warga Sumenep Temukan Bayi Terbungkus Kantong Plastik Merah
PPK Kecamatan Rubaru Loloskan Anggota PPS terdaftar Partai Politik
Film Menarik Tanah Air Berjudul Ipar Adalah Maut Mengunggah Keseruan, Ini Cara Nontonnya
Bappeda Sumenep Mulai Sinkronisasi RKPD dengan KEM-PPKF 2025, Ini Tujuannya
SKK Migas Terus Mendorong Pelaksanaan Peningkatan TKDN di Hulu Migas
Pasca dilantik, FPR Sumenep Warning Kades Raas Agar Tidak Main-Main Dalam Mengelola Dana Desa
di Hadiri 1500 Peserta, Kegiatan IOG SCM SUMMIT 2024 Tingkatkan Efisiensi Melalui Keterbukaan dan Sinergi Berlangsung Sukses
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445H, Bupati Sumenep Keluarkan Surat Edaran Begini

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 10:03 WIB

Geger! Warga Sumenep Temukan Bayi Terbungkus Kantong Plastik Merah

Sabtu, 15 Juni 2024 - 18:59 WIB

PPK Kecamatan Rubaru Loloskan Anggota PPS terdaftar Partai Politik

Jumat, 14 Juni 2024 - 16:41 WIB

Film Menarik Tanah Air Berjudul Ipar Adalah Maut Mengunggah Keseruan, Ini Cara Nontonnya

Rabu, 12 Juni 2024 - 11:42 WIB

Bappeda Sumenep Mulai Sinkronisasi RKPD dengan KEM-PPKF 2025, Ini Tujuannya

Selasa, 11 Juni 2024 - 21:38 WIB

Pasca dilantik, FPR Sumenep Warning Kades Raas Agar Tidak Main-Main Dalam Mengelola Dana Desa

Selasa, 11 Juni 2024 - 20:17 WIB

di Hadiri 1500 Peserta, Kegiatan IOG SCM SUMMIT 2024 Tingkatkan Efisiensi Melalui Keterbukaan dan Sinergi Berlangsung Sukses

Selasa, 11 Juni 2024 - 17:38 WIB

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445H, Bupati Sumenep Keluarkan Surat Edaran Begini

Minggu, 9 Juni 2024 - 15:34 WIB

Viral Vidio Aksi Mahasiswa Bubarkan Kegiatan Bimtek Se Kab. Palas, Diduga Dana 12 M Diselewengkan

Berita Terbaru