Bullying dan Game Online Mengancam Anak, Senator Lia Istifhama: Mental Tangguh Harus Dibentuk Sejak Dini

Minggu, 18 Januari 2026 - 01:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Senator DPD RI, Dr Lia Istifhama, S.Sos..,S.Sos.i., M.E.I (Ist/nusainsider.com : Tidur Ali Wafa).

Foto. Senator DPD RI, Dr Lia Istifhama, S.Sos..,S.Sos.i., M.E.I (Ist/nusainsider.com : Tidur Ali Wafa).

SURABAYA, nusainsider.com Fenomena bullying dan kecanduan game online pada anak kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya laporan kasus di lingkungan rumah, sekolah, hingga pesantren.

Kondisi ini dinilai semakin mengkhawatirkan karena berdampak langsung terhadap kesehatan mental, perilaku, serta perkembangan sosial anak.

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menilai bahwa praktik perundungan saat ini tidak lagi berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan berbagai persoalan lain, seperti kecanduan game online, konflik keluarga, hingga minimnya pendidikan karakter sejak usia dini.

“Kasus bullying hari ini tidak lagi bersifat sporadis. Banyak terjadi di lingkungan terdekat anak, bahkan di tempat yang selama ini dianggap aman seperti rumah dan pondok pesantren,” ujar senator muda yang akrab disapa Ning Lia, Kamis (15/1/2026).

Ia menambahkan, berbagai kasus yang muncul, mulai dari perundungan hingga pencurian kecil di lingkungan pesantren dan rumah, menjadi indikasi bahwa persoalan mental dan karakter anak semakin kompleks dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Ini menunjukkan masalahnya semakin luas dan perlu penanganan serius,” kata Lia saat ditemui dalam kunjungan di RS Menur Surabaya.

Menurutnya, pembentukan karakter dan kesehatan mental anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata tugas institusi pendidikan.

“Mendidik anak harus dilakukan dua arah. Orang tua harus memastikan anak tidak menjadi pelaku perundungan, tetapi juga tidak menjadi korban,” tegasnya.

Ning Lia menekankan pentingnya pembentukan mental anak sejak dini agar memiliki ketangguhan dan keberanian dalam menghadapi tekanan sosial.

“Agar anak tidak menjadi objek perundungan, mereka harus dibekali keberanian, ketegasan, ketangguhan, serta fokus pada kehidupan nyata. Jangan sampai terlalu tenggelam dalam dunia maya,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kecanduan game online sebagai salah satu pemicu gangguan fungsi belajar hingga depresi ringan pada anak dan remaja.

“Banyak gangguan belajar muncul karena anak lebih larut di dunia virtual dibanding dunia nyata. Ini membuat mereka semakin rentan secara psikologis,” ungkap keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut.

Di sisi lain, Ning Lia mengapresiasi hadirnya layanan kesehatan mental yang semakin ramah dan inklusif di Jawa Timur. Menurutnya, layanan tersebut menjadi ruang aman bagi keluarga untuk mencari solusi tanpa rasa takut atau stigma.

“Alhamdulillah, rumah sakit hadir dengan pendekatan yang sabar, membantu, dan tidak menghakimi. Ini penting karena banyak orang tua sebenarnya bingung dan kelelahan, tetapi tidak tahu harus meminta bantuan ke mana,” tuturnya.

Ia juga menyebut bahwa biaya layanan konsultasi psikologis kini relatif lebih terjangkau dibandingkan sebelumnya, sehingga akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mental semakin terbuka.

“Sekarang biayanya lebih manusiawi dan fasilitasnya semakin lengkap,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ning Lia mendorong pentingnya edukasi pra-nikah agar calon orang tua siap tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga mental dalam mengasuh anak.

“Kesiapan menjadi orang tua itu penting. Bukan hanya soal menikah, tetapi kesiapan mental dalam mendidik dan membesarkan anak. Jika ini dipersiapkan sejak awal, banyak kasus bisa dicegah,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara keluarga, sekolah, dan layanan kesehatan mental terus diperkuat agar anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

Loading

Baca Juga :  Gerakan Temu Lapang Dan Panen Raya Menuju Kesuksesan Ketahanan Pangan

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru
PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting
Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02
Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan
Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi
Mosi Tak Percaya Mengemuka, Banggar DPRD Tunda Pembahasan KUA-PPAS APBD 2027
Emil Dardak–Lia Istifhama Dinilai Punya Peluang Besar Bertarung di Pilgub Jawa Timur 2029
Sekolah Gerakan PMII UPI Sumenep Dibuka, Siapkan Agen Perubahan untuk Kampus dan Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59 WIB

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:42 WIB

PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:24 WIB

Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:42 WIB

Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Senin, 20 Juli 2026 - 12:39 WIB

Mosi Tak Percaya Mengemuka, Banggar DPRD Tunda Pembahasan KUA-PPAS APBD 2027

Senin, 20 Juli 2026 - 10:34 WIB

Emil Dardak–Lia Istifhama Dinilai Punya Peluang Besar Bertarung di Pilgub Jawa Timur 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Gerakan PMII UPI Sumenep Dibuka, Siapkan Agen Perubahan untuk Kampus dan Masyarakat

Berita Terbaru