SUMENEP, nusainsider.com — Gelaran akbar Festival Musik Tong-tong se-Madura 2025 semakin mendekati hari pelaksanaan. Event bergengsi yang masuk dalam rangkaian Kharisma Event Nusantara (KEN) ini dijadwalkan akan berlangsung pada 18 Oktober 2025 mendatang di Kabupaten Sumenep.
Festival tahunan ini selalu ditunggu masyarakat Madura, khususnya pecinta musik tradisional tong-tong yang menjadi identitas budaya khas daerah.

Setiap Tahun, penyelenggaraan festival ini diinisiasi oleh Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI), bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Ketua FKPPI Sumenep sekaligus Ketua Panitia Festival Musik Tong-tong se-Madura 2025, Edi Susanto, menyampaikan bahwa persiapan acara sudah hampir rampung.
Ia menegaskan festival ini bukan hanya sebagai hiburan, melainkan juga wadah pelestarian budaya sekaligus ajang prestasi bagi para seniman Madura.
“Kalau memang itu baik dan layak, mungkin bisa. Sejak dulu, ketentuan dari panitia memang memperbolehkan pemegang juara berturut-turut sampai tiga kali,” ujar Edi kepada nusainsider.com, Rabu (24/9/2025).
Pernyataan tersebut menjawab rasa penasaran publik terkait peluang Grup Musik Tong-tong Angin Ribut, sang juara umum dua kali berturut-turut pada 2023 dan 2024. Tahun ini, mereka kembali difavoritkan agar mempertahankan Piala Bergilir Bupati Sumenep.
Menurut Edi sapaan akrabnya, peluang Angin Ribut meraih gelar juara umum untuk ketiga kalinya terbuka lebar.
“Kalau masih dua kali, artinya masih ada kesempatan meraih juara umum kembali, jika memang layak,” tambahnya.
Lebih lanjut, Edi menjelaskan bahwa aturan terkait batas maksimal tiga kali berturut-turut menjadi juara umum sudah lama diterapkan dalam festival musik tong-tong ini.
Tradisi tersebut, katanya, telah dijaga sejak masa kepemimpinan FKPPI sebelumnya.
“Aturan itu sudah ada sejak dulu, mulai dari kepemimpinan Pak Darto, kemudian dilanjutkan Pak Farid, hingga sekarang saya. Jadi, aturan itu memang tetap berlanjut,” tegasnya.
Festival Musik Tong-tong se-Madura 2025 diprediksi akan semakin seru dan penuh ketegangan. Persaingan antar grup dipastikan berlangsung ketat, mengingat banyaknya grup musik tong-tong dari berbagai daerah di Madura yang sudah menyiapkan penampilan terbaik.
Bagi masyarakat Madura, musik tong-tong bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana memperkuat jati diri, kebersamaan, dan budaya lokal.
Dengan masuknya festival ini dalam kalender KEN 2025, diharapkan gaungnya dapat menarik perhatian wisatawan nasional bahkan internasional, “Tutupnya.
![]()
Penulis : Wafa

















