Cilok, Tato, dan Prahara Sapeken: Saat Adat Bertarung dengan Modernitas

Jumat, 22 Agustus 2025 - 23:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Desa Sapeken, Joni Junaidi (Kanan), Ilustrasi Perempuan 'Si Tato' (Kiri).

Foto. Kepala Desa Sapeken, Joni Junaidi (Kanan), Ilustrasi Perempuan 'Si Tato' (Kiri).

SUMENEP, nusainsider.com Pulau Sapeken, yang selama ini dikenal sebagai pulau santri nan damai, kini diguncang prahara. Kepala Desa Sapeken, Joni Junaidi, terseret laporan dugaan penganiayaan yang dilayangkan warganya sendiri, Nadia (21), perempuan kontroversial yang dijuluki “Si Tato”.

Tuduhan itu ditepis keras oleh Joni. Ia menegaskan dirinya bukan preman, melainkan pemimpin desa yang berusaha menjaga marwah adat dan norma leluhur Sapeken.

Bappeda Sumenep

“Saya bukan orang gila! Apa untungnya saya menganiaya? Saya pemimpin desa, bukan preman pasar. Saya hanya menjaga marwah Sapeken,” tegasnya, Rabu (20/8/2025).

Menurut Joni, persoalan bermula sejak 2024 ketika ia menerima laporan warga tentang seorang perempuan berpenampilan nyentrik nongkrong larut malam di Pelabuhan Sapeken. Saat dicek, perempuan itu adalah Nadia, warga setempat yang lama merantau ke Bali.

Baca Juga :  Dinkes Sumenep Maksimalkan Strategi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Penampilannya dianggap menyalahi norma: rambut pirang, tubuh penuh tato, bercelana mini, memakai tanktop, serta merokok bersama seorang pria.

Ketika ditanya soal ibadah, Nadia menjawab enteng, bahkan mengaku sudah lupa. Hal inilah yang memicu kemarahan warga.

Untuk meredakan kegaduhan, Joni sempat membuat surat perjanjian. Isinya: Nadia harus berpakaian sopan selama di Sapeken. Namun, aturan itu tak digubris. Beberapa bulan kemudian, ia kembali dengan gaya lama.

Pertemuan terakhir pada Rabu (13/8) kembali memanas. Joni mengaku awalnya menegur secara baik-baik, tetapi dijawab sinis.

“Dia tatap saya melotot sambil makan cilok. Karena merasa diremehkan, saya spontan menepuk pipinya. Itu pun hanya menyerempet, kena ciloknya. Bukan penganiayaan,” ujarnya.

Meski begitu, Nadia tetap melapor ke polisi. Kapolsek Sapeken, AKP Taufik, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Benar, ada laporan dengan terlapor saudara Joni Junaidi. Saat ini sedang kami proses,” katanya.

Bagi Joni, kasus ini bukan semata soal hukum, melainkan pertarungan nilai.

“Ini bukan soal saya benar atau dia yang salah. Ini soal Sapeken. Apakah kita tetap teguh menjaga adat, atau membiarkan budaya bebas dari luar merusak moral?” tandasnya.

Dukungan moral datang dari tokoh karismatik, KH Ad Dailamy Abuhurairah. Menurut Joni, sang kiai justru menguatkannya untuk menjaga marwah agama dan adat Sapeken.

Baca Juga :  Penutupan PBAK STITA 2025 Berkesan, Mahasiswa Baru Tebar Kebaikan Lewat Bansos

Kasus ini juga menyeret perhatian publik. Bahkan Ketua PKDI Sumenep, H. Ubaid, ikut melontarkan komentar pedas. Namun Joni memilih menanggapi tenang.

“Beliau mungkin belum tahu kronologinya. Yang jelas, PKDI rumah kita bersama. Kita harus tetap objektif,” ucapnya, Jumat (22/8).

Kini, kasus Sapeken bukan lagi sekadar laporan penganiayaan. Ia menjelma menjadi panggung pertarungan ideologi: tradisi yang dijaga ketat versus kebebasan individu yang terus merangsek masuk.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

ProASN Dikebut, Pemkab Sumenep Mantapkan Manajemen Talenta ASN
Sigap dan Humanis, Polwan Sumenep Atur Lalin Saat Ibadah Jumat
Menuju Pemerintahan Akuntabel, Sumenep Perkuat Implementasi SAKIP 2025
Akun WhatsApp ‘CV Sumber Jaya Barokah’ Lenyap, Alumni Ponpes Aqidah Usymuni Desak Polda Jatim Usut Pemilik Jasa
Edukasi Lalu Lintas Masuk Kampus, Satlantas Sumenep Perkuat Kesadaran Mahasiswa Uniba
Abaikan Pemanggilan, Travel Umrah di Malang Diduga Pasang Reklame Tanpa Izin
Mahameru Lantas: Satlantas Sumenep Lakukan Rumchek Ketat di Terminal Arya Wiraraja
Ning Lia Menginspirasi: Kisah Hidup, Nilai Perjuangan, dan Gagasan Besar untuk Negeri
banner 325x300

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 20:53 WIB

ProASN Dikebut, Pemkab Sumenep Mantapkan Manajemen Talenta ASN

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:55 WIB

Sigap dan Humanis, Polwan Sumenep Atur Lalin Saat Ibadah Jumat

Jumat, 12 Desember 2025 - 12:30 WIB

Menuju Pemerintahan Akuntabel, Sumenep Perkuat Implementasi SAKIP 2025

Jumat, 12 Desember 2025 - 10:55 WIB

Akun WhatsApp ‘CV Sumber Jaya Barokah’ Lenyap, Alumni Ponpes Aqidah Usymuni Desak Polda Jatim Usut Pemilik Jasa

Kamis, 11 Desember 2025 - 21:54 WIB

Abaikan Pemanggilan, Travel Umrah di Malang Diduga Pasang Reklame Tanpa Izin

Kamis, 11 Desember 2025 - 16:55 WIB

Mahameru Lantas: Satlantas Sumenep Lakukan Rumchek Ketat di Terminal Arya Wiraraja

Kamis, 11 Desember 2025 - 15:45 WIB

Ning Lia Menginspirasi: Kisah Hidup, Nilai Perjuangan, dan Gagasan Besar untuk Negeri

Kamis, 11 Desember 2025 - 14:52 WIB

Pemuda Muhammadiyah Jatim Mantapkan Agenda Pengkaderan dan Ekologi

Berita Terbaru