Cukai Tembakau Jadi Mesin Uang Negara, Daerah Penghasil Masih Jadi Korban

Senin, 19 Januari 2026 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD/MPR RI Dr Lia Istifhama, S.Sos.,S.,Sos.i., M.E.I

Foto. Anggota DPD/MPR RI Dr Lia Istifhama, S.Sos.,S.,Sos.i., M.E.I

SURABAYA, nusainsider.com — Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai pembagian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) selama ini masih belum mencerminkan rasa keadilan bagi daerah penghasil.

Padahal, menurut Lia, daerah memiliki peran sangat besar dalam menopang penerimaan negara dari sektor cukai hasil tembakau, mulai dari hulu hingga hilir.

Aktivitas ekonomi tersebut melibatkan petani tembakau, buruh pabrik rokok, hingga industri pengolahan yang sebagian besar beroperasi di daerah.

“Daerah itu kerja keras dari awal sampai akhir. Mulai petani, buruh, sampai industri. Tapi yang kembali ke daerah justru kecil. Ini jelas perlu diperjuangkan,” ujar Lia Istifhama.

Perempuan yang akrab disapa Ning Lia ini menjelaskan, selama bertahun-tahun porsi DBHCHT yang dialokasikan ke daerah hanya berada di kisaran tiga persen, bahkan dalam beberapa kebijakan terakhir disebut cenderung menurun.

Baca Juga :  Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI

Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan semangat keadilan fiskal antara pemerintah pusat dan daerah.

Menurutnya, kontribusi daerah terhadap penerimaan negara dari cukai rokok sangat besar. Namun, dampak sosial dan ekonomi yang ditanggung daerah seperti isu kesehatan, kesejahteraan buruh, hingga ketahanan ekonomi petani belum diimbangi dengan pembagian anggaran yang proporsional.

Lia juga membandingkan skema DBHCHT dengan dana bagi hasil dari sektor sumber daya alam lainnya. Pada sektor tertentu, daerah masih memperoleh porsi yang relatif lebih besar.

Baca Juga :  Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sementara pada cukai hasil tembakau, yang aktivitas ekonominya jelas berada di daerah, pembagiannya justru sangat terbatas.

Tak hanya soal besaran anggaran, Lia turut menyoroti ketentuan pemanfaatan DBHCHT yang dinilainya terlalu kaku.

Saat ini, sebagian besar dana tersebut hanya dapat digunakan untuk sektor kesehatan, sementara kebutuhan daerah jauh lebih kompleks dan beragam.

“Masalah daerah itu tidak cuma kesehatan. Ada pendidikan, sosial, penguatan ekonomi, sampai infrastruktur. Tapi ruang pemanfaatannya masih sempit,” jelasnya.

Sebagai wakil daerah di DPD RI, Lia Istifhama menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu DBHCHT agar ke depan terjadi perubahan kebijakan yang lebih adil dan berpihak pada daerah penghasil.

Baca Juga :  Transparan dan Akuntabel, Polres Sumenep Loloskan Ratusan Casis di Tahap Rikmin Awal

Ia mendorong agar DBHCHT tidak hanya diperbesar porsinya, tetapi juga dibuat lebih fleksibel dalam pemanfaatannya.

“Ini bukan cuma soal angka. Ini soal keadilan dan keberpihakan pada daerah. Supaya hasilnya benar-benar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Lia Istifhama.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru