Dampak Inpres No. 1/2025: Anggota Banggar DPRD Sumenep Sebut Program Pembangunan Sumenep Kena Efisiensi

Senin, 24 Februari 2025 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. M. Muhri, S.Th.i Anggota DPRD Kabupaten Sumenep

Foto. M. Muhri, S.Th.i Anggota DPRD Kabupaten Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Kebijakan efisiensi anggaran yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 berdampak langsung pada program pembangunan di daerah, termasuk Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Sejumlah program yang telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 harus mengalami penundaan akibat pemangkasan dan relokasi anggaran.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, M. Muhri, menyatakan bahwa pemerintah daerah harus menyesuaikan kebijakan fiskalnya agar sejalan dengan arahan pemerintah pusat.

“Sejumlah program dalam APBD 2025 terpaksa ditunda hingga pembahasan anggaran rampung. Perubahan struktur APBD ini akan dibahas antara Banggar DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (Timgar Pemkab) dalam pekan ini,” ujar Muhri, Senin (24/2/2025).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran ini tidak akan mengorbankan sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  DPMD Sumenep Dukung Kegiatan TMMD 121 di Kepulauan Kangean

Pemerintah daerah tetap berupaya agar program-program prioritas tetap berjalan dalam skema yang lebih sesuai dengan kondisi fiskal terkini.

“Kami memahami bahwa masyarakat akan merasakan dampaknya karena banyak program yang harus ditunda. Namun, kami berkomitmen agar program yang menyentuh kepentingan rakyat tetap bisa direalisasikan,” katanya.

Muhri sapaan akrabnya juga meminta masyarakat untuk bersabar, terutama terkait penundaan proyek infrastruktur, seperti pembangunan jalan di wilayah kepulauan.

Baca Juga :  Wabup Apresiasi Baznas: “Pengentasan Kemiskinan Butuh Gerak Bersama”

Meskipun sejumlah program dihentikan sementara, ia memastikan bahwa pemangkasan anggaran tetap akan dialokasikan kembali untuk kepentingan masyarakat dalam bentuk program lain yang lebih memungkinkan.

“Kebijakan ini memang berat, tetapi ini merupakan instruksi langsung dari pemerintah pusat. Kami pastikan efisiensi anggaran ini tetap diarahkan untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Wujudkan Lingkungan Sehat, Pemdes Pinggirpapas Turun Langsung Bersih-Bersih
Budaya Gotong Royong Terjaga, Aparatur Kecamatan Batang-Batang Bersihkan Area Perbatasan
Tokoh Muda Sumenep Naghfir Sowan ke KHR. Azaim Ibrahimy, Teguhkan Warisan Sanad Keilmuan
Bayi Terluka Ditemukan di Gang Trunojoyo, Polisi Selidiki Kasus Secara Humanis
Pengukuhan DEKOPINDA Sumenep Jadi Tonggak Penguatan UMKM dan Ekonomi Pesisir
Kolaborasi KEI dan Pemkab Sumenep Perkuat Pendidikan Guru Kepulauan
Selamat Ulang Tahun Perempuan Inspiratif Jawa Timur
Prosedur KRS UNIBA Madura Menuai Keluhan, Mahasiswa Minta Reformasi Administrasi

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:47 WIB

Wujudkan Lingkungan Sehat, Pemdes Pinggirpapas Turun Langsung Bersih-Bersih

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:39 WIB

Budaya Gotong Royong Terjaga, Aparatur Kecamatan Batang-Batang Bersihkan Area Perbatasan

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:47 WIB

Tokoh Muda Sumenep Naghfir Sowan ke KHR. Azaim Ibrahimy, Teguhkan Warisan Sanad Keilmuan

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:26 WIB

Bayi Terluka Ditemukan di Gang Trunojoyo, Polisi Selidiki Kasus Secara Humanis

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:57 WIB

Pengukuhan DEKOPINDA Sumenep Jadi Tonggak Penguatan UMKM dan Ekonomi Pesisir

Kamis, 12 Februari 2026 - 01:25 WIB

Selamat Ulang Tahun Perempuan Inspiratif Jawa Timur

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:30 WIB

Prosedur KRS UNIBA Madura Menuai Keluhan, Mahasiswa Minta Reformasi Administrasi

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:45 WIB

Anggaran Bibit Pertanian Sumenep Capai Rp 2,1 Miliar, Poktan Jadi Prioritas

Berita Terbaru