Dari Desa Untuk Dunia, PR Mahaputera Nusantara Bangkitkan Ekonomi Lewat Rokok Makayasa

Senin, 5 Mei 2025 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Owner PR Mahaputera Nusantara, H Supriyadi. (Foto. Istemewa : nusainsider.com/Ach Toifur Ali Wafa)

Foto. Owner PR Mahaputera Nusantara, H Supriyadi. (Foto. Istemewa : nusainsider.com/Ach Toifur Ali Wafa)

SUMENEP, nusainsider.com PR Mahaputera Nusantara, produsen rokok kretek Makayasa dengan tagline “Dari Desa untuk Dunia”, terus menancapkan eksistensinya di pasar nasional hingga internasional melalui inovasi dan strategi kolaboratif di era digital.

Pengusaha muda H. Supriyadi, pemilik PR Mahaputera Nusantara, menegaskan bahwa kualitas produk tetap menjadi prioritas utama. Namun, dalam era digital seperti sekarang, narasi atau storytelling juga memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan pasar.

Bappeda Sumenep

“Kurva penjualan kini ditentukan oleh kekuatan narasi dan pemasaran. Salah satu faktor yang membuat Makayasa menembus pasar nasional dan internasional adalah kolaborasi kami dengan teman-teman media,” ungkap Supriyadi saat ditemui media nusainsider.com di Ruang kerjanya, Senin 5 Mei 2025.

Perjalanan Makayasa dimulai pada 2021. Setelah melalui proses rintisan dan pengembangan, produksi massal resmi dimulai pada tahun 2023. Namun, kiprah Supyadi di dunia rokok kretek sudah berlangsung sejak lima tahun lalu.

Baca Juga :  Kolaborasi PUTR Bersama PT PLN Dukung Peningkatan Kualitas Sanitasi di Sumenep

Dalam waktu sembilan bulan, rokok Makayasa berhasil masuk ke pasar 82 kabupaten di Indonesia. Secara nasional, produk ini telah dipasarkan di Jakarta, Kalimantan Utara, Riau, Batam, NTB, dan NTT.

Di kancah internasional, Makayasa sudah menembus pasar Kuala Lumpur, Malaysia.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa produk lokal dari Sumenep memiliki daya saing global jika dikembangkan dengan strategi yang tepat.

Baca Juga :  Menjelang Hari Raya Idul Fitri, DKPP Sumenep Kembali Gelar GPM

Hingga kini, Makayasa mempekerjakan sekitar 70 karyawan. Rata-rata penjualan per bulan mencapai 1.500 hingga 2.000 bal besar. Sementara untuk penjualan harian, berkisar antara 50 hingga 60 bal.

“Branding akan terbentuk secara otomatis ketika penjualannya bagus. Jadi, branding yang sebenarnya adalah penjualan itu sendiri. Kolaborasi dengan media adalah langkah brilian untuk mencapai target tersebut,” tambahnya.

Selain fokus pada ekspansi bisnis, Supriyadi juga memiliki misi sosial untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Sumenep. Menurutnya, membangun industri kreatif dari desa dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca Juga :  Ungkap Kasus Tabrak Lari Terbanyak se-Jawa Timur, Polres Sumenep Terima Prestasi 

Dengan pendekatan yang menggabungkan kualitas produk, kekuatan narasi, dan kolaborasi strategis, Makayasa menjadi salah satu contoh sukses produk lokal yang mampu bersaing di level nasional dan internasional, “Tutupnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi
HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen
PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota
Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital
Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait
Isu Maladministrasi Seleksi Sekda Dipatahkan Surat Resmi BKN, Begini
Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan
Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar
banner 325x300

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:53 WIB

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:21 WIB

HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:31 WIB

PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:29 WIB

Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:47 WIB

Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:46 WIB

Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:47 WIB

Dari Bencana Menuju Harapan, BAZNAS Sumenep Perbaiki Rumah Warga Pabian

Berita Terbaru