Disdik Sumenep Larang Sekolah Rekrut Guru Non ASN Baru, Status Guru Honorer Lama Diperjuangkan

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sumenep, Moh Iksan S.Pd., MT

Foto. Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sumenep, Moh Iksan S.Pd., MT

SUMENEP, nusainsider.com Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep meminta seluruh sekolah di wilayahnya untuk tidak lagi melakukan pengangkatan guru non Aparatur Sipil Negara (ASN) baru.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 tentang Penugasan Guru Non Aparatur Sipil Negara pada Satuan Pendidikan yang Diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Tahun 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh Iksan, mengatakan pihaknya telah menyampaikan surat edaran tersebut kepada seluruh satuan pendidikan, baik tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP), agar tidak lagi merekrut tenaga guru non ASN di luar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“SE itu sudah kami sampaikan ke seluruh sekolah. Kami minta agar tidak ada lagi pengangkatan guru non ASN baru,” ujar Moh Iksan.

Menurutnya, kebijakan tersebut wajib dipatuhi oleh seluruh lembaga pendidikan sebagai bentuk penyesuaian terhadap regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat.

Baca Juga :  Ning Lia Hadiri Wisuda SMP Khadijah Surabaya, Dorong Lulusan Jadi Generasi Tangguh dan Berakhlak

Dengan demikian, pengelolaan tenaga pendidik di daerah dapat berjalan sesuai dengan arah kebijakan nasional.

Meski demikian, Disdik Sumenep juga memberikan perhatian serius terhadap keberadaan guru non ASN yang saat ini masih cukup banyak, baik di tingkat SD maupun SMP. Mereka dinilai telah memiliki kontribusi besar dalam mendukung proses pendidikan di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Kabar Baik! UMK Sumenep 2025 Naik, Ini Harapan Pemerintah

Moh Iksan menegaskan bahwa para guru non ASN tersebut tidak boleh diabaikan, mengingat mereka telah lama mengabdikan diri dan menjadi bagian penting dalam kegiatan belajar mengajar, terutama di wilayah kepulauan dan daerah pelosok yang masih membutuhkan banyak tenaga pendidik.

“Kami tidak berharap mereka dirumahkan. Mereka sudah lama mengabdi di sekolah dan ikut menopang proses belajar mengajar,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap nasib para guru non ASN, Disdik Sumenep berencana mengajukan usulan kepada pemerintah pusat agar mereka mendapatkan kejelasan status kepegawaian.

Baca Juga :  BKPSDM Sumenep Secara Resmi Umumkan Hasil Seleksi Administrasi Calon PPPK Periode I

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian masa depan bagi para guru non ASN yang selama ini telah berkontribusi dalam dunia pendidikan.

“Kami akan minta ke kementerian agar guru non ASN ini memiliki status yang jelas, baik melalui skema PPPK maupun CPNS,” tambah Moh Iksan.

Dengan adanya kebijakan tersebut, Disdik Sumenep berharap tata kelola tenaga pendidik dapat berjalan lebih tertib sesuai aturan yang berlaku, sekaligus tetap memberikan perhatian terhadap kesejahteraan dan masa depan para guru non ASN yang telah lama mengabdi di lingkungan pendidikan Kabupaten Sumenep.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas
Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata
Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan
MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak
Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep
Implementasi Arahan Presiden, Bappeda Sumenep Bergerak Ciptakan Kota Bersih dan Sehat
Khitan Laser Gratis di Sapeken Ringankan Beban Warga, Program PPM KEI Tuai Pujian

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:36 WIB

Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:49 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:32 WIB

Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:50 WIB

Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:53 WIB

MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:32 WIB

Implementasi Arahan Presiden, Bappeda Sumenep Bergerak Ciptakan Kota Bersih dan Sehat

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:53 WIB

Khitan Laser Gratis di Sapeken Ringankan Beban Warga, Program PPM KEI Tuai Pujian

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:48 WIB

Bupati Fauzi Inisiasi Sumenep Kepulauan, Langkah Strategis Menuju Pusat Pertumbuhan Provinsi Madura

Berita Terbaru