SUMENEP, nusainsider.com — Pupuk organik Shakti yang di kembangkan oleh koperasi Produsen Tani Keraton Langit, Pasongsongan Sumenep dibuat untuk membantu petani di kabupaten sumenep yang ketergantungan akan pupuk kimia berubah mempergunakan pupuk organik lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dalam uji coba pupuk organik Shakti tersebut, telah diuji cobakan pada program demplot bawang merah di lahan kelompok tani Batu Langit desa lebeng barat kecamatan Pasongsongan sumenep yang hasilkan diluar dugaan.

Diketahui, tertanggal 12 September lalu, kelompok tani Batu langit desa Lebeng barat melakukan panen perdana demplot bawang merah program Upland project 2023 dengan menghasilkan panen 19,6 Ton per-hektare.
BERIKUT VIDEONYA! KLIK DI SINI
Kepala Dinas KPP Sumenep Arif Firmanto mengapresiasi kelompok tani “Batu Langit” yang memproduksi sendiri pupuk organik cair “Shakti” yang berhasil diuji cobakan pada program demplot bawang merah tahun 2023 ini.
Dalam pergeseran ini, kelompok tani utamanya di Kabupaten Sumenep berupaya memanfaatkan potensi pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah, menjaga keberlanjutan lingkungan, dan menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan berkualitas.
“Jadi, memang di sana di desa lebeng barat sudah mampu untuk mengurangi secara cukup signifikan penggunaan pupuk kimia, dan hasilnya terbukti cukup bagus dan hasil panen bawang merah cukup memuaskan”, jelasnya.
Arif sapaan akrabnya berupaya, untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan program tersebut pihaknya berinisiatif untuk menyelenggarakan langkah strategis. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi yang komprehensif melalui jaringan penyuluh pertanian yang tersebar di setiap kecamatan.
Hal tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para petani di kabupaten sumenep.
Kadis murah senyum itu menjelaskan bahwa nantinya para kelompok tani mendapatkan pemahaman untuk memproduksi dan menggunakan pupuk organik shakti tersebut.
Mengingat Kabupaten Sumenep memiliki banyak limbah pertanian, hewan ternak, tentu menghasilkan kotoran hewan yang melimpah, untuk selanjutnya bisa diolah menjadi pupuk organik.
“Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan peralatan yang dibiayai oleh APBN dan APBD guna mendukung peningkatan produksi pupuk organik di Kabupaten Sumenep ,” imbuhnya.
Harapannya, bahwa ke depan para petani akan lebih cenderung menggunakan pupuk organik, karena penggunaan jenis pupuk ini dapat meningkatkan kualitas unsur hara dalam tanah.
Meskipun memerlukan waktu lebih lama, jika struktur tanah sudah terjaga dengan baik, hasil yang diperoleh dari pupuk organik shakti tersebut akan lebih baik dibandingkan dengan pupuk kimia jenis lain, “tutupnya.
![]()

















