Dr Lia Istifhama: Dunia Harus Buktikan Keadilan Internasional Itu Nyata

Sabtu, 28 Juni 2025 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I yang Akrab disapa Neng Lia.

Foto. Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I yang Akrab disapa Neng Lia.

SURABAYA, nusainsider.com Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Presiden Prabowo Subianto dan Pemerintah Malaysia dalam mendorong penyelesaian konflik Israel–Palestina melalui skema Two-State Solution.

Menurut Lia, solusi dua negara bukan semata kebijakan diplomatik, melainkan wujud komitmen nyata terhadap perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia.

“Dukungan Indonesia dan Malaysia terhadap Two-State Solution adalah bentuk pembelaan terhadap HAM rakyat Palestina yang telah lama hidup di bawah pendudukan,” tegasnya dalam keterangan pers di Surabaya, Sabtu (28/6/2025).

Lia menilai kebijakan Presiden Prabowo yang vokal menyuarakan penyelesaian damai menunjukkan keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan.

Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai pengejawantahan dari Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

“Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menolak segala bentuk penjajahan. Two-State Solution bukan sekadar isu geopolitik, tapi jalan menuju keadilan dan kemanusiaan,” ujarnya.

Solusi dua negara merujuk pada upaya mendirikan dua negara berdaulat yang hidup berdampingan secara damai, yakni Israel dan Palestina.

Baca Juga :  Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445H, Bupati Sumenep Keluarkan Surat Edaran Begini

Gagasan ini sudah diakui dalam Kesepakatan Oslo 1993, namun implementasinya kerap terhambat oleh ekspansi permukiman ilegal Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, serta kekerasan bersenjata yang terus menelan korban sipil.

Sebagai senator yang dikenal vokal menyuarakan isu sosial dan HAM, Lia memandang dukungan Indonesia terhadap solusi diplomatik adalah bagian dari tekanan moral internasional terhadap Israel untuk menghentikan kekerasan dan membuka ruang perdamaian.

“Korban konflik ini mayoritas adalah warga sipil—anak-anak, perempuan, keluarga tak berdosa. Kita tidak boleh tutup mata terhadap pelanggaran HAM yang terus terjadi,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi sikap Malaysia yang sejalan dengan Indonesia. Lia meyakini bahwa posisi bersama kedua negara akan memperkuat peran ASEAN dan dunia Islam dalam memperjuangkan diplomasi damai di kawasan Timur Tengah.

“Kolaborasi diplomatik dari negara-negara Asia Tenggara dan Timur Tengah sangat strategis. Ini bisa menjadi kekuatan moral dan politik untuk menekan Israel agar patuh terhadap hukum internasional,” tuturnya.

Lebih jauh, Ning Lia menekankan bahwa komitmen Indonesia terhadap perjuangan Palestina sudah berlangsung lama dan konsisten.

Baca Juga :  Lia Istifhama Apresiasi Langkah Baznas Perkuat Ekonomi Perempuan Tanpa Riba

Dukungan tersebut hadir dalam bentuk pernyataan politik di forum internasional, bantuan kemanusiaan, hingga dukungan pendidikan dan pembangunan di Palestina.

“Ini adalah bentuk solidaritas nyata. Kita bukan hanya bersuara, tapi juga hadir untuk membantu,” jelas senator yang kerap dijuluki “idola masyarakat Jawa Timur” itu.

Menurutnya, Two-State Solution harus dilihat dalam kerangka misi kemanusiaan global. Ia menyatakan, penyelesaian adil atas konflik Israel–Palestina akan menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan kemanusiaan dunia.

“Penyelesaian konflik ini akan membuktikan bahwa keadilan internasional bukan sekadar wacana. Dunia harus membuktikan bahwa keadilan global itu nyata dan mungkin diwujudkan,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN
Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya
Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik
Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:46 WIB

Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Rabu, 2 September 2026 - 05:49 WIB

Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Selasa, 1 September 2026 - 13:34 WIB

Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Selasa, 1 September 2026 - 10:09 WIB

Warga Sumenep, Siapkan Hati! Sumenep Bersholawat Digelar Malam Ini di GOR A Yani

Berita Terbaru