Duka di Balik Urusan Dana BOSP, Dua Ibu Diduga Jadi Korban Sistem Administrasi Rumit

Senin, 27 April 2026 - 06:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com Dua peristiwa tragis yang dikaitkan dengan proses pencairan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuai perhatian serius dari DPRD Kabupaten Sumenep.

Anggota DPRD Sumenep, Syamsul Bahri, menyampaikan keprihatinannya dan mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pencairan dana tersebut agar tidak lagi menimbulkan dampak sosial yang merugikan masyarakat.

Ia mengungkapkan, peristiwa pertama dialami oleh Nur’aini, Kepala Kelompok Bermain (KB) Al Azhar Sepanjang. Nur’aini diduga mengalami kelelahan akibat proses administrasi pencairan dana BOSP yang dinilai berbelit-belit.

Dalam kondisi tersebut, ia harus menjalani persalinan yang berujung pada meninggalnya bayi yang dilahirkannya.

Baca Juga :  Semangat Lokal, Prestasi Nasional: UKK UNIJA Taklukan Turnamen Bergengsi

Peristiwa kedua menimpa Aminah, seorang guru TK Rahmatul Aula Sakala. Anak Aminah yang masih berusia tiga bulan dilaporkan meninggal dunia setelah ditinggal ibunya ke daratan Sumenep untuk mengurus pencairan dana BOSP.

“Ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai proses administratif yang seharusnya membantu operasional pendidikan justru membawa dampak buruk bagi masyarakat, khususnya tenaga pendidik PAUD,” ujar Syamsul, Minggu (26/4/2026) malam melalui pesan singkat.

Ia menekankan pentingnya evaluasi sistem, terutama bagi lembaga pendidikan di wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan akses, jarak tempuh, serta waktu perjalanan yang panjang.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap kondisi geografis. Kalau memang bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit,” tegas anggota Komisi IV DPRD Sumenep tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Moh. Iksan, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan internal terkait proses pencairan dana tersebut.

Baca Juga :  Belasan Jabatan Bergeser, Polres Sumenep Lakukan Rotasi Besar-besaran

Berdasarkan laporan awal dari jajarannya, sebagian besar petugas disebut telah berupaya membantu dan mempermudah proses pencairan. Namun, diakui masih terdapat kendala yang berasal dari sebagian lembaga penerima.

“Teman-teman di lapangan justru banyak membantu. Namun, ada sebagian lembaga yang kurang mengindahkan prosedur. Ini akan kami koordinasikan lebih lanjut, khususnya dengan wilayah Sapeken,” ujar Iksan mengutip laporan internal.

Meski demikian, ia menegaskan telah menginstruksikan seluruh jajaran agar tidak mempersulit proses pencairan dana, baik BOSP maupun BOP PAUD.

“Kita ini bukan auditor, melainkan verifikator. Prinsipnya harus mempermudah, itu yang selalu saya tekankan,” tegasnya, Senin (27/4/2026).

Kasus ini memicu sorotan publik terhadap efektivitas pelayanan administrasi pendidikan, terutama di wilayah kepulauan.

Baca Juga :  Tak Disangka! Lima OPD Ini Bikin Bangga Sumenep di Ajang SMSI Award

Evaluasi menyeluruh dinilai mendesak agar program bantuan pendidikan benar-benar memberikan kemudahan, bukan justru menambah beban bagi para tenaga pendidik.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Tak Cukup Penegakan Hukum, HIMAGA Minta Pencegahan Kasus Asusila Anak Diperkuat
Aksi BEM Jabodetabek Memanas, Mahasiswa Minta Presiden Prabowo Akui Kesalahan Pemerintah
Tipikor Jatim Masuki Tahap Penting, Terdakwa Korupsi BSPS Sumenep Akan Diuji di Persidangan
Konsisten Berbagi, 11 Hari Program Detikzone.id Berbagi Buktikan Media Bisa Menjadi Jembatan Kebaikan
Opini Fauzi As ; Penjahat Bernama Prabowo
Dukung Swasembada Pangan, Polisi Cek Pengelolaan Peternakan Ayam Petelur di Babbalan
Meski Diguyur Hujan Deras, Koramil 0827/20 Sapudi Tetap Bantu Warga Gotong Royong
Di Tengah Sorotan Proyek Pelra Rp45,1 Miliar, Kekayaan Kepala KSOP Kalianget Tercatat Rp876 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:52 WIB

Tak Cukup Penegakan Hukum, HIMAGA Minta Pencegahan Kasus Asusila Anak Diperkuat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:19 WIB

Aksi BEM Jabodetabek Memanas, Mahasiswa Minta Presiden Prabowo Akui Kesalahan Pemerintah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:48 WIB

Tipikor Jatim Masuki Tahap Penting, Terdakwa Korupsi BSPS Sumenep Akan Diuji di Persidangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:42 WIB

Konsisten Berbagi, 11 Hari Program Detikzone.id Berbagi Buktikan Media Bisa Menjadi Jembatan Kebaikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:09 WIB

Opini Fauzi As ; Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:25 WIB

Meski Diguyur Hujan Deras, Koramil 0827/20 Sapudi Tetap Bantu Warga Gotong Royong

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:28 WIB

Di Tengah Sorotan Proyek Pelra Rp45,1 Miliar, Kekayaan Kepala KSOP Kalianget Tercatat Rp876 Juta

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:57 WIB

Nama Anggota DPR Ramai Disebut, LSM Bidik Minta Kejagung Beri Kepastian Hukum

Berita Terbaru

Foto. Fauzi As saat Berada di sebuah Cafe Hotel di Surabaya - Jawa Timur

Berita

Opini Fauzi As ; Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:09 WIB