Eks Ketua PMII Jatim Bongkar Tuntutan Demo: Kebijakan Tak Bisa Diputus di Jalanan

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur (Kanan), A Bayjuri Eks Aktivis PKC PMII Jawa Timur (Kiri).

Foto. Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur (Kanan), A Bayjuri Eks Aktivis PKC PMII Jawa Timur (Kiri).

SUMENEP, nusainsider.com — Ajakan demonstrasi untuk menurunkan Gubernur Jawa Timur yang viral di media sosial menuai komentar keras dari mantan Ketua Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur, Bayjuri.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa masyarakat Jawa Timur tidak boleh mudah terprovokasi isu yang belum tentu benar. Aksi demo itu rencananya digelar pada 3 September 2025 dengan tiga tuntutan utama.

Pertama, penghapusan tunggakan pajak kendaraan bermotor roda dua dan roda empat. Kedua, pengusutan dugaan korupsi dana hibah triliunan rupiah yang disebut melibatkan Gubernur Jawa Timur. Ketiga, penghapusan pungutan liar di SMA/SMK Negeri se-Jawa Timur.

Menurut Bayjuri, tuntutan penghapusan tunggakan pajak jelas tidak bisa diputuskan sembarangan. Kebijakan pajak, katanya, lahir melalui kajian, analisa, dan telaah mendalam.

“Faktanya, tingkat kepatuhan bayar pajak di Jawa Timur sangat tinggi. Tahun 2024 mencapai 85 persen, dengan perolehan dana Rp2,4 triliun,” tegasnya.

Jika tunggakan pajak dihapuskan, lanjut Bayjuri, keadilan bagi 85 persen masyarakat yang sudah taat membayar pajak akan terabaikan. Padahal, dana pajak dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan SDM, hingga fasilitas publik.

“Itu artinya kebijakan pajak adalah strategi jangka panjang, bukan kebijakan populis jangka pendek,” tambahnya.

Menanggapi tuntutan kedua, Bayjuri menegaskan kasus dugaan korupsi dana hibah sudah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Proses hukum sedang berjalan dan wajib dikawal bersama.

“Gubernur Khofifah sudah memenuhi panggilan KPK di Polda Jawa Timur. Penting digarisbawahi, beliau bukan terperiksa atau tersangka. Hanya dimintai keterangan sebagai saksi terkait dugaan korupsi dana hibah Pokmas,” jelasnya.

Bayjuri menegaskan, publik jangan sampai beranggapan gubernur diam. Justru, Khofifah dinilai kooperatif dengan KPK dan aparat hukum.

Baca Juga :  Diplomasi Pendidikan: STITA Aqidah Usymuni Berkiprah di Kancah Internasional

Terkait tuntutan ketiga, yakni pungli di SMA/SMK Negeri, Bayjuri mengingatkan bahwa gubernur berulang kali memberi peringatan keras.

“Tidak boleh ada pungli. Kalau pun masih ditemukan, itu jelas ulah oknum. Mari bersama-sama kita laporkan kepada aparat penegak hukum,” katanya.

Bayjuri juga menanggapi klaim bahwa aksi demonstrasi bisa menjatuhkan gubernur dari jabatannya. Menurutnya, hal itu mustahil dilakukan hanya lewat jalanan.

“Dalam sistem hukum, pemberhentian gubernur hanya bisa dilakukan melalui mekanisme resmi di DPRD bersama Presiden, bukan lewat demonstrasi,” ujarnya tegas.

Karena itu, ia mengajak masyarakat Jawa Timur tetap cerdas dan tidak mudah terprovokasi gerakan yang mengatasnamakan advokasi, tetapi sarat kepentingan politik.

“Setiap kebijakan di Jawa Timur sudah melalui proses matang, berpihak pada masyarakat luas, dan berorientasi pada masa depan. Bukan sekadar memenuhi kepentingan pribadi atau kelompok,” pungkasnya.

Bayjuri menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya mengawal kebijakan dengan bijak.

“Yang sedang dibangun Gubernur Jawa Timur adalah generasi yang lebih sejahtera dan berpendidikan,” tandasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kementerian Pariwisata Apresiasi Sumenep, Festival Tong-Tong Didorong Dongkrak UMKM dan Kunjungan wisatawan
Pelantikan Arya Wiraraja Warnai Festival Tong-Tong 2026, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kemenpar RI
KOKAR Bali Bawa Nuansa Pulau Dewata ke Panggung Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026
Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Kementerian Pariwisata Apresiasi Sumenep, Festival Tong-Tong Didorong Dongkrak UMKM dan Kunjungan wisatawan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Pelantikan Arya Wiraraja Warnai Festival Tong-Tong 2026, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kemenpar RI

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:36 WIB

KOKAR Bali Bawa Nuansa Pulau Dewata ke Panggung Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Berita Terbaru