HM Pengusaha Rokok Ilegal Diduga kebal Hukum, Berbagai Distributor Dikerahkan ke Kampung-kampung

Sabtu, 1 Februari 2025 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Salahsatu Mobil Milik HZ yang Diparkir Depan Rumahnya.

Foto. Salahsatu Mobil Milik HZ yang Diparkir Depan Rumahnya.

SUMENEP, nusainsider.com — Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, semakin masif di Berbagai toko dan tempat lainnya.

Bisnis tanpa pita cukai tersebut diduga dikendalikan oleh seorang pengusaha berinisial HM, dengan jaringan distributor yang memperlancar distribusinya ke berbagai wilayah.

Berdasarkan penulusuran Pimpinan Redaksi Nusa Insider sekaligus CEO Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM), Toifur Ali Wafa, mengungkapkan bahwa bisnis ini tetap eksis karena adanya distributor kepercayaan HM.

“Di antara orang-orang itu ada inisial F dari Desa Ketawang Larangan, Ganding; HZ dari Desa Gadu Barat, Ganding; S dari Desa Bragung, Guluk-Guluk; dan Z dari Desa Ketawang Daleman, Ganding,” ujar Toifur, Sabtu (1/2/2025).

Baca Juga :  Diduga Menyalahi Wewenang, BPD Matanair Keluhkan Kepemimpinan Ahmad Rasidi Hingga Gaji 7 Bulan Dibekukan

Ia menilai keberadaan jaringan distribusi ini menjadi faktor utama yang membuat bisnis rokok ilegal sulit diberantas.

Toifur menegaskan bahwa maraknya peredaran rokok ilegal berdampak serius pada penerimaan negara. Tidak adanya pembayaran cukai menyebabkan kerugian besar bagi pemerintah.

“Negara mengalami kerugian karena tidak ada pemasukan dari pajak dan cukai yang seharusnya dibayarkan,” katanya.

Meski pemerintah daerah dan aparat penegak hukum telah berupaya menindak peredaran rokok ilegal, Toifur menilai langkah tersebut belum efektif.

“HM seolah kebal hukum. Bisnisnya telah berjalan bertahun-tahun tanpa tersentuh tindakan tegas,” tambahnya.

Sebelumnya, peredaran rokok tanpa pita cukai di Sumenep dilaporkan semakin meluas. Pabrik yang berlokasi di Kecamatan Ganding diduga tetap aktif memproduksi berbagai merek rokok ilegal, termasuk Gico, Dubai, Fantastic Klik, Fantastic Mild, Milde, Milde Bold, Rebel, Albaik, dan Albaik Mentol Hijau dan Exo.

Toifur sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bea Cukai Jawa Timur untuk mendorong operasi pemberantasan rokok ilegal di Sumenep.

Baca Juga :  Peningkatan Infrastruktur Kepulauan menjadi Instrumen Kepala Bappeda Sumenep dalam Forum Konsultasi Publik RKPD Jatim 2026

“Kami dari ALARM akan kembali berkoordinasi dengan membawa berbagai barang bukti peredaran rokok ilegal yang dijual di berbagai toko dan tempat lainnya,” jelasnya.

Ia mempertanyakan mengapa aparat penegak hukum belum mengambil tindakan tegas terhadap pabrikan yang jelas-jelas melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

“Apakah Satpol PP maupun Bea Cukai tutup mata terhadap pabrik ini?” tanyanya.

Selain merugikan negara, peredaran rokok ilegal juga berdampak negatif pada kesehatan masyarakat.

“Pada level pertama, rokok berdampak buruk bagi kesehatan perokok. Pada level kedua, merugikan perokok pasif. Jika yang dikonsumsi adalah rokok ilegal, dampaknya lebih luas karena tidak ada dana untuk mitigasi kesehatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Toifur menyebut bahwa peredaran rokok ilegal menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat, merugikan industri rokok legal, serta meningkatkan konsumsi rokok di kalangan usia muda.

“Pada akhirnya, ini juga menjadi hambatan dalam upaya pengentasan kemiskinan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak HM maupun aparat penegak hukum terkait dugaan ini. Padahal pihak pewarta sudah Meneruskan Pemberitaan awal melalui Whatsapp HM dan HZ.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa
Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan
KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja
Dinkes Sumenep Perluas Edukasi Kesehatan, Kasus ISPA Dilaporkan Turun 70 Persen
Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!
FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:53 WIB

KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:43 WIB

FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Dorong Pelayanan Posyandu Berkualitas, Kader di Pragaan Laok Ikuti Supervisi Fasilitatif

Berita Terbaru