Inovasi Digital! Dispendukcapil Sumenep Gunakan TikTok untuk Edukasi Administrasi Kependudukan

Jumat, 14 Maret 2025 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Akun Tiktok Dispendukcapil Kabupaten Sumenep.

Foto. Akun Tiktok Dispendukcapil Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.com Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep terus berinovasi dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat.

Salah satu terobosan terbaru yang mereka lakukan adalah memanfaatkan platform TikTok sebagai sarana edukasi dan sosialisasi administrasi kependudukan. Dengan langkah ini, mereka dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan informasi secara interaktif.

Inisiatif ini tidak hanya menarik perhatian warga Sumenep, tetapi juga mendapat pengakuan dari pemerintah pusat.

Keaktifan Disdukcapil Sumenep dalam melakukan edukasi melalui TikTok membuat mereka dipercaya sebagai narasumber dalam sesi live yang diadakan oleh Kementerian Dalam Negeri setiap Jumat.

Hal ini membuktikan bahwa pemanfaatan media sosial dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam administrasi kependudukan.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Sumenep mengungkapkan bahwa penggunaan TikTok sebagai media komunikasi berawal dari evaluasi efektivitas penyampaian informasi.

Sebelumnya, mereka menggunakan podcast untuk menyebarkan informasi kependudukan. Namun, partisipasi masyarakat dalam podcast tersebut masih tergolong rendah. Banyak masyarakat yang tidak aktif mengikuti dan kurang tertarik untuk mendengarkan pembahasan dalam format tersebut.

Setelah mencoba melakukan siaran langsung di TikTok, hasil yang diperoleh sangat berbeda. Respons masyarakat jauh lebih besar, dan keterlibatan mereka dalam diskusi meningkat drastis, “kata Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Sumenep, Jumat 14 Maret 2025.

Melalui live TikTok, ribuan orang dapat langsung berinteraksi dengan petugas Disdukcapil dan mengajukan pertanyaan terkait layanan kependudukan. Hal ini membuat penyampaian informasi menjadi lebih efektif dibandingkan metode sebelumnya.

“Saat kami melakukan live TikTok, ribuan orang ikut serta dan langsung berinteraksi. Banyak masyarakat yang merasa terbantu karena bisa mendapatkan informasi layanan kependudukan secara langsung. Bahkan, beberapa pejabat dan tokoh masyarakat juga mengapresiasi langkah ini,” Pungkasnya.

Keaktifan Disdukcapil Sumenep dalam memanfaatkan TikTok juga menarik perhatian Kementerian Dalam Negeri. Kini, setiap Jumat, mereka rutin diundang sebagai narasumber dalam sesi live yang diadakan oleh Kementerian.

Baca Juga :  Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi

Dalam sesi tersebut, mereka menjawab berbagai pertanyaan dari masyarakat di seluruh Indonesia mengenai layanan kependudukan.

Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan Bupati Sumenep yang melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan live di TikTok selama jam kerja, kecuali untuk kepentingan pelayanan publik, “Tuturnya.

Dengan demikian, penggunaan TikTok oleh Disdukcapil Sumenep bukan sekadar hiburan, melainkan benar-benar difokuskan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami sudah melakukan ini jauh sebelum aturan tersebut diberlakukan. Live TikTok yang kami lakukan murni untuk edukasi dan sosialisasi layanan, bukan untuk hiburan pribadi,” jelasnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa inisiatif yang mereka jalankan tidak bertentangan dengan kebijakan yang ada.

Baca Juga :  Jalan Umum Ditolak, Toko Miras Dibiarkan: Sikap RW 12 Dipertanyakan

Selain mempermudah akses informasi, Disdukcapil Sumenep juga terus mengimbau masyarakat agar melengkapi dokumen kependudukan mereka sebelum benar-benar dibutuhkan.

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dokumen kependudukan masih perlu ditingkatkan agar mereka tidak menghadapi kendala di kemudian hari.

Dengan pendekatan digital ini, Dispendukcapil Sumenep membuktikan bahwa pelayanan publik bisa dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

Tanpa harus mengeluarkan biaya besar, mereka dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui platform media sosial. Edukasi yang diberikan juga menjadi lebih mudah dipahami karena masyarakat dapat bertanya secara langsung dan mendapatkan jawaban secara real-time.

Baca Juga :  Perkuat Kepedulian Sosial, 102 Lembaga di Sumenep Terima Dana Hibah

Salah satu pesan penting yang selalu disampaikan oleh Disdukcapil Sumenep dalam setiap sesi live adalah terkait bahaya menggunakan jasa calo.

Banyak masyarakat yang masih tergiur menggunakan perantara dalam pengurusan dokumen kependudukan, padahal semua layanan yang disediakan oleh Disdukcapil bersifat gratis.

“Jangan sampai karena terburu-buru, malah jatuh ke calo. Semua layanan di Disdukcapil itu gratis, dan ini selalu kami tekankan di setiap live TikTok,” Tutupnya.

Diketahui, Dengan penekanan tersebut, diharapkan masyarakat semakin sadar dan tidak mudah tertipu oleh oknum yang menawarkan jasa pengurusan dokumen dengan biaya tertentu.

Keberhasilan Disdukcapil Sumenep dalam memanfaatkan TikTok sebagai media edukasi dan sosialisasi menjadi bukti bahwa inovasi digital dapat diterapkan dalam pelayanan publik. Dengan pendekatan yang lebih modern dan interaktif, informasi dapat tersampaikan dengan lebih cepat, luas, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Tabir Skandal Cukai Mulai Terbuka, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Madura
Tiga Komoditas Unggulan Digenjot, HDDAP Bawa Harapan Baru Petani Sumenep
Kasus Kokain 27,83 Kg di Sumenep Picu Kecurigaan Publik, JSI Ingatkan Kasus Teddy Minahasa 
Bappeda Sumenep Gelar Musrenbang RKPD 2027, Sinergikan Aspirasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Di Tengah Pemeriksaan KPK, PR Cahayaku Justru Nekat Edarkan Rokok Ilegal “Merah Delima”
Arif Firmanto Hadiri Dialog Keinsinyuran di ITS,Bahas Peran Insinyur untuk Pembangunan Nasional
Live Music Arinna Cafe Jadi Daya Tarik, Ketua JSI Sumenep Turut Meriahkan Panggung
Tekan TBC, Dinkes Sumenep Edukasi Warga dari Daratan hingga kepulauan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 06:34 WIB

Tabir Skandal Cukai Mulai Terbuka, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Madura

Kamis, 16 April 2026 - 15:32 WIB

Tiga Komoditas Unggulan Digenjot, HDDAP Bawa Harapan Baru Petani Sumenep

Kamis, 16 April 2026 - 08:34 WIB

Kasus Kokain 27,83 Kg di Sumenep Picu Kecurigaan Publik, JSI Ingatkan Kasus Teddy Minahasa 

Kamis, 16 April 2026 - 08:32 WIB

Bappeda Sumenep Gelar Musrenbang RKPD 2027, Sinergikan Aspirasi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Kamis, 16 April 2026 - 06:22 WIB

Di Tengah Pemeriksaan KPK, PR Cahayaku Justru Nekat Edarkan Rokok Ilegal “Merah Delima”

Rabu, 15 April 2026 - 21:52 WIB

Live Music Arinna Cafe Jadi Daya Tarik, Ketua JSI Sumenep Turut Meriahkan Panggung

Rabu, 15 April 2026 - 15:51 WIB

Tekan TBC, Dinkes Sumenep Edukasi Warga dari Daratan hingga kepulauan

Rabu, 15 April 2026 - 15:38 WIB

DPRD Sumenep Bahas 3 Raperda 2026, Fraksi-Fraksi Sampaikan Pandangan Kritis

Berita Terbaru