SUMENEP, nusainsider.com — RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat transparansi tata kelola rumah sakit dengan melibatkan insan pers.
Hal ini ditunjukkan melalui kegiatan sosialisasi implementasi sistem E-Katalog dalam proses pengadaan barang dan jasa yang digelar bersama awak media di Sumenep, Selasa (7/4/2026).
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa keterlibatan media dalam kegiatan tersebut memiliki peran yang sangat penting.
Selain sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, media juga diharapkan mampu mengedukasi masyarakat terkait sistem pengadaan fasilitas kesehatan yang kini berbasis digital dan lebih akuntabel.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pengadaan, mulai dari alat kesehatan hingga kebutuhan penunjang lainnya, dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi. E-Katalog menjadi instrumen yang mampu meminimalisir risiko penyimpangan,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, melalui sistem E-Katalog, proses pengadaan menjadi lebih terbuka karena harga barang dan jasa dapat dipantau secara langsung oleh publik maupun instansi terkait secara real-time.
Hal ini memungkinkan rumah sakit mendapatkan produk berkualitas dengan harga kompetitif sesuai standar nasional.
“Dengan sistem ini, rumah sakit dapat memperoleh barang dengan kualitas terbaik namun dengan harga yang kompetitif,” tegasnya.
Melalui sosialisasi tersebut, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep berharap sinergi dengan media dapat terus terjalin erat guna mewujudkan tata kelola rumah sakit yang sehat serta pelayanan yang optimal bagi masyarakat.
“Kami akan terus berinovasi, tidak hanya dalam sisi medis dan perawatan, tetapi juga dalam administrasi pemerintahan yang sehat demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima dan terpercaya,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan Redaksi Nalarpos.id, Busaki, menyambut positif langkah tersebut.
Ia menilai, inisiatif RSUD Sumenep merupakan upaya proaktif dalam membangun kepercayaan publik melalui pengawasan partisipatif.
Menurutnya, melalui skema kerja sama advertorial, awak media mendapatkan pemahaman lebih mendalam terkait mekanisme belanja daring (online purchasing), sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat lebih akurat dan tidak bias.
“Kami sangat mengapresiasi langkah RSUD dalam melibatkan insan media untuk membangun kepercayaan publik,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















