Ironi Rp216,9 Triliun dari Tembakau ; Negara Kaya Cukai, Petani Tetap Merana

Minggu, 5 April 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep, KH Qumri Rahman, menyoroti kondisi petani tembakau di Indonesia, khususnya di wilayah Madura, yang dinilai belum mendapatkan perhatian optimal dari negara.

Menurutnya, Madura merupakan salah satu sentra produksi tembakau terbesar di Jawa Timur, bersama daerah lain seperti Situbondo, Probolinggo, Bondowoso, dan Bojonegoro. Komoditas ini tidak hanya menjadi penopang ekonomi daerah, tetapi juga menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga petani.

“Petani tembakau di Madura bukan sekadar pelaku ekonomi, tetapi bagian dari warga Nahdliyin yang selama ini turut menggerakkan roda perekonomian nasional,” ujar KH Qumri, Rabu (01/04/2026).

Ia mengungkapkan, dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PW GP Ansor Jawa Timur di Malang, disampaikan bahwa penerimaan negara dari sektor cukai hasil tembakau pada tahun 2024 mencapai Rp216,9 triliun. Angka tersebut bahkan melampaui sejumlah sektor strategis lainnya.

Baca Juga :  Prosedur KRS UNIBA Madura Menuai Keluhan, Mahasiswa Minta Reformasi Administrasi

Adapun rincian kontribusi pendapatan negara meliputi cukai tembakau sebesar Rp216,9 triliun, sektor sumber daya alam migas dan nonmigas sebesar Rp207 triliun, serta dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp85,8 triliun.

“Ini menunjukkan betapa besar kontribusi sektor tembakau terhadap negara. Namun ironisnya, kesejahteraan petani belum sepenuhnya terjamin,” tegasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Tholaburridho Batuan itu juga menambahkan bahwa Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar dalam sektor cukai tembakau nasional. Hal ini tidak terlepas dari kuatnya industri rokok serta tingginya produksi tembakau, terutama dari wilayah Madura.

Baca Juga :  “Mimi Peri Kate” Antarkan Puskesmas Pamolokan Raih Juara I Inovasi Pelayanan Publik 2025

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) terus disalurkan ke daerah guna mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk petani.

Namun, menurutnya, implementasi di lapangan masih perlu diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara langsung.

Alumni Pesantren Sidogiri, Pasuruan, itu juga menyebut bahwa mayoritas konsumen rokok di Indonesia berasal dari kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU). Karena itu, keberpihakan terhadap petani tembakau dinilai sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan warga Nahdliyin.

“Merokok telah menjadi bagian dari kultur di kalangan warga NU. Maka sudah selayaknya kita memastikan perputaran ekonomi dari sektor ini berpihak kepada petani,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada petani tembakau, mulai dari menjaga stabilitas harga, melindungi hasil panen, hingga menciptakan sistem distribusi yang adil, khususnya bagi petani di Madura.

“Mari kita kawal bersama, mulai dari stabilitas harga pupuk, hasil panen, hingga keadilan bagi petani tembakau,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Tak Pernah Absen, Kepala Bappeda Sumenep Kembali Sambut Wabup di Stan Pameran MNV 2026
Geger! 36 Ribu Warga Serbu JJS Central 88 di Pamekasan, 6,7 Kg Emas Langsung Ludes Terjual
“Arabet Polo Ajenge Nak Poto”, Pesan Camat Gayam di Balik Karnaval Penuh Kreativitas
Problem Pertanian Dibedah di Jombang, Ansor Jatim Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton
MCF #4 Ramai, Sampah Bermunculan, Pasukan Kuning DLH Sumenep Tak Tinggal Diam
Habis Fun Run, Gas Lagi! Fira Cantika Bakal Temani Warga Sumenep di MCF #4 Malam Ini
Semarak MCF #4, Ribuan Peserta Ramaikan GO Sumenep Purnama MDR Fun Run 2026
Dari Laporan Nasabah hingga SP3 Penyelidikan, Begini Akhir Polemik Dugaan Emas Palsu di Sapudi

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Tak Pernah Absen, Kepala Bappeda Sumenep Kembali Sambut Wabup di Stan Pameran MNV 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Geger! 36 Ribu Warga Serbu JJS Central 88 di Pamekasan, 6,7 Kg Emas Langsung Ludes Terjual

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:46 WIB

“Arabet Polo Ajenge Nak Poto”, Pesan Camat Gayam di Balik Karnaval Penuh Kreativitas

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Problem Pertanian Dibedah di Jombang, Ansor Jatim Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:31 WIB

MCF #4 Ramai, Sampah Bermunculan, Pasukan Kuning DLH Sumenep Tak Tinggal Diam

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:59 WIB

Semarak MCF #4, Ribuan Peserta Ramaikan GO Sumenep Purnama MDR Fun Run 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:43 WIB

Dari Laporan Nasabah hingga SP3 Penyelidikan, Begini Akhir Polemik Dugaan Emas Palsu di Sapudi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:34 WIB

Tak Hanya Sukses Gelar Event, Pemkab Sumenep Tunjukkan Komitmen Jaga Kebersihan GOR A Yani

Berita Terbaru