Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025, DRT The Big Family Teguhkan Pelestarian Budaya Madura

Minggu, 14 Desember 2025 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Lomba Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025 kembali memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) DRT The Big Family. Ajang bergengsi ini diikuti 84 pasang sapi dari empat kabupaten di Pulau Madura.

Event budaya tersebut digelar di Lapangan Kerapan Sapi Giling, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang pelestarian tradisi khas Madura.

Bappeda Sumenep

Pada kategori Kelas Ukuran, pasangan sapi Sijjil Takbir Sakti berhasil keluar sebagai juara pertama. Penampilan mereka memukau penonton dengan kecepatan dan kekompakan yang ditunjukkan sepanjang perlombaan.

Pemilik sapi, H. Abbas, yang juga bagian dari keluarga besar DRT Group, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya lomba yang berlangsung aman, meriah, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Pungli Puskesmas Pamolokan Sumenep: Cermin Buram Reformasi Birokrasi Daerah

Menurutnya, kerapan sapi bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan sarana edukasi budaya dan pembentukan karakter bagi generasi muda Madura.

“Melihat budaya lokal tetap hidup dan diminati anak-anak muda membuat kami bangga. Lomba ini mengajarkan kerja keras, kesabaran, dan tanggung jawab,” ujarnya.

Bos DRT The Big Family, H. Syafwan Wahyudi (H. Udik), menegaskan bahwa kerapan sapi mengandung nilai-nilai pendidikan yang tidak selalu diperoleh di bangku sekolah.

“Kerapan sapi bukan hanya soal kecepatan atau kemenangan. Di dalamnya ada disiplin, rasa hormat, kerja keras, dan kebanggaan terhadap budaya sendiri,” kata H. Udik.

Ia menambahkan, setiap perlombaan merupakan pelajaran hidup yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi ini, menurutnya, adalah bentuk pendidikan karakter yang nyata dan hidup di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Sulaisi Abdurrazaq, Pengacara APSI Jatim Sebut Polres Sewenang-wenang

Selain kategori Kelas Ukuran, lomba juga melombakan beberapa golongan lain. Untuk kategori Golongan Kalah, juara diraih Komando Junior milik Zai dari Sumenep.

Sementara itu, kategori Golongan Menang ditempati Tolato milik Sutrisno dan Jagal Ribon, keduanya berasal dari Kabupaten Sumenep.

Lomba ini disaksikan sekitar 1.500 penonton dan turut dihadiri Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K, Ketua Bhayangkari Ny. Diah Rivanda, serta jajaran pejabat utama Polres Sumenep.

Baca Juga :  Setara Perempuan Gandeng Pesantren Al-muttahedah Bedah Buku Karya Faizi, Menarik!

H. Udik kembali menegaskan bahwa kerapan sapi menjadi media edukasi langsung bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mencintai dan menghargai tradisi lokal.

“Budaya yang dijaga dan dihargai tidak hanya tetap hidup, tetapi juga membentuk karakter, memupuk kebanggaan, dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, DRT The Big Family menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan daerah dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan.

Event Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025 tidak hanya menghadirkan hiburan dan kompetisi, tetapi juga memperkuat ikatan sosial, menanamkan nilai karakter, serta menjaga identitas budaya Madura agar tetap lestari di tengah tantangan zaman.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi
HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen
PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota
Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital
Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait
Isu Maladministrasi Seleksi Sekda Dipatahkan Surat Resmi BKN, Begini
Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan
Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar
banner 325x300

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:53 WIB

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:21 WIB

HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:31 WIB

PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:29 WIB

Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:47 WIB

Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:46 WIB

Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:47 WIB

Dari Bencana Menuju Harapan, BAZNAS Sumenep Perbaiki Rumah Warga Pabian

Berita Terbaru