Keselamatan Terancam, Warga Sapeken Minta Tol Laut Sanus 74 Dihentikan Sementara

Rabu, 1 April 2026 - 06:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com — Pimpinan Redaksi nusainsider.com dan masyarakat kepulauan Sapeken mendesak Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional Tol Laut Sabuk Nusantara 74.

Bahkan, ia meminta adanya penghentian sementara pelayaran pada rute Kalianget–Kangean–Sapeken.

Desakan tersebut muncul akibat seringnya terjadi keterlambatan pelayaran yang dikeluhkan masyarakat. Kapal perintis yang menjadi bagian dari program Tol Laut itu diduga kerap mengangkut muatan barang melebihi kapasitas yang telah ditentukan.

Kondisi ini dinilai tidak hanya berdampak pada lamanya waktu tempuh perjalanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan penumpang. Terlebih, masyarakat kepulauan sangat bergantung pada transportasi laut sebagai akses utama mobilitas.

Pimpinan Redaksi nusainsider.com Toifur Ali Wafa menegaskan, pemerintah pusat harus bertindak tegas dalam menyikapi persoalan tersebut. Evaluasi menyeluruh dianggap penting untuk memastikan operasional kapal berjalan sesuai standar keselamatan.

“Jika ini terus dibiarkan, bukan hanya pelayanan yang buruk, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti belum adanya pemisahan fungsi kapal secara jelas. Selama ini, kapal Sabuk Nusantara 74 dinilai masih mencampur antara pengangkutan penumpang dan barang dalam satu ruang.

Baca Juga :  Momentum Hari Tani Nasional 2023, Kadis KPP Sumenep Apresiasi Keberhasilan Petani Bawang Merah

Akibatnya, barang kerap ditempatkan di area penumpang, yang tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko saat pelayaran berlangsung.

Keluhan serupa disampaikan oleh Rahem, warga Kepulauan Sapeken. Ia mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan signifikan dari pihak terkait.

Menurutnya, kapal sering kali memuat barang dalam jumlah besar yang kemudian diturunkan di wilayah Kepulauan Kangean. Hal itu membuat perjalanan menjadi lebih lama dari jadwal yang telah ditetapkan.

“Sering muatan berlebih dan diturunkan di Kangean, sehingga perjalanan jadi semakin lama,” ungkapnya, Rabu (31/3/2026).

Rahem juga mengaku khawatir terhadap aspek keselamatan, terutama saat cuaca buruk melanda. Gelombang tinggi dan angin kencang dinilai semakin memperbesar risiko jika kapal tidak beroperasi sesuai kapasitas.

Baca Juga :  Program Mudik Gratis Sumenep Tuai Sukses, Warga Nikmati Hangatnya Idul Fitri di Kampung Halaman

Ia berharap pemerintah tidak hanya berhenti pada evaluasi, tetapi juga berani mengambil langkah tegas jika kondisi tidak kunjung membaik. Penghentian sementara operasional kapal dinilai bisa menjadi solusi untuk melakukan pembenahan total.

“Kalau tidak ada perubahan, lebih baik dihentikan sementara sampai benar-benar dibenahi,” ujarnya.

Rahem juga menekankan pentingnya pemisahan fungsi kapal secara tegas. Kapal penumpang harus difokuskan pada kenyamanan dan keselamatan, sementara kapal barang khusus untuk distribusi logistik.

Baca Juga :  Petani Milenial Sumenep Desak Dukungan: Bawa Pupuk Organik dan Gagasan ke Hadapan Bupati

Dengan sistem tersebut, diharapkan tidak lagi terjadi penumpukan barang di area penumpang yang selama ini menjadi sumber keluhan utama.

Selain itu, masyarakat juga berharap perjalanan menuju wilayah kepulauan seperti Sapeken dapat ditempuh lebih cepat dan efisien tanpa hambatan bongkar muat yang berlebihan.

Pemerintah daerah pun didorong untuk ikut aktif melakukan pengawasan terhadap operasional Tol Laut. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai penting agar pelayanan benar-benar berpihak pada masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pewarta masih belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Kementerian Perhubungan maupun PT Pelni terkait persoalan tersebut.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Pemkab Sumenep Sukses Lestarikan Bahasa Madura, Cak Fauzi Terima Penghargaan Kemendikdasmen
Kunjungi Jamaah Haji Sumenep, Lia Istifhama Tekankan Kesiapan Fisik Hadapi Armuzna
Pimred nusainsider.com Apresiasi Kiprah CEO DRT The Big Family di Hari Ulang Tahunnya
Opini Fauzi As ; Madura Tidak Pernah Tamat
Rokok MAKAYASA Genjot Ekspansi Pasar, 200 Outlet Baru Dibuka Setiap Hari
Bappeda Sumenep: Program SIMPUL Jawaban Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Data
Bappeda Sumenep Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lewat Sektor Maritim, Pertanian dan Wisata
Bappeda Sumenep Dorong Transparansi Pembangunan melalui Aplikasi SIPD-RI E-Dalev

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 11:36 WIB

Pemkab Sumenep Sukses Lestarikan Bahasa Madura, Cak Fauzi Terima Penghargaan Kemendikdasmen

Senin, 25 Mei 2026 - 04:52 WIB

Kunjungi Jamaah Haji Sumenep, Lia Istifhama Tekankan Kesiapan Fisik Hadapi Armuzna

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:20 WIB

Pimred nusainsider.com Apresiasi Kiprah CEO DRT The Big Family di Hari Ulang Tahunnya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:55 WIB

Opini Fauzi As ; Madura Tidak Pernah Tamat

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:41 WIB

Rokok MAKAYASA Genjot Ekspansi Pasar, 200 Outlet Baru Dibuka Setiap Hari

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:33 WIB

Bappeda Sumenep Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lewat Sektor Maritim, Pertanian dan Wisata

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:30 WIB

Bappeda Sumenep Dorong Transparansi Pembangunan melalui Aplikasi SIPD-RI E-Dalev

Kamis, 21 Mei 2026 - 02:21 WIB

47 Tahun Achmad Fauzi Wongsojudo, Pemimpin Inspiratif Sumenep dengan Deretan Prestasi Nasional

Berita Terbaru

Foto. Fauzi As

Berita

Opini Fauzi As ; Madura Tidak Pernah Tamat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:55 WIB