SUMENEP, nusainsider.com — Dampak imbauan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri), rangkaian Festival Madura Night Vaganza dan Madura Culture Festival (MCF) 2025 resmi akan ditutup pada Rabu malam, 3 September 2025.
Penutupan festival budaya terbesar di Madura itu akan ditandai dengan panggung musik sederhana di Stand Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Stadion A. Yani.

Malam puncak MCF 2025 bakal dihentak penampilan Zonata Musik Generation di bawah komando musisi enerjik David Siregar.
Atmosfer closing diyakini meriah dengan dentuman musik, sorakan penonton, dan semangat budaya khas Madura.
Selain hiburan, malam penutupan juga akan diwarnai dengan pengumuman stand terbaik. Dua kategori akan diumumkan, yakni stand OPD terbaik, serta stand terbaik kategori gabungan kecamatan, BUMD, dan swasta.
Namun, di tengah kegiatan festival, imbauan Mendagri Tito Karnavian yang meminta kepala daerah di seluruh Indonesia menunda kegiatan seremonial yang berkesan pemborosan.
“Menunda semua kegiatan seremonial yang terkesan pemborosan, apalagi seperti pesta-pesta atau musik. Maksud saya kegiatan dinas ya, kegiatan seremonial dinas,” kata Tito dalam keterangan resmi usai Rapat Pengendalian Inflasi di Jakarta, Selasa (2/9/2025) kemarin.
Mendagri menekankan bahwa pejabat daerah harus peka dengan kondisi masyarakat, sehingga tidak menggelar acara yang dianggap hanya menghabiskan anggaran.
Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang tengah menggencarkan efisiensi di berbagai bidang.
Menurutnya, sangat tidak tepat melaksanakan kegiatan seremonial yang minim manfaat, terlebih di tengah situasi ekonomi yang masih menjadi perhatian masyarakat.
Instruksi itu juga dimaksudkan agar pemerintah daerah terhindar dari kritik publik.
“Jangan sampai nanti dipotong, diviralkan, masyarakat lagi prihatin, terus ada yang berpesta terkait kegiatan dinas,” ujar Tito.
Dengan adanya imbauan tersebut, Madura Culture Festival 2025 yang diselenggarakan sejak 28 Agustus 2025 dipastikan ditutup nanti malam secara sederhana namun tetap penuh makna, mengedepankan nuansa budaya dan penghargaan bagi kreativitas lokal, tanpa menonjolkan kemewahan berlebihan.
![]()
Penulis : Wafa

















