Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Mohammad Iksan, S.Pd., MT Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sumenep

Foto. Mohammad Iksan, S.Pd., MT Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com — Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pendampingan Guru dalam Implementasi Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi untuk Meningkatkan Kecerdasan Logis Matematis Siswa SD di Kabupaten Sumenep”.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Sumenep, Sabtu (18/7/2026), ini terselenggara atas kerja sama UNESA dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) 01 Kecamatan Kota Sumenep. Program tersebut mendapat dukungan penuh dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, M.T., yang hadir sebagai Keynote Speaker.

Dalam sambutannya, Moh. Iksan mengapresiasi inisiatif UNESA yang terus menghadirkan program pendampingan bagi guru sekolah dasar sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di daerah.

Baca Juga :  Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas guru merupakan strategi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat karakter peserta didik melalui pembelajaran yang kontekstual.

“Guru memang harus mampu menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan siswa. Potensi budaya lokal, seperti keris, serta kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi sumber belajar yang menarik sekaligus membangun karakter peserta didik. Kami mengapresiasi UNESA yang terus menghadirkan inovasi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Moh. Iksan.

Sementara itu, Ketua Tim PKM UNESA, Prof. Dr. Wiryanto, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga membekali para guru dengan kemampuan menyusun perangkat pembelajaran berbasis budaya lokal dan literasi ekologi yang dapat diterapkan secara langsung di ruang kelas.

Baca Juga :  Brilian ! Satpas Polres Sumenep Dekatkan Diri dengan Masyarakat Lewat Program “Polisi Menyapa”

Menurutnya, pembelajaran akan lebih bermakna apabila peserta didik diajak mengenal lingkungan dan budaya yang ada di sekitarnya.

“Pembelajaran akan lebih bermakna ketika siswa belajar dari lingkungan dan budayanya sendiri. Keris bukan hanya warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai filosofis, matematis, historis, dan karakter yang dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran,” jelas Prof. Wiryanto.

Ketua KKG 01 Kecamatan Kota Sumenep, Ali Harsojo, M.Pd., menilai kegiatan tersebut menjadi angin segar bagi para guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.

Ia menyebut guru membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan karakteristik peserta didik saat ini.

Baca Juga :  Bukan Main! ALARM Sumenep Janji Bakal Audiensi ke Istana Presiden Usai Laporannya Masuk ke Ditjen Bea Cukai RI

Kegiatan PKM tersebut diikuti oleh 20 guru sekolah dasar dari berbagai sekolah di Kecamatan Kota Sumenep. Selain Prof. Wiryanto, kegiatan juga menghadirkan narasumber H. Ibnu Hajar, M.Pd., K.H. K.M. Musthafa, M.A., dan Ike Yuli Mestika Dewi, M.Pd., yang memberikan materi terkait implementasi pembelajaran berbasis budaya lokal dan literasi ekologi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas guru dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis potensi lokal.

Pendekatan tersebut tidak hanya mendukung peningkatan kompetensi guru, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya keris sebagai warisan leluhur, menumbuhkan literasi ekologi sejak dini, serta meningkatkan kemampuan berpikir logis matematis siswa sekolah dasar di Kabupaten Sumenep.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas
Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal
Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda
Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim
TBIN UIN Madura Gelar Konferensi Internasional Lalonget ke-7, Hadirkan Narasumber Empat Negara
Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif
Media Expo Perdana di Jatim Dibuka di Sumenep, Pemprov Jatim Dorong Pelestarian Budaya dan Kesenian
Membanggakan! Awan Dania Dwi Putri Raih Juara 1 Seni Tunggal Remaja Putri di Trunodjoyo National Championship III 2026

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:28 WIB

Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Media Expo Perdana di Jatim Dibuka di Sumenep, Pemprov Jatim Dorong Pelestarian Budaya dan Kesenian

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Membanggakan! Awan Dania Dwi Putri Raih Juara 1 Seni Tunggal Remaja Putri di Trunodjoyo National Championship III 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Media Expo 2026 Perdana di Jawa Timur, Cak Fauzi Beri Apresiasi kepada Tiga Media Lokal

Berita Terbaru