Komwasjak Desak Kepatuhan Pajak, H. Her Dorong Kebijakan Berkeadilan

Rabu, 7 Januari 2026 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. H Hairul Umam (H Her) CEO PT Bawang Mas Group saat dikonfirmasi media nusainsider.com usai Kunjungan kerja Komwasjak di Aula BM Group.

Foto. H Hairul Umam (H Her) CEO PT Bawang Mas Group saat dikonfirmasi media nusainsider.com usai Kunjungan kerja Komwasjak di Aula BM Group.

PAMEKASAN, nusainsider.com Komite Pengawas Perpajakan (Komwasjak) – kementerian keuangan Republik Indonesia menegaskan pentingnya kepatuhan pajak bagi pengusaha rokok, sekaligus membuka ruang dialog untuk menyerap aspirasi pelaku industri rokok di Madura.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan dan diskusi antara Komwasjak dengan pengusaha rokok, termasuk H. Her, yang berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif.

Ketua Komwasjak, Amien Sunaryadi, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan untuk memahami secara langsung persoalan dan harapan pelaku industri rokok, khususnya yang beroperasi di wilayah Madura.

“Jadi kalau dari kami, Komwasjak datang ke sini dalam rangka diskusi. Dari pertemuan ini kami jadi tahu problem dan harapan dari pelaku industri, khususnya pabrik rokok yang ada di Madura. Kami baru memahami problem yang ada dan aspirasi mereka,” kata Amien di sela-sela pertemuannya dengan pengusaha rokok bertempat di Aula Bawang Mas (BM) Group, Rabu 7 Januari 2026.

Menurut Amien sapaan akrabnya, diskusi tersebut masih menjadi langkah awal untuk merumuskan solusi konkret. Sejumlah persoalan yang disampaikan pengusaha rokok akan dikaji lebih lanjut sebelum disampaikan sebagai rekomendasi kepada Menteri Keuangan.

“Mengenai solusi, kami sudah diskusikan dengan H. Her sebagai diskusi awal. Nanti ketika kami sudah di kantor, akan kami bahas kembali dan kami sampaikan rekomendasi kepada Pak Menteri Keuangan,” ujarnya.

Amien menjelaskan, dari sekian banyak permasalahan yang muncul, tidak semuanya harus diselesaikan melalui perubahan undang-undang.

Baca Juga :  BEM SI Kerakyatan Jatim 2026–2027: Bukan Sekadar Regenerasi, Tapi Mengawal Kepentingan Rakyat

Ia menilai pendekatan yang lebih realistis adalah memfokuskan solusi yang bisa langsung ditangani oleh otoritas teknis di bawah Kementerian Keuangan.

“Kira-kira bagian mana yang solusinya bisa ditangani Pak Menteri Keuangan, dan mana yang cukup di level Dirjen Pajak atau Dirjen Bea dan Cukai. Kalau sudah menyangkut undang-undang, itu berat karena harus ke Presiden dan DPR,” jelasnya.

Oleh karena itu, Komwasjak akan memprioritaskan rekomendasi yang bersifat actionable atau dapat langsung dieksekusi.

“Menurut saya lebih baik fokus pada solusi-solusi yang bisa dikendalikan Menteri Keuangan, Dirjen Pajak, dan Bea Cukai. Itu yang akan kami fokuskan dalam rekomendasi,” tambah Amien.

Sementara itu, H. Her, selaku CEO PT Bawang Mas Group turut mewadahi aspirasi pelaku industri di Madura dengan menekankan pentingnya musyawarah sebagai jalan tengah antara kepentingan pemerintah dan dunia usaha.

“Harapan kami, musyawarah menjadi kunci. Apa yang menjadi keluhan pengusaha harus didengarkan, dan pengusaha juga wajib mendengarkan serta melaksanakan kewajibannya. Solusi Pemerintah juga harus diberikan,” kata H. Her kepada sejumlah media, Rabu 7 Januari 2025

Terkait wacana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), H. Her menilai konsep tersebut pada dasarnya adalah pemberian perlakuan khusus yang saling menguntungkan.

“Intinya KEK itu ada perlakuan khusus. Yang penting pengusaha bisa berjalan, dan pemerintah juga tetap mendapatkan pemasukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, H. Her secara tegas meminta agar kebijakan pajak yang diterapkan pemerintah bersifat berkeadilan, tidak memberatkan pelaku usaha kecil dan menengah, namun tetap menjamin kepatuhan dan kontribusi terhadap negara.

“Kami meminta kebijakan pajak yang berkeadilan, sehingga pengusaha bisa bertahan, berkembang, dan tetap taat pajak, sementara negara juga memperoleh penerimaan secara optimal,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern
Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti
Fauzi As ; Madura Merdeka di Tiang Bendera
Ekonomi Jatim Menguat, Kemiskinan dan Pengangguran Turun, Ning Lia: Pertumbuhan Makin Berkualitas
Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
FGD SMSI di Bali Soroti Celah Hukum PFII, Desak Klausul Ring-Fencing Masuk RUU
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Rabu, 19 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti

Senin, 17 Agustus 2026 - 05:15 WIB

Fauzi As ; Madura Merdeka di Tiang Bendera

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:54 WIB

Ekonomi Jatim Menguat, Kemiskinan dan Pengangguran Turun, Ning Lia: Pertumbuhan Makin Berkualitas

Senin, 20 Juli 2026 - 12:57 WIB

Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:49 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:35 WIB

FGD SMSI di Bali Soroti Celah Hukum PFII, Desak Klausul Ring-Fencing Masuk RUU

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Berita Terbaru