Kontroversial! Pesan Keras Sultan Madura untuk Presiden Hingga Sebut ‘Bangsat’ dalam Videonya

Rabu, 20 Agustus 2025 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. H Hairul Umam, CEO Bawang Mas Pamekasan

Foto. H Hairul Umam, CEO Bawang Mas Pamekasan

PAMEKASAN, nusainsider.comMomentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia digelar secara khidmat oleh Sultan Madura, H. Hairul Umam, di kediamannya. Acara tersebut dihadiri ratusan petani serta masyarakat setempat.

Namun, suasana yang semula sakral berubah kontroversial ketika tokoh yang akrab disapa H. Her itu melontarkan pernyataan bernada kasar dalam pidatonya. Ucapannya viral setelah potongan video tayang di akun TikTok Media Jatim.

Bappeda Sumenep

“Ayo kalau mau mensejahterakan Petani se-indonesia, ayo berembuk dengan saya. Jangan cuma dengarkan bangsat-bangsat itu,” kata Hairul Umam dalam video tersebut.

Pengusaha yang juga menjabat sebagai CEO PT Bawang Mas itu menegaskan bahwa dirinya turut menyampaikan pesan kepada Presiden Republik Indonesia terkait nasib petani tembakau.

“Tolonglah petani tembakau ini dipikirkan. Selama ini apa yang sudah kita lakukan? Saya bersama sekitar 350 pondok pesantren bergabung, kami patungan Pak Presiden,” ujarnya.

Ia mengklaim, berkat kerja sama tersebut, banyak petani kini sudah merasakan hasil positif.

“Petani sekarang punya banyak uang. Mereka bisa menyekolahkan anaknya, membangun rumah, bahkan bisa menabung,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sultan Madura itu menyebut ada sekitar 10 hingga 15 juta jiwa petani tembakau yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Ayo kalau memang mau mensejahterakan seluruh petani, ayo berembuk dengan saya. Jangan hanya dengarkan bangsat-bangsat itu. Itu saja,” pungkasnya di hadapan sejumlah awak media.

Hingga berita ini dinaikkan pihak pewarta belum memiliki akses guna konfirmasi Lebih lanjut atas pernyataan Kontroversial Sultan Madura tersebut yang menyebut ‘Bangsat-bangsat’ kepada siapa.

Loading

Baca Juga :  Tingkatkan Reputasi Rempah Nusantara di Dunia, PT Tafa Agro Nusantara Ekspor Cengkeh Indonesia Berkualitas Premium

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi
HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen
PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota
Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital
Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait
Isu Maladministrasi Seleksi Sekda Dipatahkan Surat Resmi BKN, Begini
Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan
Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar
banner 325x300

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:53 WIB

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:21 WIB

HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:31 WIB

PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:29 WIB

Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:47 WIB

Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:46 WIB

Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:47 WIB

Dari Bencana Menuju Harapan, BAZNAS Sumenep Perbaiki Rumah Warga Pabian

Berita Terbaru