PAMEKASAN, nusainsider.com — Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia digelar secara khidmat oleh Sultan Madura, H. Hairul Umam, di kediamannya. Acara tersebut dihadiri ratusan petani serta masyarakat setempat.
Namun, suasana yang semula sakral berubah kontroversial ketika tokoh yang akrab disapa H. Her itu melontarkan pernyataan bernada kasar dalam pidatonya. Ucapannya viral setelah potongan video tayang di akun TikTok Media Jatim.

“Ayo kalau mau mensejahterakan Petani se-indonesia, ayo berembuk dengan saya. Jangan cuma dengarkan bangsat-bangsat itu,” kata Hairul Umam dalam video tersebut.
Pengusaha yang juga menjabat sebagai CEO PT Bawang Mas itu menegaskan bahwa dirinya turut menyampaikan pesan kepada Presiden Republik Indonesia terkait nasib petani tembakau.
“Tolonglah petani tembakau ini dipikirkan. Selama ini apa yang sudah kita lakukan? Saya bersama sekitar 350 pondok pesantren bergabung, kami patungan Pak Presiden,” ujarnya.
Ia mengklaim, berkat kerja sama tersebut, banyak petani kini sudah merasakan hasil positif.
“Petani sekarang punya banyak uang. Mereka bisa menyekolahkan anaknya, membangun rumah, bahkan bisa menabung,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sultan Madura itu menyebut ada sekitar 10 hingga 15 juta jiwa petani tembakau yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Ayo kalau memang mau mensejahterakan seluruh petani, ayo berembuk dengan saya. Jangan hanya dengarkan bangsat-bangsat itu. Itu saja,” pungkasnya di hadapan sejumlah awak media.
Hingga berita ini dinaikkan pihak pewarta belum memiliki akses guna konfirmasi Lebih lanjut atas pernyataan Kontroversial Sultan Madura tersebut yang menyebut ‘Bangsat-bangsat’ kepada siapa.
![]()
Penulis : Wafa

















