SUMENEP, nusainsider.com — Inovasi pertanian kembali lahir dari wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep. Desa Alas Malang, Kecamatan Raas, menghadirkan gebrakan baru melalui budidaya melon bertajuk Melon The Blues yang mulai menarik perhatian masyarakat setempat.
Program ini diawali dengan penanaman sebanyak 300 bibit melon yang dikelola secara mandiri oleh warga desa. Dengan masa tanam sekitar 75 hari, hasil yang diperoleh dinilai cukup menjanjikan, baik dari segi kualitas maupun potensi ekonomi.
Panen perdana dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026, dengan harga promo Rp20.000 per kilogram.
Keberhasilan budidaya ini tidak lepas dari kemitraan antara desa dengan SKK Migas bersama Kangean Energy Indonesia. Sejak 2024, Desa Alas Malang telah menjadi mitra binaan dalam program pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian, yang awalnya fokus pada komoditas cabai dan tomat.
Memasuki 2025, program tersebut berkembang dengan menghadirkan melon The Blues sebagai komoditas baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Kepala Desa Alas Malang, Samiudin, mengungkapkan bahwa perjalanan merintis budidaya melon ini tidak mudah. Berbagai tantangan harus dihadapi, mulai dari keterbatasan pengetahuan hingga penyesuaian kondisi lahan.
“Sejak awal kami memulai dengan penuh keterbatasan. Mulai dari belajar teknik tanam, menyesuaikan kondisi tanah, hingga perawatan yang tepat. Namun dengan semangat dan kebersamaan warga, serta dukungan dari program binaan, perlahan hasilnya mulai terlihat,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Ia menegaskan, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga bertujuan mendorong budaya bertani melon di tingkat desa.
“Kami punya semangat besar untuk menjadikan melon sebagai komoditas unggulan di Desa Alas Malang. Harapannya, ke depan semakin banyak masyarakat yang ikut menanam, sehingga desa ini bisa dikenal sebagai sentra melon di wilayah kepulauan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Samiudin menyebutkan bahwa pada 2026 pihak desa tengah menjajaki penguatan kerja sama lanjutan dengan Kangean Energy Indonesia, khususnya dalam pengembangan dan pendampingan sektor pertanian.
Dengan hadirnya Melon The Blues, Desa Alas Malang tidak hanya menawarkan hasil pertanian semata, tetapi juga membuka harapan baru bagi kemandirian ekonomi masyarakat.
“Inovasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara warga dan mitra binaan mampu melahirkan potensi besar dari sektor pertanian Desa Alas Malang,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















