Kuda Legendaris Mega Remmeng Bangkit! Festival Tong-Tong 2025 Pecahkan Rekor FYP TikTok

Senin, 20 Oktober 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com — Gelaran Festival Musik Tong-Tong 2025 yang menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) di Kabupaten Sumenep mencatat sejarah baru.

Antusiasme masyarakat tak hanya terasa di lapangan, tetapi juga menggema di dunia maya, khususnya di platform TikTok dan media sosial lainnya.

Sejak Sabtu sore, 18 Oktober 2025 pukul 15.37 WIB hingga Senin siang, 20 Oktober 2025 pukul 12.44 WIB, pantauan redaksi nusainsider.com menunjukkan bahwa konten Festival Musik Tong-Tong mendominasi linimasa TikTok dan menjadi trending (FYP) di berbagai akun pengguna.

Fenomena ini tak lepas dari penampilan spektakuler grup musik tong-tong legendaris asal Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, yakni “Arya Kuda Panoleh” atau lebih dikenal dengan nama Mega Remmeng. Setelah lama vakum, kemunculan mereka kembali ke panggung besar musik tradisional seolah membangkitkan nostalgia kolektif masyarakat Madura.

Baca Juga :  Kepala Disbudporapar Sumenep Diisukan Akan Dirotasi, Aktivis: Posisi Sekda Menanti

Di berbagai unggahan TikTok, nama Mega Remmeng muncul di ribuan postingan dengan komentar beragam. Banyak netizen menyebut grup ini sebagai “Dewa Kuno Legendaris”, “Comeback Sang Legenda”, hingga “Sang Kuda Terbang dari Legung Timur”. Ragam komentar itu menggambarkan rasa bangga sekaligus rindu masyarakat terhadap grup yang dikenal mempertahankan ciri khas dekorasi kudanya yang ikonik.

Salah satu pengguna TikTok, dengan nama akun _el*, menulis komentar unik, “Mega Remmeng selalu FYP, mungkin karena yang kuno!”, sebuah sindiran bernada kagum terhadap kekuatan daya tarik seni klasik yang tetap mampu menembus dunia digital.

Komentar lain datang dari akun @rez yang menyindir juri festival dengan gaya nyentrik: “Kalau Sang Legenda ini tidak juara, berarti jurinya sedang tidur!” Komentar tersebut sontak mendapat ribuan like dan menjadi bagian dari gelombang dukungan bagi Mega Remmeng.

Selain irama musik yang energik dan magis, dekorasi khas Mega Remmeng juga menjadi magnet tersendiri. Unsur visual yang kuat membuat penampilan mereka mudah dikenali sekaligus sarat makna filosofis.

Baca Juga :  Karnaval Lughis 2026 Pecahkan Antusiasme Warga, Jalan 1,5 Kilometer Dipenuhi Penonton

Warna hitam dan putih pada dekorasi mereka melambangkan perjalanan hidup manusia: dari kesucian, melalui berbagai ujian kehidupan, hingga kembali bersih saat akhir hayat. Perpaduan warna itu juga mencerminkan keseimbangan antara kegelapan dan cahaya dalam kehidupan manusia.

Sementara itu, mahkota berbentuk cakra di bagian depan dan belakang dekorasi menggambarkan kekuatan dan identitas kerajaan. Simbol tersebut merepresentasikan cita-cita luhur agar manusia senantiasa memiliki kendali atas dirinya, seperti raja yang menguasai kerajaannya.

Nama “Mega Remmeng” sendiri memiliki akar sejarah mendalam. Ia diambil dari nama kuda perang legendaris milik Joko Tole, pahlawan Madura yang terkenal karena keberaniannya menjinakkan kuda liar dari Majapahit.

Baca Juga :  Soekarno Fun Run 2026 Jadi Panggung Sportivitas dan Nasionalisme, Peserta dari Berbagai Daerah Raih Juara

Filosofi kuda tersebut mencerminkan semangat pantang menyerah dan kekuatan jiwa rakyat Madura yang tak pernah pudar meski menghadapi tantangan zaman.

Kombinasi antara musik yang menggugah, dekorasi sarat makna, dan identitas budaya yang kuat menjadikan Mega Remmeng bukan sekadar grup musik, melainkan simbol kebangkitan seni tradisional Madura di era digital.

Festival Musik Tong-Tong 2025 di Sumenep pun kini tak hanya tercatat sebagai perhelatan budaya bergengsi, tetapi juga sebagai momen sejarah ketika tradisi menembus batas dunia maya, membuktikan bahwa warisan leluhur masih mampu mengguncang panggung global melalui platform modern seperti TikTok.

Kehadiran Mega Remmeng di linimasa media sosial menjadi bukti bahwa seni tradisional tidak pernah usang, justru semakin hidup saat generasi baru menemukan cara baru untuk mencintainya.

Berikut Kumpulan Video yang Viral. 

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru