Talk Show Pendidikan STITA Aqidah Usymuni Kupas Kurikulum Terbaru, Mahasiswa Diajak Kritis dan Adaptif

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kegiatan Talkshow Pendidikan STIT Aqidah Usymuni Sumenep

Foto. Kegiatan Talkshow Pendidikan STIT Aqidah Usymuni Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STITA Aqidah Usymuni sukses menggelar Talk Show Pendidikan bertema “Mengkaji Kurikulum Terbaru Menuju Pendidikan Berkualitas” di Auditorium STITA Aqidah Usymuni, Ahad (7/6/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Buhari, S.Pd., MM.Pd. dan Ali Wafa, M.Pd.I. Talk show diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta peserta dari berbagai program studi yang antusias mendalami arah dan implementasi kurikulum terbaru dalam dunia pendidikan.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua III STITA Aqidah Usymuni, Edyanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa, khususnya calon pendidik yang nantinya akan terjun langsung ke dunia pendidikan.

Menurutnya, pemahaman terhadap kurikulum menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa agar mampu mengikuti perkembangan kebijakan pendidikan yang terus mengalami perubahan.

“Belajar dan memahami kurikulum merupakan hal yang sangat penting bagi mahasiswa STITA. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memperluas wawasan dan memahami perkembangan kebijakan pendidikan yang terus mengalami perubahan,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni, Ainur Rahman, mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ilmiah tersebut secara maksimal.

Baca Juga :  Masyarakat Pesisir Wajib Tahu, Begini Himbauan BMKG Sumenep

Ia menegaskan bahwa talk show tidak hanya menjadi ruang untuk menerima materi dari narasumber, tetapi juga wadah untuk membangun budaya diskusi yang kritis, aktif, dan konstruktif.

Ainur mendorong para peserta agar berani mengemukakan pertanyaan serta pandangan mereka terkait berbagai perubahan yang terjadi dalam sistem pendidikan nasional.

“Saya mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ini sebaik mungkin. Dengarkan dengan saksama, ajukan pertanyaan yang kritis, bangun diskusi yang konstruktif, dan jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperluas wawasan serta memperkuat komitmen kita dalam memajukan dunia pendidikan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pendidikan memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, setiap perubahan kebijakan pendidikan, termasuk kurikulum, perlu dipahami secara mendalam agar mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pendidikan adalah jantung peradaban. Ketika pendidikan bergerak maju, bangsa akan melangkah maju. Sebaliknya, ketika pendidikan tertinggal, maka masa depan bangsa pun akan dipertaruhkan,” tegasnya.

Menurut Ainur, perubahan kurikulum tidak boleh hanya dipahami sebatas pergantian aturan atau struktur pembelajaran. Lebih dari itu, mahasiswa dan calon pendidik perlu memahami alasan, tujuan, serta arah kebijakan yang melatarbelakangi perubahan tersebut.

“Melalui talk show ini, saya berharap kita mampu melihat kurikulum terbaru secara objektif dan mendalam. Jangan hanya bertanya apa yang berubah, tetapi juga mengapa perubahan itu dilakukan,” tambahnya.

Dalam sesi pemaparan materi, para narasumber menjelaskan berbagai aspek penting terkait perkembangan kurikulum terbaru, mulai dari arah kebijakan pendidikan nasional, strategi implementasi di lembaga pendidikan, hingga tantangan yang dihadapi tenaga pendidik dalam menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Baca Juga :  GP Ansor Ambunten Kukuhkan Pengurus Baru, Teguhkan Spirit Santri di Hari Santri Nasional 2025

Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pandangan mengenai berbagai persoalan pendidikan yang dihadapi saat ini, termasuk kesiapan lembaga pendidikan dalam menerapkan kurikulum yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Salah satu peserta, Insan Kamil, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan para narasumber mudah dipahami dan memberikan perspektif baru mengenai tantangan pendidikan di masa depan.

“Kegiatan ini sangat menambah pengetahuan kami tentang kurikulum terbaru. Materi yang disampaikan mudah dipahami dan membuka perspektif baru tentang tantangan pendidikan ke depan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, STITA Aqidah Usymuni berharap mahasiswa semakin siap menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.

Baca Juga :  112 Sumenep Terintegrasi dengan Damkar dan Fasilitas Kesehatan, Siaga Nonstop Saat Liburan

Selain memperkuat pemahaman terhadap kebijakan pendidikan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mencetak calon pendidik yang adaptif, inovatif, profesional, serta mampu menjawab kebutuhan dan tantangan zaman.

Talk show pendidikan ini menjadi salah satu bentuk komitmen STITA Aqidah Usymuni dalam mendorong lahirnya generasi pendidik yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu merespons perubahan secara kritis dan konstruktif demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas di Indonesia.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Usai Eks Pimpinan BGN Jadi Tersangka, Dugaan Praktik Jual Beli Titik MBG Mulai Terkuak Libatkan DPR RI Asal Madura
Polres Sumenep Sebut M Jalani Asesmen Akibat Narkoba, Namun Dikabarkan Bebas dan Pulang
Pertengahan 2026 Belum Beroperasi, KNMP Dapenda Senilai Rp10 Miliar Jadi Sorotan Aktivis
Belum Ada Tersangka, Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Kian Disorot
Kelola APBN Rp75 Miliar, KSOP Kalianget Diminta Diaudit Ketat oleh BPK RI
Kasus Anisa Berkah Wisata Memanas, Tim Kuasa Hukum Ungkap Kerugian Jamaah Rp15,16 Miliar
Perangi Hoaks dan Kesalahpahaman, RSUD Sumenep Optimalkan Layanan Pengaduan Publik
Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, BPS Sumenep Fokus Tingkatkan Kompetensi Petugas Lapangan

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:21 WIB

Talk Show Pendidikan STITA Aqidah Usymuni Kupas Kurikulum Terbaru, Mahasiswa Diajak Kritis dan Adaptif

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:55 WIB

Usai Eks Pimpinan BGN Jadi Tersangka, Dugaan Praktik Jual Beli Titik MBG Mulai Terkuak Libatkan DPR RI Asal Madura

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:51 WIB

Polres Sumenep Sebut M Jalani Asesmen Akibat Narkoba, Namun Dikabarkan Bebas dan Pulang

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:48 WIB

Pertengahan 2026 Belum Beroperasi, KNMP Dapenda Senilai Rp10 Miliar Jadi Sorotan Aktivis

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:47 WIB

Belum Ada Tersangka, Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Kian Disorot

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:37 WIB

Kasus Anisa Berkah Wisata Memanas, Tim Kuasa Hukum Ungkap Kerugian Jamaah Rp15,16 Miliar

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:48 WIB

Perangi Hoaks dan Kesalahpahaman, RSUD Sumenep Optimalkan Layanan Pengaduan Publik

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:20 WIB

Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, BPS Sumenep Fokus Tingkatkan Kompetensi Petugas Lapangan

Berita Terbaru