Lia Istifhama Puji Kepemimpinan Khofifah: Pemimpin Paripurna yang Gerakkan Ekonomi Rakyat

Senin, 13 Oktober 2025 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kehadiran senator Asal Jatim, Dr Lia Istifhama di Momen Hari jadi ke-80 Pemprov Jatim

Foto. Kehadiran senator Asal Jatim, Dr Lia Istifhama di Momen Hari jadi ke-80 Pemprov Jatim

SURABAYA, nusainsider.comPeringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Minggu (12/10/2025), berlangsung istimewa.

Di momen penuh makna itu, berbagai capaian pembangunan menjadi bukti nyata kemajuan di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur, Lia Istifhama, memberikan apresiasi atas kepemimpinan Khofifah yang dinilainya telah membawa Jawa Timur menjadi provinsi maju, tangguh, dan berdaya saing tinggi.

Ia menyebut Khofifah sebagai figur pemimpin paripurna, yang mampu memadukan visi ekonomi, sosial, dan moral dalam pembangunan daerah.

“Jawa Timur hari ini tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga tangguh secara sosial. Kepemimpinan Ibu Khofifah menegaskan arti penting gotong royong dan kemandirian rakyat dalam mewujudkan kesejahteraan bersama,” ujar Lia Istifhama di Surabaya.

Menurutnya, keberhasilan Jawa Timur selama lima tahun terakhir bukanlah kebetulan, melainkan hasil konsistensi pemerintah provinsi dalam memperkuat sektor riil.

Baca Juga :  Resmi! Madura United Mulai Perburuan Poin Super League 2026/2027 di Pamekasan

Program pembangunan difokuskan pada pertanian, peternakan, industri, serta penguatan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.

“Khofifah adalah pemimpin yang paripurna karena mampu menggerakkan ekonomi rakyat dengan berbagai program nyata. Salah satunya melalui penguatan koperasi dan sektor usaha mikro,” imbuh Lia.

Provinsi Jawa Timur kini disebut sebagai “Gerbang Baru Nusantara” berkat geliat ekonomi yang merata di berbagai sektor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan kedua 2025 mencapai 3,9 persen, tertinggi di Pulau Jawa.

Salah satu program unggulan yang mendapat sorotan positif adalah Koperasi Merah Putih, yang digagas untuk memperkuat ekonomi berbasis rakyat. Program ini telah mendorong tumbuhnya 8.494 koperasi baru di seluruh kabupaten/kota dan menjadi simbol kemandirian masyarakat Jawa Timur.

“Program Koperasi Merah Putih merupakan wujud keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi rakyat. Ini sejalan dengan semangat konstitusi, bahwa kesejahteraan harus dibangun dari bawah,” tegas Lia.

Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, berbagai capaian pembangunan tidak lepas dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga :  Raker JSI Berlanjut di Surabaya, Hotel Swiss-Belinn Beri Sambutan Istimewa

Ia menyampaikan bahwa Jawa Timur berhasil menekan kemiskinan ekstrem dari 4,44 persen pada 2020 menjadi hanya 0,66 persen pada 2025.

Angka tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan penurunan kemiskinan tercepat di Indonesia. Selain itu, jumlah desa mandiri juga terus meningkat dan kini mencapai 4.716 desa, tertinggi secara nasional.

“Inilah bukti bahwa pembangunan berbasis desa bukan sekadar jargon, tetapi kerja nyata. Desa-desa mandiri di Jawa Timur adalah benteng ketahanan sosial dan ekonomi nasional,” kata Khofifah.

Dari sisi ketahanan pangan, data BPS per Oktober 2025 menunjukkan produksi gabah kering giling Jawa Timur mencapai 12 juta ton, tertinggi di Indonesia. Capaian itu didukung luas lahan pertanian sebesar 1,571 juta hektare, menegaskan posisi Jatim sebagai lumbung pangan nasional.

Baca Juga :  Edukasi Lingkungan Berbasis Aksi, DLH Sumenep Gelar Kemah Hijau

Selain itu, enam kali pelaksanaan misi dagang yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur berhasil mencatat nilai transaksi di atas Rp 1 triliun.

Hal ini menunjukkan Jatim tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga memiliki daya saing kuat di pasar nasional maupun global.

Khofifah menambahkan, masyarakat Jawa Timur dikenal inklusif, sinergis, dan adaptif, sehingga mampu menjaga harmoni sosial dan memperkuat semangat pembangunan. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan pemuda menjadi kunci keberhasilan tersebut.

Menurutnya, filosofi pembangunan Jawa Timur dengan prinsip BISA  Berjaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif menjadi model kepemimpinan daerah yang dapat diadopsi secara nasional.

“Prinsip BISA ini adalah fondasi untuk membangun masa depan Jawa Timur yang berdaya saing dan berkeadilan,” tutup Khofifah.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya
Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik
Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya
Warga Sumenep, Siapkan Hati! Sumenep Bersholawat Digelar Malam Ini di GOR A Yani
Belasan Band Pelajar Ramaikan MCF #4, Sumenep Jadi Panggung Adu Kreativitas Musisi Muda
Kreativitas Perempuan Sumenep Menggeliat di MCF #4, UMKM Didorong Naik Kelas
Tak Ada Jarak! Nia Kurnia Fauzi Berbaur dengan Pelaku UMKM di Tengah Gemerlap MCF #4
Maulid Nabi di Ar-Rasyid Jadi Sorotan, Shulhan: Cinta Rasul Harus Terlihat dalam Akhlak

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:16 WIB

Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Selasa, 1 September 2026 - 13:34 WIB

Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Selasa, 1 September 2026 - 10:09 WIB

Warga Sumenep, Siapkan Hati! Sumenep Bersholawat Digelar Malam Ini di GOR A Yani

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Belasan Band Pelajar Ramaikan MCF #4, Sumenep Jadi Panggung Adu Kreativitas Musisi Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:56 WIB

Tak Ada Jarak! Nia Kurnia Fauzi Berbaur dengan Pelaku UMKM di Tengah Gemerlap MCF #4

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:27 WIB

Maulid Nabi di Ar-Rasyid Jadi Sorotan, Shulhan: Cinta Rasul Harus Terlihat dalam Akhlak

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Pesan Tegas Hasyim Djoyohadikusumo untuk SMSI: Jangan Jadi Pers yang Menyesatkan

Berita Terbaru