Lia Istifhama Sambut Positif Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah

Kamis, 21 Agustus 2025 - 03:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Senator Inspiratif Asal Jawa Timur, Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I

Foto. Senator Inspiratif Asal Jawa Timur, Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I

JAKARTA, nusainsider.comAnggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr Lia Istifhama,S.Sos.i.,M.E.I menyambut positif wacana pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang saat ini tengah dibahas dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Revisi Undang-Undang Haji dan Umrah.

Menurutnya, transformasi kelembagaan dari Badan Penyelenggara Haji (BPH) menjadi kementerian khusus merupakan langkah penting untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kualitas layanan bagi jemaah haji Indonesia yang jumlahnya terbesar di dunia.

“Indonesia adalah negara dengan jamaah haji terbanyak. Sudah sepantasnya ada sistem yang lebih terintegrasi, profesional, dan berorientasi pada pelayanan jamaah. Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah adalah jawaban atas kebutuhan tersebut,” ujar Ning Lia, sapaan akrabnya, Kamis (21/8/2025).

Wacana pembentukan kementerian ini tidak lepas dari berbagai persoalan dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Baca Juga :  Viral Penolakan Masyarakat Bawean Atas Tudingan Budaya Thok Thok Sapi, Senator Jatim: Wajib Sebagai Pembelajaran

Temuan Panitia Khusus (Pansus) Haji 2024 yang kini ditindaklanjuti KPK, serta catatan Tim Pengawas Haji 2025 terkait layanan syarikah, konsumsi, hingga transportasi, menjadi cermin bahwa tata kelola haji masih jauh dari ideal.

Persoalan krusial yang belum tuntas antara lain keselamatan jemaah, transparansi dan akuntabilitas, layanan operasional, masa tunggu panjang, hingga rasionalisasi biaya dan pendaftaran.

“Permasalahan yang terus berulang menunjukkan ada yang tidak beres dalam sistem. Kita butuh lembaga khusus yang fokus hanya pada urusan haji dan umrah, sehingga Kementerian Agama tidak terbebani dengan tumpukan tugas lainnya,” tegas Ning Lia.

Ia juga menyoroti perlunya transformasi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) ke dalam struktur Kementerian Haji dan Umrah.

Baca Juga :  Opini: Membela Hak Achmad Fauzi atas Kritik yang Adil

Selama ini, menurutnya, BPKH hanya mengelola dana tanpa memiliki kewenangan operasional terhadap pelayanan jamaah.

“Jika BPKH bertransformasi menjadi bagian kementerian, pengelolaan dana bisa lebih tepat sasaran. Dana haji yang begitu besar dapat langsung diarahkan untuk peningkatan akomodasi, transportasi, dan fasilitas jemaah tanpa terhambat birokrasi berlapis,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ning Lia menegaskan wacana ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang dalam Nawacita Revolusi menekankan pentingnya pemisahan tata kelola haji dari Kementerian Agama. Dengan begitu, fokus pelayanan bisa lebih maksimal.

“Jika kementerian ini terbentuk, pengelolaan haji akan lebih terpusat, efisien, dan transparan. Pemerintah juga bisa memberikan jaminan pelayanan terbaik bagi jamaah, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air,” tambahnya.

Ia menilai pembahasan revisi UU Haji dan Umrah menjadi isu hangat yang layak mendapat perhatian publik.

Baca Juga :  Madura Ethnic Carnival 2025, Magnet Budaya yang Dongkrak Ekonomi Lokal

Apalagi, setiap tahun Indonesia mengirim lebih dari 200 ribu jamaah haji. Namun, kritik selalu muncul terkait antrean panjang, keterbatasan fasilitas, hingga layanan yang kurang optimal.

“Jika wacana pembentukan Kementerian Haji dan Umrah ini benar-benar terwujud, hal tersebut diyakini akan menjadi angin segar bagi masyarakat sekaligus lompatan besar dalam tata kelola penyelenggaraan haji dunia,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

“Our Power, Our Planet”, Seruan Ketua GEN Jatim untuk Aksi Kolektif Jaga Lingkungan
Kapolres Baru Torehkan “Sejarah Baru” di Sumenep, APJ Soroti Dugaan Kriminalisasi Jurnalis
Skandal MBG Ganding: Dua Kali Temuan Ulat, Aktivis Ancam Laporkan ke BGN
Produk Jurnalistik Dilaporkan, Jurnalis Sumenep Akan Gelar Aksi Sebulan Penuh
Soroti Kasus Kliktimes, Pimred Nusainsider Ingatkan Ancaman Kriminalisasi Jurnalis
Diduga Kriminalisasi Wartawan, JSI Siap Aksi Tiap Hari di Polres Sumenep
Edukasi Kreatif Hari Kartini, Anak PAUD Belajar Batik dengan Ceria
ALARM Geram! Temuan Ulat Berulang di MBG Ganding Dinilai Cederai Program Nasional

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 14:31 WIB

“Our Power, Our Planet”, Seruan Ketua GEN Jatim untuk Aksi Kolektif Jaga Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 - 08:57 WIB

Kapolres Baru Torehkan “Sejarah Baru” di Sumenep, APJ Soroti Dugaan Kriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 08:46 WIB

Skandal MBG Ganding: Dua Kali Temuan Ulat, Aktivis Ancam Laporkan ke BGN

Selasa, 21 April 2026 - 16:50 WIB

Produk Jurnalistik Dilaporkan, Jurnalis Sumenep Akan Gelar Aksi Sebulan Penuh

Selasa, 21 April 2026 - 03:38 WIB

Soroti Kasus Kliktimes, Pimred Nusainsider Ingatkan Ancaman Kriminalisasi Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 12:57 WIB

Edukasi Kreatif Hari Kartini, Anak PAUD Belajar Batik dengan Ceria

Senin, 20 April 2026 - 08:07 WIB

ALARM Geram! Temuan Ulat Berulang di MBG Ganding Dinilai Cederai Program Nasional

Senin, 20 April 2026 - 07:25 WIB

Kasus Bea Cukai Kian Panas, Nama Pengusaha Sumenep Ikut Terseret

Berita Terbaru