Lia Istifhama Sebut Sumber Energi dari Madura, Peluang Kerja ke Luar Daerah

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Dr Lia Istifhama Anggota DPD/MPR RI asal Jatim (Istimewa : nusainsider.com)

Foto. Dr Lia Istifhama Anggota DPD/MPR RI asal Jatim (Istimewa : nusainsider.com)

JAKARTA, nusainsider.com — Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Lia Istifhama, menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) di daerah penghasil energi agar sejalan dengan besarnya potensi sektor minyak dan gas bumi (migas).

Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Madura di Kantor DPD RI, Jakarta, Rabu kemarin (21/1).

Dalam pertemuan tersebut, Lia menyoroti adanya paradoks pembangunan energi di Pulau Madura. Di satu sisi, Madura memiliki kontribusi signifikan terhadap pasokan energi, termasuk menopang kebutuhan migas di Jawa Timur.

Namun di sisi lain, akses dan kualitas SDM lokal untuk terlibat langsung dalam sektor strategis tersebut masih tergolong tertinggal.

“Energi kita melimpah, tetapi SDM daerah penghasil belum sepenuhnya mendapat ruang. Ini yang harus dibenahi bersama,” tegas Lia Istifhama.

DEM Madura yang dipimpin Ketua DEM Madura, Abdul Syakur, mendorong pemerintah dan pemangku kebijakan agar menghadirkan program beasiswa pendidikan, sekaligus membuka jurusan atau program studi yang berfokus pada sektor migas.

Baca Juga :  Luncurkan Program Kebutuhan Kerja, Disnaker Sumenep Optimis Tekan Angka Pengangguran di Sumenep

Menurut mereka, hingga kini sektor migas masih didominasi tenaga kerja dari luar daerah, sementara potensi generasi muda Madura belum terakomodasi secara optimal.

Menanggapi aspirasi tersebut, Lia menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan pendidikan dan peningkatan kapasitas SDM lokal.

Senator asal Jawa Timur itu menilai, pembangunan sektor energi tidak boleh berhenti pada aspek produksi semata, tetapi harus disertai investasi serius pada manusia.

“Kalau daerah penghasil energi tidak disiapkan SDM-nya, maka ketimpangan akan terus berulang. Beasiswa, pendidikan vokasi, dan pembukaan jurusan migas adalah langkah strategis,” ujarnya.

Lia juga menekankan pentingnya keberpihakan negara agar pengelolaan energi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat daerah.

Baca Juga :  Permudah Pasien, RSUD dr. H. Moh. Anwar Luncurkan Layanan Antar Obat ke Rumah Pasien

Bentuk keberpihakan tersebut, lanjutnya, dapat diwujudkan melalui kebijakan afirmatif di bidang pendidikan serta perluasan kesempatan kerja bagi putra-putri lokal, termasuk perempuan Madura.

Selain itu, Lia menilai peran mahasiswa, khususnya DEM Madura, sangat penting sebagai mitra kritis negara dalam mengawal kebijakan energi yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Mahasiswa hadir dengan data, gagasan, dan kepedulian. Ini adalah bentuk kepemimpinan yang harus didukung,” katanya.

Dalam audiensi itu, DEM Madura juga menyampaikan berbagai gagasan terkait edukasi dan literasi energi bagi pemuda daerah, agar masyarakat semakin memahami tata kelola migas serta dampaknya terhadap pembangunan daerah.

Baca Juga :  Ziarah Jelang Ramadan, Lia Istifhama Tegaskan Makna Cinta Lewat Doa untuk Leluhur

Sebagai tindak lanjut, Lia Istifhama menyatakan komitmennya untuk memberikan surat rekomendasi dan mengawal aspirasi DEM Madura ke kementerian dan lembaga terkait, khususnya yang membidangi sektor energi dan pendidikan.

“Energi harus menjadi jalan kemajuan, bukan sekadar sumber produksi. Dan kuncinya ada pada SDM daerah,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru