Madura Culture Festival #3: Tari Malate Sato’or, Tarian Khas Sampang yang Catat Rekor Dunia

Minggu, 31 Agustus 2025 - 02:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Penampilan Tari Malate Sato'or kabupaten Sampang Madura Jawa Timur di Malam ketiga Madura Culture Festival #3

Foto. Penampilan Tari Malate Sato'or kabupaten Sampang Madura Jawa Timur di Malam ketiga Madura Culture Festival #3

SUMENEP, nusainsider.com Kabupaten Sampang, Madura, turut serta memeriahkan Madura Culture Festival (MCF) #3 dengan menampilkan kesenian khasnya, Tari Malate Sato’or.

Tarian ini menjadi daya tarik tersendiri karena menggambarkan kelembutan serta keramahan masyarakat Sampang.

Tari Malate Sato’or sendiri merupakan tari tradisional yang diciptakan pada tahun 2009. Sejak awal, tarian ini dipentaskan untuk menyambut tamu dan acara resmi, sehingga kerap juga disebut sebagai Tari Selamat Datang.

Nama Malate Sato’or bermakna setangkai bunga melati, simbol kesucian dan keramahan.

Baca Juga :  Diluar Nalar! Ratusan Warga Binaan Rutan Sumenep Ikuti Peringatan 1 Muharram 1446H dengan Khidmat

Biasanya, tarian ini dibawakan oleh enam penari perempuan dengan iringan gamelan khas Madura, yang membuat suasana semakin khidmat sekaligus hangat.

Keunikan tarian ini tidak hanya terletak pada makna filosofisnya, tetapi juga pada pengakuan tingkat nasional.

Pada tahun 2019, Tari Malate Sato’or berhasil mencatatkan diri di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai rekor dunia ke-8.996. Kala itu, sebanyak 1.007 pelajar SD dan SMP di Kabupaten Sampang menarikan tarian ini secara massal.

Baca Juga :  KPU Akan Segera Rumuskan Ambang Batas Pencalonan Kepala Daerah

Kehadiran penampilan Tari Malate Sato’or dalam MCF #3 di Kabupaten Sumenep pun mendapat apresiasi dari penonton.

Selain memperlihatkan kekayaan seni budaya lokal, tarian ini menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat Sampang menjaga warisan sekaligus menciptakan inovasi budaya yang mampu menembus panggung nasional.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

“Our Power, Our Planet”, Seruan Ketua GEN Jatim untuk Aksi Kolektif Jaga Lingkungan
Kapolres Baru Torehkan “Sejarah Baru” di Sumenep, APJ Soroti Dugaan Kriminalisasi Jurnalis
Skandal MBG Ganding: Dua Kali Temuan Ulat, Aktivis Ancam Laporkan ke BGN
Produk Jurnalistik Dilaporkan, Jurnalis Sumenep Akan Gelar Aksi Sebulan Penuh
Soroti Kasus Kliktimes, Pimred Nusainsider Ingatkan Ancaman Kriminalisasi Jurnalis
Diduga Kriminalisasi Wartawan, JSI Siap Aksi Tiap Hari di Polres Sumenep
Edukasi Kreatif Hari Kartini, Anak PAUD Belajar Batik dengan Ceria
ALARM Geram! Temuan Ulat Berulang di MBG Ganding Dinilai Cederai Program Nasional

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 14:31 WIB

“Our Power, Our Planet”, Seruan Ketua GEN Jatim untuk Aksi Kolektif Jaga Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 - 08:57 WIB

Kapolres Baru Torehkan “Sejarah Baru” di Sumenep, APJ Soroti Dugaan Kriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 08:46 WIB

Skandal MBG Ganding: Dua Kali Temuan Ulat, Aktivis Ancam Laporkan ke BGN

Selasa, 21 April 2026 - 16:50 WIB

Produk Jurnalistik Dilaporkan, Jurnalis Sumenep Akan Gelar Aksi Sebulan Penuh

Selasa, 21 April 2026 - 03:38 WIB

Soroti Kasus Kliktimes, Pimred Nusainsider Ingatkan Ancaman Kriminalisasi Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 12:57 WIB

Edukasi Kreatif Hari Kartini, Anak PAUD Belajar Batik dengan Ceria

Senin, 20 April 2026 - 08:07 WIB

ALARM Geram! Temuan Ulat Berulang di MBG Ganding Dinilai Cederai Program Nasional

Senin, 20 April 2026 - 07:25 WIB

Kasus Bea Cukai Kian Panas, Nama Pengusaha Sumenep Ikut Terseret

Berita Terbaru