Kinerja Kurir SPX Dikeluhkan: Paket Tak Diantar, Pelanggan Kecewa

Kamis, 20 Februari 2025 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Gudang Pengiriman SPX Express Ganding

Foto. Gudang Pengiriman SPX Express Ganding

SUMENEP, nusainsider.com — Seorang pelanggan Shopee di Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, mengaku kecewa dengan pelayanan kurir SPX yang bertugas di daerahnya.

Pelanggan bernama Sudirman menyampaikan keluhannya terhadap kurir berinisial A.M. yang sering kali tidak mengantarkan paket langsung ke alamat tujuan.

Keluhan ini bermula ketika Sudirman memesan paket melalui aplikasi Shopee.

Awalnya, kurir meminta pelanggan untuk menjemput paket di tengah jalan, bukan mengantarkan ke alamat yang tertera di aplikasi. Sudirman sempat mengabaikan hal ini karena merasa kasihan.

Baca Juga :  Polisi Pasang Garis Polisi, Usut Penyebab Ledakan Mobil di Sumenep

Namun, saat ia kembali berbelanja, kurir tersebut malah mengungkapkan penyesalannya karena telah mengantarkan paket ke rumah Sudirman, dengan alasan alamatnya terlalu jauh dan bukan area tugasnya.

Kurir bahkan meminta Sudirman mengubah alamat pengiriman ke desa lain. Padahal, alamat yang digunakan Sudirman sudah sesuai dengan yang tertera di KTP.

Lebih lanjut, Sudirman juga mengungkapkan bahwa paket-paket yang ia pesan sering kali dikembalikan atau mengalami penundaan pengiriman tanpa konfirmasi.

Ia mengklaim sudah sekitar enam hingga tujuh kali mengalami hal serupa, baik menggunakan akunnya sendiri maupun akun istrinya. Dalam aplikasi Shopee, status pengiriman paketnya sering kali menunjukkan

“Pengiriman ditunda: Pembeli menjadwalkan ulang waktu pengiriman.”,Katanya.

Padahal, menurut Sudirman, ia tidak pernah menjadwalkan ulang atau menerima telepon dari kurir.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Kompetisi, ASKAB PSAI Pamekasan Bawa Semangat Inklusivitas Lewat Olahraga

Tak hanya itu, Sudirman juga menyoroti tindakan kurir yang selalu meminta pembayaran lebih dari nominal pesanan saat mengantarkan paket COD.

Misalnya, jika harga barang Rp25.200, kurir meminta Rp26.000, yang berarti ada kelebihan Rp800. Hal ini terjadi berulang kali dan membuat pelanggan merasa dirugikan.

“Mengantar paket adalah tugas dan tanggung jawab seorang kurir. Namun, yang saya alami justru sebaliknya. Selain paket yang tak kunjung diantar, kurir juga sering meminta tambahan uang tanpa alasan jelas. Saya merasa sangat kecewa dengan layanan SPX di daerah ini,” ujar Sudirman.

Atas kejadian ini, Sudirman berencana mendatangi kantor SPX untuk meminta pertanggungjawaban dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken
Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:49 WIB

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:25 WIB

100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terbaru