Mengejutkan! Ada Pungli Puluhan Juta Pada Pagelaran Event MCF 2024, Pelakunya Tidak Asing

Minggu, 8 September 2024 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pungli Tenda UMKM pada Pagelaran Madura Culture Festival 2024.

Foto. Pungli Tenda UMKM pada Pagelaran Madura Culture Festival 2024.

SUMENEP, nusainsider.com Pagelaran Event Madura Night Vaganza, Madura Culture Festival dan Festival Batik 2024 mendapat Sorotan dari Ketua Serikat Media Syber Indonesia (SMSI) kabupaten Sumenep.

Pasalnya, Event yang seharusnya sesuai dengan Tujuan Utamanya yakni meningkatkan Ekonomi Masyarakat Lokal justru menjadi Bancakan Oknum Event Organizer (EO) dengan meninggalkan luka mendalam bagi para pedagang kecil.

Misalnya, Penjual gorengan usus kulit ayam dan minuman keliling menjadi korban kebijakan sepihak event organizer (EO) yang mematok biaya Rp 800rb per-tenda, “Kata Wahyudi kepada media nusainsider.com, Minggu 8 September 2024.

Event tersebut sudah mendapatkan kucuran Anggaran sebesar Rp 200Jt dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Sumenep tahun 2024.

Selain itu, panitia event Sumenep Culture Fest 2 itu juga sudah disupport sejumlah sponsor dari berbagai instansi dan perusahaan swasta, mulai dari SKK Migas, Perbankan, Perusahaan Rokok, hingga perusahaan media.

Baca Juga :  Promosikan Kekayaan Budaya, Pemkab Sumenep bersama EO Tirta Amerta Akan Menggelar Fashion Batik 2024

“Acara event itu kan sudah jelas ada anggarannya. Selain itu juga ada sponsornya, terus buat apa anggaran ratusan juta itu kok masih tega memalak UMKM yang mau berjualan untuk cari nafkah,” Geramnya.

Wahyu panggilan akrabnya melanjutkan, harusnya dengan adanya event itu Pemkab Sumenep mengintruksikan kepada panitia event untuk memberdayakan UMKM, bukan malah memalaknya dengan alasan sewa tenda dan bayar listrik.

“Apalagi kami lihat tenda yang dipakai oleh UMKM itu bukan tenda sewaan tapi tenda milik Pemkab Sendiri yang dikelola Disperindag, terus tenda Bank Jatim dan BPRS, ” ujarnya.

Jadi dari situ sudah jelas tidak mungkin tenda yang dipakai UMKM itu sewa pasti hanya pinjam kecuali yang dipakai OPD dan Camat itu mungkin saja sewa karena tidak ada labelnya.

Lalu kenapa panitia masih menarik sewa tenda kepada pelaku UMKM, ” imbuhnya penuh heran.

Ditambahkan, Para pedagang yang sebagian besar berasal dari kalangan menengah ke bawah menjerit karena merasa terbebani oleh biaya yang terlampau tinggi tersebut. Banyak di antara mereka yang awalnya berharap mendapatkan penghasilan tambahan dari festival ini, kini justru menghadapi kerugian.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Geliatkan Ekonomi Masyarakat Lokal pada Madura Culture Festival 2

“Kami ini hanya penjual kecil. Biaya sebesar itu sangat memberatkan, padahal kami juga belum tentu bisa menutup modal,” Singkatnya seorang pedagang gorengan yang enggan disebutkan namanya.

Menurut informasi, EO tunggal Madura Culture Fest 2024 mengambil kebijakan tersebut tanpa sosialisasi yang jelas. Para pedagang pun merasa diperlakukan tidak adil karena biaya yang dikenakan jauh di atas kemampuan mereka.

Sewa tenda di stand pameran Madura Culture Festival 2024 tersebut bervariasi, mulai dari Rp. 850 ribu rupiah untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Rp.1,5 juta rupiah bagi Organisasi Perangkat daerah.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Inovasi Baru Cafe & Resto Lotus, Avocado Kopi Tawarkan Sensasi Segar dan Elegan
Disperkimhub Sumenep Usulkan 800 BSPS, Prioritaskan Rumah Layak bagi Warga Miskin
Kasus Asusila Anak di Sumenep Terungkap, Pelaku Diamankan di Jawa Barat
Wow! UPP Kelas III Sapudi Kelola Anggaran 151M Untuk Kebutuhan Pelabuhan Laut
Oplah 2026 Digeber, DKPP Sumenep Targetkan Dua Kali Panen dalam Setahun
Kolaborasi Lintas Sektor, KUA dan Puskesmas Batang Batang Perkuat Layanan Mental Berbasis Spiritual
Pelayanan Tak Sesuai Standar, RSUD Sumenep Siapkan Skema Kompensasi untuk Pasien
Pelestarian Cagar Budaya Jadi Prioritas, Bupati Fauzi Dorong Sinergi dan Partisipasi Publik

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:46 WIB

Inovasi Baru Cafe & Resto Lotus, Avocado Kopi Tawarkan Sensasi Segar dan Elegan

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:25 WIB

Disperkimhub Sumenep Usulkan 800 BSPS, Prioritaskan Rumah Layak bagi Warga Miskin

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:34 WIB

Kasus Asusila Anak di Sumenep Terungkap, Pelaku Diamankan di Jawa Barat

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:56 WIB

Wow! UPP Kelas III Sapudi Kelola Anggaran 151M Untuk Kebutuhan Pelabuhan Laut

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:54 WIB

Oplah 2026 Digeber, DKPP Sumenep Targetkan Dua Kali Panen dalam Setahun

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:47 WIB

Pelayanan Tak Sesuai Standar, RSUD Sumenep Siapkan Skema Kompensasi untuk Pasien

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:23 WIB

Pelestarian Cagar Budaya Jadi Prioritas, Bupati Fauzi Dorong Sinergi dan Partisipasi Publik

Rabu, 6 Mei 2026 - 02:59 WIB

Desa Cantik Hadir, Pemkab Sumenep Pastikan Kebijakan Tepat Sasaran

Berita Terbaru