Netizen Geram! Kasus Oknum DPRD ZA Diduga Tak Akan Berlanjut?

Kamis, 6 Maret 2025 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com — Kasus dugaan pemerasan yang melibatkan oknum anggota DPRD Sumenep berinisial ZA kembali menjadi sorotan publik.

Banyak netizen di TikTok yang meragukan kelanjutan kasus ini, mengingat rekam jejak ZA yang sebelumnya juga pernah terseret kasus hukum tetapi tidak berujung pada hukuman nyata.

Sejumlah netizen bahkan berkomentar pedas di unggahan berita sebelumnya. Salah satunya, akun @Au**ii***, yang menuliskan:

“Tidak yakin saya kalau dia masuk penjara. Dulu saja kasus jadi penadah mobil tidak masuk penjara. Dan juga bantuan kepada salah satu kades yang ditangani beliau kasus beras tidak masuk penjara juga.”tuturnya.

Komentar serupa juga disampaikan akun @uza***:

“Tidak bakalan masuk penjara karena beliau itu rumahnya aja kayak istana, apalagi uangnya,” tulisnya dengan menambahkan ikon tertawa di akun Tiktok.

Di sisi lain, ada juga netizen yang tetap berharap agar kasus ini bisa diusut tuntas dan memberikan efek jera. Akun @soen**mo berkomentar:

“Lanjut biar tau rasa! Rakyat sudah pintar dan muak melihat tingkah laku DPR sekarang ini!”

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Sumenep terkait tindak lanjut pemanggilan ulang terhadap ZA dalam kasus dugaan pemerasan terhadap seorang muncikari yang digeledah beberapa bulan lalu.

Baca Juga :  Desak APH Serius Tangani Pelecehan Seksual, Aliansi Kopri PMII Datangi Polres Sumenep

Kronologi Kasus Pemerasan

Kasus ini berawal dari razia yang dilakukan oleh Zainal Arifin bersama petugas Satpol PP Sumenep di beberapa tempat, termasuk hotel dan rumah kos di Desa Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, pada Jumat (6/9/2024).

Operasi tersebut bertujuan untuk menindak praktik prostitusi di wilayah tersebut. Dalam razia tersebut, delapan pekerja seks komersial (PSK) diamankan, dan beberapa lokasi diduga tempat prostitusi ditutup paksa.

Baca Juga :  Wow! Malam Spektakuler Madura Culture Festival, Dini Kurnia Guncang Panggung Hiburan Sumenep

Namun, di balik razia ini, muncul dugaan pemerasan yang dilakukan oleh ZA. Salah satu muncikari bernama Addur mengaku bahwa ia dan dua rekannya dipaksa menyerahkan uang sebesar Rp 6 juta kepada ZA untuk menghindari ancaman hukuman. Uang tersebut diserahkan langsung kepada ZA dengan disaksikan oleh Kepala Desa Beluk Ares.

“Kami diancam akan dipenjara jika tidak membayar. Akhirnya, kami menyerahkan uang hasil berutang,” ujar Addur, seperti dikutip dari Tribun.

Menurut Addur, jika memang ZA benar-benar ingin menertibkan praktik prostitusi, seharusnya ia cukup memberikan peringatan dan pembinaan tanpa meminta uang.

Pemanggilan Ulang ZA: Mampukah Aparat Bertindak Tegas?

Kasus ini kini tengah dalam penyelidikan Polres Sumenep. Namun, hingga saat ini, ZA belum memenuhi panggilan pemeriksaan yang telah dijadwalkan.

Baca Juga :  Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan, Komitmen KEI Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat melalui PPM

Polres Sumenep menyatakan bahwa jika ZA kembali mangkir, maka pemanggilan ulang akan dilakukan.

Netizen dan masyarakat luas kini menanti, apakah kasus ini benar-benar akan berujung pada proses hukum yang adil, atau justru kembali menguap seperti kasus-kasus sebelumnya.

Banyak pihak mendesak agar aparat penegak hukum bertindak tegas tanpa pandang bulu. Pasalnya, kasus-kasus dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang yang melibatkan pejabat publik sering kali berakhir tanpa kejelasan.

Masyarakat pun berharap kasus ini bisa menjadi momentum bagi aparat untuk menunjukkan bahwa hukum berlaku bagi semua orang, tanpa pengecualian.

Akankah ZA benar-benar diproses secara hukum, atau kasus ini kembali hilang tanpa jejak? Publik menunggu jawabannya!

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken
Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:49 WIB

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:25 WIB

100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terbaru