Ning Lia Dorong Pembentukan Sub-SPPG Daerah, Jamin Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kunjungan Anggota DPD/MPR RI Beberapa hari lalu dalam Kegiatan Reses

Foto. Kunjungan Anggota DPD/MPR RI Beberapa hari lalu dalam Kegiatan Reses

JATIM, nusainsider.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah di seluruh Indonesia.

Tujuannya jelas, yakni menekan angka stunting dan memperkuat ketahanan sumber daya manusia sejak dini.

Namun, di balik semangat mulia tersebut, pelaksanaan program MBG di berbagai daerah masih menghadapi sejumlah persoalan.

Berdasarkan data terbaru, sedikitnya 133 anak di Jawa Timur dilaporkan mengalami keracunan makanan yang diduga bersumber dari program MBG, dengan kasus terbaru muncul di Pamekasan dan Magetan.

Menanggapi kondisi ini, Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG.

Ia menekankan pentingnya pengawasan berbasis regulasi yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, terutama mengenai tata kelola dan keamanan pangan.

Dalam agenda reses di 14 kota/kabupaten se-Jawa Timur, Lia yang akrab disapa Ning Lia  menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait pelaksanaan program tersebut.

Baca Juga :  Senator DPD RI Dorong Penyelesaian Kasus Sapeken Berbasis Adat dan Norma Sosial

Sejumlah warga menyoroti keterlambatan distribusi makanan, keterbatasan fasilitas penyimpanan, hingga belum seragamnya standar dapur penyedia di tiap daerah.

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan yang sangat baik dan patut didukung bersama. Namun, pelaksanaannya harus diawasi secara cermat agar tujuan peningkatan gizi anak benar-benar tercapai tanpa menimbulkan risiko kesehatan,” ujar Ning Lia di Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Senator yang dikenal aktif dalam isu sosial dan pendidikan itu menegaskan, program MBG tidak sekadar berbicara soal makan gratis. Lebih dari itu, MBG mencakup tata kelola yang menyeluruh, mulai dari pengadaan bahan baku, proses memasak, pendistribusian, hingga pengawasan standar pelayanan pangan dan gizi (SPPG) di tingkat daerah.

Menurutnya, setiap tahap dalam rantai penyediaan makanan harus berlandaskan prinsip keamanan pangan dan gizi seimbang. Hal tersebut menjadi kunci agar program benar-benar memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak.

Lia yang baru-baru ini dinobatkan sebagai Senator Terpopuler dan Paling Disukai di Jawa Timur versi ARCI, menilai perlu adanya pembentukan sub-SPPG di tingkat kabupaten/kota.

Baca Juga :  Ciptakan Kesetaraan dan Harmoni Masyarakat, PPDS Sumenep Gelar Maulid Nabi Muhammad Saw

Keberadaan lembaga tersebut, kata dia, akan memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, penyedia makanan, serta pihak pengawas di lapangan.

“Jika ada pengawasan lokal yang kuat dan terstruktur, potensi makanan basi, tercemar, atau menimbulkan keracunan bisa ditekan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembentukan sub-SPPG akan mempercepat evaluasi terhadap setiap rantai distribusi MBG, sekaligus memastikan mutu pangan tetap terjaga hingga sampai ke tangan peserta didik.

Dengan sistem pengawasan berlapis, segala bentuk penyimpangan atau kelalaian bisa segera diidentifikasi dan diperbaiki.

Selain aspek pengawasan, Ning Lia juga menyoroti pentingnya pemberdayaan pelaku UMKM katering lokal yang menjadi mitra pelaksana program MBG.

Ia mendorong agar mereka mendapatkan pelatihan tentang higienitas, pengemasan, dan manajemen penyimpanan makanan, agar produk yang disalurkan tetap aman dikonsumsi anak-anak.

“Pendampingan terhadap pelaku usaha katering sangat penting. Mereka perlu dibekali pemahaman tentang standar gizi, kebersihan, serta sistem rantai dingin yang tepat agar makanan tetap segar dan layak dikonsumsi,” jelasnya.

Putri dari tokoh Nahdlatul Ulama, KH. Maskur Hasyim, itu menambahkan, keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh pemerintah pusat, tetapi juga oleh sinergi lintas pihak di daerah.

Baca Juga :  Tak Hanya Menulis, JSI Buktikan Aksi Nyata Bangun Fasilitas Masjid

Pemerintah daerah, sekolah, penyedia makanan, hingga masyarakat harus bahu-membahu menjaga kualitas pelaksanaan program.

Ia menilai, kolaborasi dan transparansi menjadi kunci keberlanjutan program MBG. Dengan komunikasi yang terbuka antara penyelenggara dan pengawas, masyarakat juga dapat ikut berpartisipasi dalam melaporkan potensi pelanggaran atau kelalaian di lapangan.

“Tujuan utama program ini adalah meningkatkan gizi generasi muda. Maka, perlu sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat agar pelaksanaan MBG berjalan lancar dan tepat sasaran,” pungkas senator asal Jawa Timur tersebut.

Program MBG sejatinya membawa semangat keadilan sosial, agar setiap anak bangsa memiliki hak yang sama untuk tumbuh sehat dan cerdas.

Namun, sebagaimana disampaikan Ning Lia, pengawasan dan pembinaan berkelanjutan menjadi syarat utama agar program unggulan ini tidak berubah menjadi bumerang bagi masyarakat.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru