DPO Rama Tak Jelas, Proses Hukum Kasus Curanmor N-Max di Pidum Polres Sumenep Tuai Kritik

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Mapolres Sumenep dan Ilustrasi Sepeda Motor N-Max

Foto. Mapolres Sumenep dan Ilustrasi Sepeda Motor N-Max

SUMENEP, nusainsider.com — Penanganan perkara pencurian sepeda motor Yamaha N-Max di Kabupaten Sumenep kembali memicu sorotan publik.

Sorotan tajam kini tertuju pada status Rama, sosok yang disebut-sebut sebagai dalang kasus tersebut, yang hingga kini tidak jelas keberadaannya meski disebut sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Publik mempertanyakan integritas aparat penegak hukum (APH) Polres Sumenep setelah sejumlah fakta janggal terungkap.

Meski Kanit Pidum Satreskrim Polres Sumenep, Aiptu Asmuni, menegaskan bahwa Rama sudah diterbitkan DPO, faktanya nama Rama tidak pernah dipublikasikan secara resmi ke masyarakat.

Bahkan, DPO Rama tidak tercantum dalam berkas perkara yang terdaftar di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Sumenep.

“Bukan lepas mas… tapi itu sudah terbit DPO,” kata Aiptu Asmuni ketika dikonfirmasi, Rabu (30/07/2025).

Namun, ketika ditanya lebih jauh mengenai alasan Rama tidak terdaftar di SIPP, Asmuni mengaku tidak mengetahui detail perkara karena kasus tersebut terjadi sebelum ia menjabat.

Baca Juga :  Kasus Nadia ‘Si Tato’ di Sapeken: Kades Joni Klarifikasi Tuduhan Penganiayaan

Keterangan tersebut justru menimbulkan tanda tanya baru. Berdasarkan data SIPP PN Sumenep, perkara pencurian sepeda motor tersebut telah terdaftar dengan Nomor 106/Pid.B/2025/PN Smp pada 25 Juni 2025.

Saat itu, Ipda Asmuni sudah menduduki jabatan Kanit Pidum, sehingga dalih tidak mengetahui perkembangan perkara menuai kritik.

Dua terdakwa yang telah diajukan ke persidangan, Aminullah bin Mat Dilah dan Baini bin Jalal, sejak awal pemeriksaan menyebut nama Rama sebagai pemberi perintah.

Baca Juga :  Ragam Warna dan Cerita dari Desa: Festival Wisata Sumenep Kembali Hadir

Bahkan, salah satu terdakwa mengaku dipaksa melakukan pencurian karena hubungan pertemanan dengan Rama.

“Saya sudah sampaikan sejak awal kepada penyidik bahwa saya diperintah Rama. Saya kaget kenapa namanya tidak muncul dalam dakwaan,” ungkapnya dari balik Lapas Sumenep.

Selain itu, kedua terdakwa menyebut mendengar isu adanya aliran dana puluhan juta rupiah yang diberikan Rama untuk “Mengkondisikan” kasus ini.

Dugaan praktik suap dan intervensi inilah yang semakin menggerus kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum di Polres Sumenep.

Hingga kini, Polres Sumenep belum pernah merilis daftar DPO yang memuat nama Rama kepada publik. Padahal, keterbukaan informasi dinilai penting untuk memastikan proses hukum berjalan transparan.

Baca Juga :  Kejari Sumenep Lakukan Tes Urine untuk Seluruh Pegawai

Aktivis hukum di Sumenep mendesak Polda Jawa Timur untuk turun tangan mengusut tuntas dugaan penyimpangan.

“Jika benar ada intervensi atau upaya melindungi pelaku, pejabat yang terlibat harus segera ditindak. Aparat penegak hukum digaji dari uang rakyat, mereka wajib berpihak pada kebenaran,” tegas salah satu aktivis.

Kasus ini menjadi ujian serius bagi komitmen Polri dalam menjaga integritas penegakan hukum. Publik menunggu langkah konkret dari Polda Jatim agar misteri status Rama segera terungkap dan tidak sekadar menjadi DPO “Fiktif” yang menghilang dari proses peradilan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa
Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan
KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja
Dinkes Sumenep Perluas Edukasi Kesehatan, Kasus ISPA Dilaporkan Turun 70 Persen
Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!
FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:53 WIB

KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:43 WIB

FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Dorong Pelayanan Posyandu Berkualitas, Kader di Pragaan Laok Ikuti Supervisi Fasilitatif

Berita Terbaru