Parah! Ultimatum Tanda Bahaya dari Garda Raya Menggema, Sumenep dalam Ancaman Besar

Sabtu, 2 Desember 2023 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Nur Hayat, Ketua Garda Raya.

Foto. Nur Hayat, Ketua Garda Raya.

SUMENEP, nusainsider.com — Aksi kemanusiaan Garda raya ke gedung Dinas Kesehatan pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) sumenep menuntut Kepala Puskesmas Batang-batang dan Bidan Windu diberhentikan dari Puskesmas Batang-batang.

Pasalnya, kondisi bayi tersebut dalam kondisi Sehat saat Melahirkan di Puskesmas Batang-batang pada Rabu 15/11/2023 pukul 00.48 Wib dengan Berat badan 3,5Ton dan dinyatakan Sehat sehingga Hari kamis 16/11 Pukul 09.00 Wib diperbolehkan pulang.

Singkat cerita pihak puskesmas menyarankan Orang tua dan Bayi tersebut agar kembali pada hari Jumat 17/11 guna diambil sample darahnya dan akhirnya keluarga kembali pada Hari sabtu 18/11. Diambillah sampel darah bayi Adellia Aziz Bella Negara dibagian Tumit sebagai Program Skrining Hipotiroit kongenital (SHK).

Namun, usai diambil sampel darahnya, ABN mengalami kondisi menurun pada kesehatannya ditandai dengan Panas dalam dan Memar dibagian tumit.

Baca Juga :  Gawat! Aksi Garda Raya Hampir Mendapat Pukulan Dari Plt Dinkes Sumenep

Nurhayat, Koordinator Garda Raya Pun dengan kesal mendesak Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo untuk turun tangan guna menyelesaikan kasus yang menimpa pada bayi malang asal Dusun Mojung, Desa Tamidung tersebut.

Pasalnya, mereka kecewa dan menganggap Dinkes P2KB Sumenep telah mengindahkan aspirasi massa aksi untuk menangani dugaan malapraktik di Puskesmas Batang-Batang,” teriak Nur Hayat dalam orasinya, Jumat, 1 Desember 2023.

Bupati Fauzi harus mencopot Kepala Puskesmas Batang-Batang dan Bidan Windu.

Ini nyawa, oknum bidan itu telah menyalahi prosedur, tetapi ketika kami menuntut keadilan, kami malah disuguhi prosedur-prosedur,” tegasnya dengan nada yang mulai meninggi.

Koordinator Garda Raya itu mempertanyakan mana lebih penting dan terdesak harga nyawa manusia dibandingkan dengan hal-hal yang prosedural. Pihaknya pun menilai Kabupaten Sumenep Darurat Kesehatan.

“Nyawa atau prosedur. Kami tetap akan menunggu, bertahan di sini untuk menemui Bupati Achmad Fauzi,” kukuhnya Hayat.

Tak berhenti di situ, ia juga menyemprot Polres Sumenep yang telah menerima surat pemberitahuan aksi pun sebagai pihak yang berwenang atas izin keramaian.

Baca Juga :  Bahaya! Oknum PNS Di Pulau Sapudi Sumenep Jual Produk Expired

Kata Orator Lintas jatim itu, seharusnya Polres Sumenep melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan elemen terkait, agar kepentingan yang bersifat prioritas dapat didahulukan, apalagi yang berhubungan dengan nyawa.

“Kami sudah melayangkan surat 3 hari yang lalu, dan sekarang kami tidak ditemui. Kami hanya ingin bertemu dengan Bupati, karena kebijakan beliau dapat menentukan arah dan nasib warga Batang-Batang dan seluruh elemen masyarakat secara umum, agar kejadian yang serupa tidak terjadi lagi,” pungkas Nurhayat.

Hingga pukul 19.55 Wib Massa aksi Garda raya bersama Masyarakat masih bertahan menunggu Bupati Sumenep namun belum juga ditemui hingga disampaikan Ultimatum.

Kami pemuda dan Masyarakat Garda Raya Meng-ultimatum Bupati Sumenep untuk segera turun tangan mencopot Kepala Puskesmas Batang-batang dan Bidan Windu.

“Jika hingga 5x24Jam Bupati Sumenep belum juga mencopot Kepala Puskesmas dan bidan Windu maka kami akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih banyak”, Kecamnya Abd Halim dalam Ultimatumnya.

Loading

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Diganjar Penghargaan atas Perencanaan Pembangunan yang Strategis
Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran, Polresta Sumenep Salurkan Bansos kepada Warga
Santri Berdaya, Indonesia Berjaya: Pesan Arif Firmanto di Hari Santri Nasional 2026
SIMPEL hingga e-Stunting, Bappeda Sumenep Perkuat Perencanaan Pembangunan Berbasis Data
Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM
Bappeda Sumenep Dorong Integrasi Data Pembangunan dengan Prioritas Nasional
Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman
Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Bappeda Sumenep Diganjar Penghargaan atas Perencanaan Pembangunan yang Strategis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran, Polresta Sumenep Salurkan Bansos kepada Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Santri Berdaya, Indonesia Berjaya: Pesan Arif Firmanto di Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:48 WIB

SIMPEL hingga e-Stunting, Bappeda Sumenep Perkuat Perencanaan Pembangunan Berbasis Data

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Bukan Sekadar Serap Anggaran, Bappeda Sumenep Tekankan Manfaat Nyata Pembangunan

Berita Terbaru