PC KOPRI Jember Tolak Penggabungan DP3AKB, Khawatir Melemahkan Perlindungan Perempuan dan Anak

Jumat, 21 Maret 2025 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ketua PC KOPRI Jember, Isna Asaroh

Foto. Ketua PC KOPRI Jember, Isna Asaroh

JEMBER, nusainsider.com — Wacana penggabungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dengan Dinas Sosial serta Dinas Kesehatan Kabupaten Jember menuai penolakan dari berbagai pihak.

Kebijakan ini dinilai berpotensi melemahkan fokus perlindungan perempuan dan anak, serta menghambat pencapaian Jember sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dan wilayah bebas kekerasan.

Salah satu pihak yang menentang rencana ini adalah Pengurus Cabang Korps PMII Putri (PC KOPRI) Jember.

Ketua PC KOPRI Jember, Isna Asaroh, menegaskan bahwa penggabungan ini bukan solusi yang tepat, melainkan langkah mundur dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi perempuan serta anak.

“DP3AKB memiliki peran strategis dalam perlindungan, pemberdayaan, serta pemenuhan hak perempuan dan anak. Pendekatan yang digunakan tidak bisa disamakan dengan layanan sosial secara umum. Penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan strategi komprehensif, mencakup aspek hukum, psikologis, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi bagi para penyintas,” jelas Isna, Jumat (21/03/2025).

Menurutnya, penggabungan ini berisiko menggeser fokus pada isu perempuan dan anak. Beban kerja dinas yang semakin luas tanpa penyesuaian anggaran dan sumber daya manusia juga dikhawatirkan menurunkan efektivitas program perlindungan.

Baca Juga :  Konsisten Berbagi, 11 Hari Program Detikzone.id Berbagi Buktikan Media Bisa Menjadi Jembatan Kebaikan

Lebih lanjut, Isna menyoroti bahwa Jember memiliki target besar sebagai Kabupaten Layak Anak dan wilayah yang aman dari kekerasan terhadap perempuan dan anak. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan kebijakan yang berkelanjutan serta koordinasi yang kuat antar-stakeholder. L

Namun, jika DP3AKB digabung dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, dikhawatirkan koordinasi menjadi lemah dan berdampak pada layanan perlindungan yang kurang optimal.

“Isu perlindungan perempuan dan anak bukan sekadar bantuan sosial, tetapi juga hak, keadilan, serta pembangunan sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Jika DP3AKB digabung, program strategis pemberdayaan perempuan dan anak bisa terpinggirkan karena harus berbagi perhatian dengan isu sosial lainnya,” Tambahnya.

Menanggapi wacana tersebut, PC KOPRI Jember menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah daerah:

  1. Menolak penggabungan DP3AKB dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan karena berpotensi melemahkan fokus perlindungan perempuan dan anak serta menghambat pencapaian Jember sebagai Kabupaten Layak Anak dan wilayah bebas kekerasan.
  2. Meningkatkan layanan perlindungan perempuan dan anak serta memastikan kebijakan yang mendukung keberlanjutan program-program perlindungan yang sudah ada.
  3. Mendorong keterlibatan masyarakat sipil dan aktivis dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan perempuan dan anak.
Baca Juga :  Direktur RSUD Sumenep: Status Type B adalah Tanggung Jawab Tingkatkan Pelayanan

PC KOPRI Jember berharap pemerintah daerah mempertimbangkan ulang kebijakan ini dan lebih fokus memperkuat DP3AKB sebagai dinas yang mandiri.

“Jangan biarkan kebijakan ini menghambat perjuangan kita dalam menciptakan Jember yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak. Kami akan terus bersuara agar perlindungan terhadap mereka tetap menjadi prioritas utama,” Tutup Isna.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru