SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak gempa di Pulau Sapudi. Senin (6/10/2025), Wakil Bupati Sumenep memimpin langsung penyaluran bantuan dan peletakan batu pertama pembangunan rumah warga yang rusak berat akibat gempa.
Sejak pagi pukul 07.00 WIB, rombongan Wakil Bupati berangkat dari Pelabuhan Dungkek menuju Pulau Sapudi menggunakan perahu. Rombongan terdiri dari sejumlah pejabat daerah, antara lain Kasdim, Kalaksa BPBD, Kadis Perkimhub, perwakilan PUTR, Kasatpol PP, Kominfo, Bagian Prokopim, serta Ketua Baznas Kabupaten Sumenep.
Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan tiba di Pelabuhan Sokaramme Paseser, Kecamatan Nonggunong. Mereka disambut hangat oleh Camat Nonggunong bersama unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka).
Selanjutnya, rombongan menuju Pendopo Kantor Kecamatan Nonggunong untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan agenda utama.
Pada pukul 09.30 WIB, Wakil Bupati Sumenep bersama rombongan bertolak menuju Desa Prambanan, Kecamatan Gayam. Di desa ini, dilaksanakan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan rumah milik Ibu Sunaliyah, salah satu warga yang rumahnya mengalami rusak berat akibat gempa beberapa waktu lalu.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB, Wakil Bupati disambut oleh jajaran Forpimka Kecamatan Gayam dan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan itu, beliau menyerahkan bantuan secara simbolis berupa pembangunan rumah bagi korban gempa, ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama di kediaman Ibu Sunaliyah.
“Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen memberikan perhatian nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memulihkan kondisi warga Sapudi,” ujar Wakil Bupati, KH Imam Hasyim dalam sambutannya.
Selain bantuan pembangunan rumah, Baznas Kabupaten Sumenep juga menyalurkan bantuan tambahan berupa paket daging siap saji kepada warga. Sebanyak 25 kepala keluarga (KK) menerima masing-masing lima paket kemasan daging.
“Bantuan daging kemasan ini merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap saudara-saudara kita yang tengah berjuang memulihkan kehidupan pascagempa,” kata Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman.
Usai prosesi peletakan batu pertama, sekitar pukul 11.00 WIB, rombongan melanjutkan kegiatan menuju rumah warga di sekitar lokasi untuk meninjau kondisi pascagempa.
Selanjutnya, pada pukul 11.10 WIB, rombongan beristirahat dan menunaikan salat berjemaah (ISHOMA).
Sekitar pukul 12.00 WIB, rombongan Wakil Bupati kembali ke Pelabuhan Sokaramme Paseser untuk bersiap pulang ke daratan utama Sumenep.
Perjalanan pulang ditempuh menggunakan perahu dari pelabuhan tersebut dan tiba kembali di Pelabuhan Dungkek sekitar pukul 15.00 WIB.
Setibanya di Pelabuhan Dungkek, Wakil Bupati disambut oleh jajaran Forpimka Kecamatan Dungkek. Rombongan kemudian bergerak menuju rumah dinas Wakil Bupati untuk menutup seluruh rangkaian kegiatan penyaluran bantuan di Pulau Sapudi.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara Pemerintah Daerah, BPBD, Dinas terkait, dan Baznas Sumenep dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Melalui langkah cepat ini, diharapkan pemulihan pascagempa di Pulau Sapudi dapat berlangsung lebih efektif dan membawa semangat baru bagi warga yang terdampak.
Wakil Bupati Sumenep juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau proses pembangunan rumah warga terdampak dan memastikan bantuan disalurkan secara tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan seluruh warga yang terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Pulau Sapudi sendiri menjadi salah satu wilayah yang cukup terdampak akibat gempa yang mengguncang beberapa waktu lalu.
Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat hingga memaksa sebagian penduduk untuk sementara waktu tinggal di tempat penampungan.
Dengan adanya kunjungan langsung dan penyaluran bantuan tersebut, masyarakat Sapudi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Kehadiran Wakil Bupati bersama rombongan dinilai menjadi penyemangat bagi warga untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka pascagempa.
![]()
Penulis : Dre
















