Pesan Damai Ning Lia: Demokrasi Harus Humanis, Bukan Destruktif

Rabu, 3 September 2025 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Dr Lia Istifhama, DPD/MPR RI saat membawa pesan Perdamaian di Surabaya dengan Setangkai Bunga

Foto. Dr Lia Istifhama, DPD/MPR RI saat membawa pesan Perdamaian di Surabaya dengan Setangkai Bunga

SURABAYA, nusainsider.com Suasana berbeda terlihat di sejumlah titik di Surabaya, Rabu (3/9/2025). Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, turun langsung ke jalan membagikan bunga kepada masyarakat, khususnya kalangan emak-emak.

Dengan senyum ramah dan gestur sederhana, Ning Lia mengajak masyarakat menjaga kedamaian, menolak kekerasan, serta merawat ruang publik sebagai milik bersama.

Bappeda Sumenep

Momen itu semakin haru saat ia membacakan puisi tentang kondisi bangsa dan harapan untuk masa depan anak cucu.

Puisi yang ia lantunkan menyiratkan kegelisahan sekaligus doa agar negeri tetap damai. Beberapa baitnya menggambarkan kerinduan rakyat terhadap keadilan dan cita-cita menjaga Indonesia tetap indah dan tenteram bagi generasi penerus.

“Terima kasih Ning Lia, senator humble dan cantik. Puisinya menyentuh tapi tetap full senyum,” ungkap Ana Ramlah, salah satu warga. Kehadiran Ning Lia pun langsung dikerubungi masyarakat, terutama para emak-emak, yang antusias menyambut aksinya.

Menurut Lia Istifhama, aksi bagi-bagi bunga tersebut merupakan bentuk ajakan damai pasca demonstrasi beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga :  Pameran UMKM dan Hiburan Rakyat Bakal Meriahkan Semarak Ganding Expo 1 Year Anniversary KanalNews.id

Ia menilai penyampaian pendapat tidak boleh berujung pada tindakan destruktif yang merugikan diri sendiri maupun merusak fasilitas umum.

“Bunga adalah simbol damai. Ia melambangkan kesejukan, ketulusan, dan kehidupan. Aksi apapun seharusnya menjadi ruang ekspresi yang membangun, bukan merusak. Karena fasilitas umum dan negara adalah milik rakyat juga,” tegasnya.

Lebih lanjut, Lia mengaitkan aksi simboliknya dengan Teori Kedamaian Johan Galtung.

Baca Juga :  BEMSU Bahas Transparansi Hulu Migas Bersama SKK Migas-Kontraktor Migas: Dialog Terbuka soal Dampak dan Sosialisasi

Menurutnya, kedamaian bukan hanya ketiadaan konflik (negative peace), melainkan juga terciptanya keadilan, penghormatan, dan harmoni sosial (positive peace).

Dalam konteks itu, bunga yang dibagikan merepresentasikan soft power untuk meredakan ketegangan melalui simbol kasih sayang.

Aksi ini, kata Lia, sekaligus metafora bahwa kedamaian harus menjadi kebutuhan bersama dalam kehidupan berbangsa.

Putri KH Maskur Hasyim itu menekankan bahwa merawat demokrasi tidak boleh terlepas dari etika dan spiritualitas kebangsaan.

Baca Juga :  Bahaya Tambang Ilegal di Sumenep: Jalan Rusak, Nyawa Terancam

Menurutnya, aksi simbolik ini adalah pesan moral bagi masyarakat, aparat, dan peserta aksi untuk menempatkan kedamaian di atas kepentingan sesaat.

“Wajah demokrasi Indonesia harus tetap humanis di tengah protes masyarakat. Demonstrasi damai, persuasif, dan beradab mencerminkan kedewasaan politik. Sebaliknya, aksi destruktif justru menggerus kepercayaan publik dan mencederai demokrasi itu sendiri,” tuturnya.

Lia optimistis aspirasi rakyat akan lebih kuat terdengar bila disampaikan dengan cara yang adil dan beradab.

“Mari kita jaga Indonesia dengan jiwa damai. Bangsa ini berdiri di atas pondasi kebersamaan, bukan perpecahan,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi
HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen
PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota
Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital
Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait
Isu Maladministrasi Seleksi Sekda Dipatahkan Surat Resmi BKN, Begini
Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan
Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar
banner 325x300

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:53 WIB

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:21 WIB

HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:31 WIB

PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:29 WIB

Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:47 WIB

Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:46 WIB

Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:47 WIB

Dari Bencana Menuju Harapan, BAZNAS Sumenep Perbaiki Rumah Warga Pabian

Berita Terbaru