Peta Kandidat Ketum PWI Menghangat, Cak Munir Muncul sebagai Penantang Serius

Jumat, 1 Agustus 2025 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Direktur Utama LKBN Antara, Akhmad Munir (Ist. nusainsider.com/Ach Toifur Ali Wafa)

Foto. Direktur Utama LKBN Antara, Akhmad Munir (Ist. nusainsider.com/Ach Toifur Ali Wafa)

JAKARTA, nusainsider.com Direktur Utama LKBN Antara, Akhmad Munir, menyatakan siap mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025–2030.

Ia menegaskan tekadnya membawa PWI kembali bersatu melalui semangat rekonsiliasi.

“Bismillah, saya maju untuk membawa PWI kembali bersatu dengan melakukan rekonsiliasi,” ujar pria yang akrab disapa Cak Munir, Jumat (1/8/2025) pagi.

Cak Munir ingin menjadikan PWI sebagai organisasi yang berwibawa, solid, dan siap menghadapi era digital.

Ia mengusung semangat pemersatu sebagai landasan membawa organisasi pers ini ke arah yang lebih baik.

“Saya ingin PWI menjadi rumah bersama yang nyaman, kuat secara moral dan struktural, serta cepat beradaptasi dengan digitalisasi,” ucapnya penuh keyakinan.

Untuk membuktikan keseriusannya, Cak Munir mulai menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk tokoh-tokoh pers senior dan jaringan di daerah.

Baca Juga :  P2G Kritik Perpres MBG: Pengangkatan Pegawai Gizi Dinilai Abaikan Nasib Guru

Menurutnya, masukan dari wartawan senior dan daerah-daerah akan menjadi modal penting dalam membangun PWI ke depan. Ia juga aktif berdiskusi secara daring dengan berbagai pengurus provinsi.

“Berbagai masukan dan saran dari daerah akan menjadi bekal berharga demi kemajuan PWI,” ujar mantan Ketua PWI Jawa Timur dua periode ini.

Cak Munir menegaskan bahwa dirinya memiliki “Darah PWI”, karena sejak awal karier jurnalistiknya sudah bergabung dalam organisasi tersebut. Komitmennya terhadap PWI tak perlu diragukan lagi.

“Darah saya PWI. Sepanjang karier sejak 1991 hingga sekarang, saya terus berada di lingkaran PWI,” tegas Cak Munir.

Ia pun menyampaikan motivasi utamanya mencalonkan diri sebagai Ketum PWI, yaitu mengembalikan marwah dan martabat organisasi pers terbesar di Indonesia tersebut.

Baca Juga :  Dua Hari Bergabung, Kaesang Pangarep Resmi Nahkodai PSI

Menjelang Kongres Persatuan yang akan digelar akhir Agustus 2025, sejumlah nama mulai disebut sebagai kandidat kuat Ketum PWI Pusat. Total sementara, ada tujuh nama yang mengemuka.

Selain Cak Munir, ada Atal Sembiring Depari, Ketum PWI Pusat periode 2018–2023, serta Hendry Ch Bangun, Ketum versi Kongres Bandung 2023.

Zulmansyah Sekedang yang memimpin hasil Kongres Luar Biasa (KLB) juga masuk dalam daftar kandidat. Persaingan antarfigur ini memperlihatkan dinamika internal PWI yang masih hangat.

Nama Teguh Santosa juga mencuat. Ketua Umum JMSI ini pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Luar Negeri PWI (2013–2018) dan anggota Dewan Kehormatan (2018–2020).

Kandidat lainnya adalah Johnny Hardjojo, yang telah lama berkiprah di PWI. Ia kini menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat PWI Jaya (2024–2029) dan Ketua Dewan Kehormatan Forum Pemred Media Siber Indonesia.

Baca Juga :  Kasus Chromebook Kemendikbud: Kejagung Cegah Tiga Eks Stafsus Nadiem Makarim

Ketua PWI Depok, Rusdy Nurdiansyah, juga disebut-sebut masuk bursa kandidat. Ia dikenal aktif di dunia kewartawanan lokal dan nasional.

Belakangan, nama Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, juga mencuat. Ia dianggap memiliki potensi sebagai sosok penengah di tengah situasi tarik-menarik internal yang kian memanas.

Wartawan senior, Sholahuddin, menyebut baik Akhmad Munir maupun Lutfil Hakim punya kapasitas menjadi figur pemersatu.

“Beliau-beliau ini punya integritas, kemampuan komunikasi, dan kepemimpinan,” ujarnya.

Menurut Sholahuddin, proses pemilihan Ketum PWI masih sangat dinamis. Namun, ia menilai munculnya tokoh dari luar lingkaran konflik menjadi solusi bagi rekonsiliasi yang tengah dibutuhkan PWI.

“Dengan suasana tarik-menarik yang semakin kencang, opsi mencari figur penengah tampaknya bisa menjadi jalan tengah,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari Tari Topeng hingga Hadrah Klasik, Panggung Budaya Sumenep Siap Memukau Penonton Nanti Malam
Dari Sawit hingga Emas Dapat Perhatian, Mengapa Tembakau Madura Terpinggirkan?
Soekarno Fun Run 2026 Jadi Panggung Sportivitas dan Nasionalisme, Peserta dari Berbagai Daerah Raih Juara
Ketahanan Pangan dari Desa, Polsek Batang-Batang Monitoring Green House Melon Pertiwi
Tanpa Dana APBD, Soekarno Fun Run 2026 Bagikan Voucher Jajan di Komentari Peserta
Dokter Spesialis Sudah Tiba, Gangguan Listrik Jadi Tantangan Pelayanan Kesehatan di Sapudi
Isu Jemaah Terlantar di Madinah Dibantah PPIH, Penempatan Hotel Sudah Sesuai Sistem
Momen Mengharukan di SDN Barkot 3, Siswa Sungkem Guru Usai Dinyatakan Lulus

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:59 WIB

Dari Tari Topeng hingga Hadrah Klasik, Panggung Budaya Sumenep Siap Memukau Penonton Nanti Malam

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:35 WIB

Dari Sawit hingga Emas Dapat Perhatian, Mengapa Tembakau Madura Terpinggirkan?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:54 WIB

Soekarno Fun Run 2026 Jadi Panggung Sportivitas dan Nasionalisme, Peserta dari Berbagai Daerah Raih Juara

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:45 WIB

Ketahanan Pangan dari Desa, Polsek Batang-Batang Monitoring Green House Melon Pertiwi

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:43 WIB

Tanpa Dana APBD, Soekarno Fun Run 2026 Bagikan Voucher Jajan di Komentari Peserta

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:56 WIB

Isu Jemaah Terlantar di Madinah Dibantah PPIH, Penempatan Hotel Sudah Sesuai Sistem

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:34 WIB

Momen Mengharukan di SDN Barkot 3, Siswa Sungkem Guru Usai Dinyatakan Lulus

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:52 WIB

Tak Cukup Penegakan Hukum, HIMAGA Minta Pencegahan Kasus Asusila Anak Diperkuat

Berita Terbaru