Potensi Besar, Setoran Kecil: Pajak Rokok Madura Jadi Alasan Kunjungan Komwasjak ke Madura

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Amien Sunaryadi, Ak., M.P.A. Ketua Komite Pengawas Perpajakan (Kanan) saat foto Bersama Pimpinan Redaksi nusainsider.com usai Kunjungan ke PT Bawang Mas Group Pamekasan.

Foto. Amien Sunaryadi, Ak., M.P.A. Ketua Komite Pengawas Perpajakan (Kanan) saat foto Bersama Pimpinan Redaksi nusainsider.com usai Kunjungan ke PT Bawang Mas Group Pamekasan.

PAMEKASAN, nusainsider.com Komite Pengawas Perpajakan (Komwasjak) turun langsung ke Madura untuk menyoroti rendahnya penerimaan pajak dari sektor industri rokok.

Langkah ini diambil menyusul menjamurnya perusahaan rokok di wilayah Madura yang dinilai tidak sebanding dengan kontribusinya terhadap penerimaan negara.

Ketua Komwasjak, Amien Sunaryadi, menyampaikan bahwa Madura memiliki potensi besar dari industri hasil tembakau.

Namun, realisasi penerimaan pajak dari sektor tersebut masih tergolong minim, sehingga memunculkan tanda tanya besar bagi negara.

“Perusahaan rokok di Madura jumlahnya sangat banyak, tetapi penerimaan pajaknya relatif kecil. Ini yang ingin kami ketahui secara langsung,” ujar Amien saat wawancara eksklusif dengan media ini usai berdiskusi dengan para pengusaha rokok se-Madura di PT Bawang Mas Group, Pamekasan, Rabu (7/1/2026).

Amien sapaan akrabnya menegaskan, kunjungan Komwasjak ke Madura bertujuan menggali akar persoalan ketidaktaatan pajak di kalangan pengusaha rokok.

Baca Juga :  Kadisdik Sumenep Tegaskan Tidak Ada Pungli Apapun Dilingkungan Pendidikan

Ia mengaku menerima berbagai informasi terkait masih adanya pelaku usaha yang belum menjalankan kewajiban perpajakan secara penuh.

“Apakah pengawasannya lemah, regulasinya belum dipahami, atau memang ada unsur kesengajaan untuk tidak taat pajak. Semua ini harus dibuka secara objektif,” tegasnya.

Menurut Amien, industri rokok seharusnya menjadi salah satu penyumbang besar penerimaan negara, khususnya dari cukai dan pajak industri hasil tembakau.

Baca Juga :  Dukung Imbauan Dewan Pers, PWI Pamekasan Larang Wartawan Meminta THR

Dengan banyaknya industri rokok skala kecil hingga menengah di Madura, potensi penerimaan negara seharusnya jauh lebih besar.

Ia juga menekankan bahwa ketidaktaatan pajak tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menciptakan ketidakadilan bagi pengusaha yang patuh terhadap aturan.

“Pengusaha yang taat pajak akan dirugikan jika praktik ketidaktaatan ini dibiarkan terus berlangsung,” ujarnya.

Ke depan, Komwasjak akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk menelusuri persoalan tersebut secara komprehensif.

Baca Juga :  Petani Pulau Sapeken Keluhkan Pupuk Telat Datang, DPRD Minta Jalur Distribusi Dibenahi

Amien mengaku telah mendengarkan langsung aspirasi para pelaku usaha rokok di Madura terkait berbagai kendala yang mereka hadapi.

Ia berharap, hasil kunjungan ini dapat menjadi dasar perbaikan kebijakan dan penguatan pengawasan perpajakan di sektor industri rokok.

Amien lebih lanjut menegaskan, negara tidak berniat mematikan usaha masyarakat, melainkan memastikan seluruh pelaku industri menjalankan kewajibannya secara adil.

“Kalau pengusaha rokok banyak, seharusnya penerimaan negara juga besar. Ini logika sederhana yang perlu kita luruskan bersama,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU
Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat
KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa
PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah
Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern
Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim
Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment
JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:42 WIB

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:39 WIB

KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:29 WIB

PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:52 WIB

JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Eduwisata ke Markas TNI, Siswa SLBN Bugih Dapat Pengalaman Belajar Penuh Makna

Berita Terbaru